<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eks Tentara AS Ikut Long March Bandung-Pangandaran</title><description>Aksi komunitas Walk The Peace berjalan kaki dari Bandung menuju Pantai  Pangandaran Ciamis diikuti sekitar 40 aktivis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358110/eks-tentara-as-ikut-long-march-bandung-pangandaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358110/eks-tentara-as-ikut-long-march-bandung-pangandaran"/><item><title>Eks Tentara AS Ikut Long March Bandung-Pangandaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358110/eks-tentara-as-ikut-long-march-bandung-pangandaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358110/eks-tentara-as-ikut-long-march-bandung-pangandaran</guid><pubDate>Jum'at 30 Juli 2010 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Gin Gin Tigin Ginulur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/30/340/358110/MpR0Rq6aTn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Gin Gin Tigin Ginulur (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/30/340/358110/MpR0Rq6aTn.jpg</image><title>Foto: Gin Gin Tigin Ginulur (okezone)</title></images><description>BANDUNG - Aksi komunitas Walk The Peace berjalan kaki dari Bandung menuju Pantai Pangandaran Ciamis diikuti sekitar 40 aktivis. Dari 40 tersebut, 20 di antaranya merupakan warga negara asing dari 3 negara.
&amp;nbsp;
Menurut Founder Peace Generation, Erick Lincoln, para peserta dibatasi dari usia 16 hingga 22 tahun. Namun, kata dia, ada juga peserta berusia 30 tahun.
&amp;nbsp;
&quot;Ada peserta laki-laki yang berusia 30 tahun. Awalnya kita batasi, karena terlalu tua. Tapi dia ngotot ingin ikut. Dia itu mantan tentara Amerika yang pernah bertugas di Irak,&quot; kata Erick kepada wartawan, Jumat (30/7/2010).
&amp;nbsp;
Menurut Erick, mantan tentara Amerika tersebut ngotot ingin ikut aksi Walk The Peace karena sudah muak dengan segala kekerasan yang dialaminya.
&amp;nbsp;
&quot;Dia mengaku sudah muak dengan segala bentuk kekerasan, dan peperangan. Makanya, dia ingin ikut kegiatan ini,&quot; kata Erick yang begitu fasih berbahasa Indonesia.
&amp;nbsp;
Erick menambahkan, proses penjaringan peserta dilakukan via internet. Untuk mengikuti perjalanan tersebut, para peserta dibebani biaya sebesar Rp900 ribu.
&amp;nbsp;
&quot;Biaya itu untuk akomodasi dan penginapan selama perjalanan,&quot; kata Erick.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Koordinator Walk The Peace, Raspa mengatakan, selama perjalanan, para peserta membawa peralatan pribadi seperti sleeping bag dan matras.</description><content:encoded>BANDUNG - Aksi komunitas Walk The Peace berjalan kaki dari Bandung menuju Pantai Pangandaran Ciamis diikuti sekitar 40 aktivis. Dari 40 tersebut, 20 di antaranya merupakan warga negara asing dari 3 negara.
&amp;nbsp;
Menurut Founder Peace Generation, Erick Lincoln, para peserta dibatasi dari usia 16 hingga 22 tahun. Namun, kata dia, ada juga peserta berusia 30 tahun.
&amp;nbsp;
&quot;Ada peserta laki-laki yang berusia 30 tahun. Awalnya kita batasi, karena terlalu tua. Tapi dia ngotot ingin ikut. Dia itu mantan tentara Amerika yang pernah bertugas di Irak,&quot; kata Erick kepada wartawan, Jumat (30/7/2010).
&amp;nbsp;
Menurut Erick, mantan tentara Amerika tersebut ngotot ingin ikut aksi Walk The Peace karena sudah muak dengan segala kekerasan yang dialaminya.
&amp;nbsp;
&quot;Dia mengaku sudah muak dengan segala bentuk kekerasan, dan peperangan. Makanya, dia ingin ikut kegiatan ini,&quot; kata Erick yang begitu fasih berbahasa Indonesia.
&amp;nbsp;
Erick menambahkan, proses penjaringan peserta dilakukan via internet. Untuk mengikuti perjalanan tersebut, para peserta dibebani biaya sebesar Rp900 ribu.
&amp;nbsp;
&quot;Biaya itu untuk akomodasi dan penginapan selama perjalanan,&quot; kata Erick.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Koordinator Walk The Peace, Raspa mengatakan, selama perjalanan, para peserta membawa peralatan pribadi seperti sleeping bag dan matras.</content:encoded></item></channel></rss>
