<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wartawan Dibunuh Bukti Lemahnya Perlindungan </title><description>Kepolisian Republik Indonesia dituntut untuk segera mengusut tuntas kasus meninggalnya wartawan asal Merauke, Ardiansyah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/31/339/358307/wartawan-dibunuh-bukti-lemahnya-perlindungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/07/31/339/358307/wartawan-dibunuh-bukti-lemahnya-perlindungan"/><item><title>Wartawan Dibunuh Bukti Lemahnya Perlindungan </title><link>https://news.okezone.com/read/2010/07/31/339/358307/wartawan-dibunuh-bukti-lemahnya-perlindungan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/07/31/339/358307/wartawan-dibunuh-bukti-lemahnya-perlindungan</guid><pubDate>Sabtu 31 Juli 2010 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/07/31/339/358307/7u5G7Ohb5k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/07/31/339/358307/7u5G7Ohb5k.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia dituntut untuk segera mengusut tuntas kasus meninggalnya wartawan asal Merauke, Ardiansyah.Kadiv Riset dan Pendidikan, Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers), Arief Ariyanto mengatakan, kematian Ardiansyah membuktikan perlindungan terhadap jurnalis masih lemah.&quot;Pihak Kepolisian Daerah Merauke provinsi Papua untuk bertindak cepat mengusut tuntas dengan melakukan penyelidikan dan penelitian secara mendalam untuk mengungkap pelaku dan aktor dibalik kasus ini,&quot; katanya dalam keterangan persnya kepada okezone, Jumat (30/7/2010)Arief menambahkan, peristiwa tewasnya Ardiansyah jurnalis adal Merauke, Jayapura membawa preseden buruk bagi kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Pengungkapan penyebab tewasnya Ardiansyah sangat penting agar tidak ada lagi kasus semacam ini menimpa jurnalis di Indonesia.&quot;LBH Pers mengajak semua pihak untuk menghormati profesi jurnalis, sehingga tidak ada lagi kasus pembunuhan terhadap jurnalis yang dapat ditolelir,&quot; tambahnyaSebelumnya, diberitakan Ardiansyah wartawan yang pernah bertugas pada tabloid Jubi, dan Merauke TV ditemukan meninggal dalam kondisi terapung di Sungai Gudang Arang. Mantan kontributor ANTV itu sempat dinyatakan hilang sejak Rabu 28 Juli 2010.Belum diketahui penyebab kematiannya. Beredar kabar berasal dari Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Jayapura diduga kasus tersebut terkait masalah Pilkada.&quot;Beberapa hari yang lalu terdapat ancaman melalui pesan pendek kepada jurnalis yang berada di Merauke. Isinya anacaman akan menghabisi dan membunuh para wartawan di Merauke,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia dituntut untuk segera mengusut tuntas kasus meninggalnya wartawan asal Merauke, Ardiansyah.Kadiv Riset dan Pendidikan, Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers), Arief Ariyanto mengatakan, kematian Ardiansyah membuktikan perlindungan terhadap jurnalis masih lemah.&quot;Pihak Kepolisian Daerah Merauke provinsi Papua untuk bertindak cepat mengusut tuntas dengan melakukan penyelidikan dan penelitian secara mendalam untuk mengungkap pelaku dan aktor dibalik kasus ini,&quot; katanya dalam keterangan persnya kepada okezone, Jumat (30/7/2010)Arief menambahkan, peristiwa tewasnya Ardiansyah jurnalis adal Merauke, Jayapura membawa preseden buruk bagi kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Pengungkapan penyebab tewasnya Ardiansyah sangat penting agar tidak ada lagi kasus semacam ini menimpa jurnalis di Indonesia.&quot;LBH Pers mengajak semua pihak untuk menghormati profesi jurnalis, sehingga tidak ada lagi kasus pembunuhan terhadap jurnalis yang dapat ditolelir,&quot; tambahnyaSebelumnya, diberitakan Ardiansyah wartawan yang pernah bertugas pada tabloid Jubi, dan Merauke TV ditemukan meninggal dalam kondisi terapung di Sungai Gudang Arang. Mantan kontributor ANTV itu sempat dinyatakan hilang sejak Rabu 28 Juli 2010.Belum diketahui penyebab kematiannya. Beredar kabar berasal dari Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Jayapura diduga kasus tersebut terkait masalah Pilkada.&quot;Beberapa hari yang lalu terdapat ancaman melalui pesan pendek kepada jurnalis yang berada di Merauke. Isinya anacaman akan menghabisi dan membunuh para wartawan di Merauke,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
