<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sampang Dilanda Banjir Kiriman</title><description>Banjir kiriman melanda Kabupaten Sampang, Jumat (30/7/2010).</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358279/sampang-dilanda-banjir-kiriman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358279/sampang-dilanda-banjir-kiriman"/><item><title>Sampang Dilanda Banjir Kiriman</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358279/sampang-dilanda-banjir-kiriman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/30/340/358279/sampang-dilanda-banjir-kiriman</guid><pubDate>Jum'at 30 Juli 2010 23:10 WIB</pubDate><dc:creator>Subairi (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/30/340/358279/kPnG7jTzvk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/30/340/358279/kPnG7jTzvk.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>SAMPANG - Banjir kiriman melanda Kabupaten Sampang, Jumat (30/7/2010).
&amp;nbsp;
Akibat luapan air setinggi lutut orang dewasa tersebut, beberapa akses jalan dan jalur alternatif menuju beberapa kecamatan lumpuh. Sebagian warga terpaksa mengurungkan niatnya untuk beraktifitas.
&amp;nbsp;
Adapun beberapa titik yang tergenang air, yakni Jalan Raya Panggung Panggung, Jalan Melati, Jalan Suhada, dan Desa Pasean. Bahkan, jalur menuju kawasan utara seperti Kecamatan Omben lumpuh total, pengendara terpaksa mutar balik memilih jalur alternatif lewat Kabupaten Pamekasan dengan jarak puluhan kilometer.
&amp;nbsp;
Pantauan di beberapa lokasi, banjir disebabkan oleh Kali Kemuning yang meluap. Kali yang memanjang dari kawasan utara hingga kecamatan kota tersebut, tidak bisa menampung air kiriman yang berasal dari tiga kecamatan yakni Omben, Robatal, dan Kedundung.
&amp;nbsp;
&quot;Banjir seperti ini sudah biasa. Bila sudah hujan lebat melanda kawasan utara, air tidak bisa tertampung dan pasti banjir,&quot; ujar Muhyidin, warga Jalan Suhada, Kecamatan Kota Sampang.
&amp;nbsp;
Muhyidin menjelaskan, air kiriman dari kawasan utara tersebut tidak bisa bermuara ke pantai. Itu disebabkan pada saat yang bersamaan, permukaan air laut dalam keadaan pasang. Akibat bertemunya air hujan dan laut tersebut, menyebabkan air meluap hingga setinggi betis orang dewasa.
&amp;nbsp;
Genangan air sendiri, diprediksi tidak akan berlangsung lama. Itupun dengan catatan bila curah hujan di kawasan utara Kabupaten Sampang reda, serta air laut sudah dalam keadaan surut. Muhyidin menerangkan, paling tidak butuh waktu sekitar satu hari sudah bisa reda.
&amp;nbsp;
&quot;Ini kan cuma air kiriman, yang tidak bisa ditampung oleh Kali Kemuning. Paling-paling tidak begitu lama, karena hujan sudah mulai reda,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Akibat adanya banjir kiriman tersebut, beberapa warga yang kawasannya tergenang air sedikit kewalahan. Mereka terlihat sibuk untuk menyelamatkan isi rumah yang gampang rusak bila terkena air, seperti alat-alat elektronik, kasur dan perabor rumah tangga yang lain.
&amp;nbsp;
Sementara, di sepanjang jalan terlihat beberapa pemuda yang sibuk mengatur alur lalu lintas. Bahkan, sebagian dari mereka juga menawarkan jasa untuk mendorong mobil yang dalam keadaan mogok.
&amp;nbsp;
Terpisah, anggota DPRD Bangkalan, Lutfianto menyatakan, meski tergolong banjir kiriman, harus perlu diantisipasi oleh pemerintah kabupaten setempat. Paling tidak segera memberi kabar, bila ada banjir kiriman yang lebih besar lagi. Dia juga berharap ke depan, Kali Kemuning dibenahi agar bisa menampung luapan air dari kawasan utara.
&amp;nbsp;
&quot;Sejauh ini masih belum ada tanda-tanda banjir besar, hanya sebatas air kiriman saja. Tapi itu perlu diwaspadai,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>SAMPANG - Banjir kiriman melanda Kabupaten Sampang, Jumat (30/7/2010).
&amp;nbsp;
Akibat luapan air setinggi lutut orang dewasa tersebut, beberapa akses jalan dan jalur alternatif menuju beberapa kecamatan lumpuh. Sebagian warga terpaksa mengurungkan niatnya untuk beraktifitas.
&amp;nbsp;
Adapun beberapa titik yang tergenang air, yakni Jalan Raya Panggung Panggung, Jalan Melati, Jalan Suhada, dan Desa Pasean. Bahkan, jalur menuju kawasan utara seperti Kecamatan Omben lumpuh total, pengendara terpaksa mutar balik memilih jalur alternatif lewat Kabupaten Pamekasan dengan jarak puluhan kilometer.
&amp;nbsp;
Pantauan di beberapa lokasi, banjir disebabkan oleh Kali Kemuning yang meluap. Kali yang memanjang dari kawasan utara hingga kecamatan kota tersebut, tidak bisa menampung air kiriman yang berasal dari tiga kecamatan yakni Omben, Robatal, dan Kedundung.
&amp;nbsp;
&quot;Banjir seperti ini sudah biasa. Bila sudah hujan lebat melanda kawasan utara, air tidak bisa tertampung dan pasti banjir,&quot; ujar Muhyidin, warga Jalan Suhada, Kecamatan Kota Sampang.
&amp;nbsp;
Muhyidin menjelaskan, air kiriman dari kawasan utara tersebut tidak bisa bermuara ke pantai. Itu disebabkan pada saat yang bersamaan, permukaan air laut dalam keadaan pasang. Akibat bertemunya air hujan dan laut tersebut, menyebabkan air meluap hingga setinggi betis orang dewasa.
&amp;nbsp;
Genangan air sendiri, diprediksi tidak akan berlangsung lama. Itupun dengan catatan bila curah hujan di kawasan utara Kabupaten Sampang reda, serta air laut sudah dalam keadaan surut. Muhyidin menerangkan, paling tidak butuh waktu sekitar satu hari sudah bisa reda.
&amp;nbsp;
&quot;Ini kan cuma air kiriman, yang tidak bisa ditampung oleh Kali Kemuning. Paling-paling tidak begitu lama, karena hujan sudah mulai reda,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Akibat adanya banjir kiriman tersebut, beberapa warga yang kawasannya tergenang air sedikit kewalahan. Mereka terlihat sibuk untuk menyelamatkan isi rumah yang gampang rusak bila terkena air, seperti alat-alat elektronik, kasur dan perabor rumah tangga yang lain.
&amp;nbsp;
Sementara, di sepanjang jalan terlihat beberapa pemuda yang sibuk mengatur alur lalu lintas. Bahkan, sebagian dari mereka juga menawarkan jasa untuk mendorong mobil yang dalam keadaan mogok.
&amp;nbsp;
Terpisah, anggota DPRD Bangkalan, Lutfianto menyatakan, meski tergolong banjir kiriman, harus perlu diantisipasi oleh pemerintah kabupaten setempat. Paling tidak segera memberi kabar, bila ada banjir kiriman yang lebih besar lagi. Dia juga berharap ke depan, Kali Kemuning dibenahi agar bisa menampung luapan air dari kawasan utara.
&amp;nbsp;
&quot;Sejauh ini masih belum ada tanda-tanda banjir besar, hanya sebatas air kiriman saja. Tapi itu perlu diwaspadai,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
