<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Din Syamsuddin Sedih Soal Konflik Agama</title><description>Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku prihatin dengan insiden kekerasan antaragama yang terjadi belakangan ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/08/10/337/361686/din-syamsuddin-sedih-soal-konflik-agama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/08/10/337/361686/din-syamsuddin-sedih-soal-konflik-agama"/><item><title>Din Syamsuddin Sedih Soal Konflik Agama</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/08/10/337/361686/din-syamsuddin-sedih-soal-konflik-agama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/08/10/337/361686/din-syamsuddin-sedih-soal-konflik-agama</guid><pubDate>Selasa 10 Agustus 2010 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/08/10/337/361686/HiZePWrni8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/08/10/337/361686/HiZePWrni8.jpg</image><title>Ilustrasi (Ist)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku prihatin dengan insiden kekerasan antaragama yang terjadi belakangan ini.&quot;Saya terus terang sedih dan prihatin dengan kejadian terhadap umat Kristiani di Bekasi yang akan melakukan kebaktian, kemudian mendapat halangan. Ini menunjukkan rendahnya derajat toleransi di antara kita,&quot; katanya di Jakarta, Selasa (10/8/2010). Apapun alasannya, kata dia, umat beragama memiliki kebebasan untuk menunaikan ajaran agamanya masing-masing. &quot;Itu dijamin oleh konstitusi kita, oleh hak asasi manusia, termasuk juga oleh ajaran Islam,&quot; papar Din. Sambungnya, &quot;Kalau sampai mereka terhalangi sungguh saya sedih dan prihatin. Kalau ada masalah seperti menyangkut pendirian rumah ibadah kan sudah ada ketentuannya, maka itu diindahkan saja. Kalau ada hal-hal perbedaan pendapat maka selesaikanlah secara musyawarah. Jangan dengan kekerasan, jangan dengan main hakim sendiri. Tapi, serahkan lah kepada aparat hukum dan kepada pemerintah.&quot; Din juga mengusulkan agar kelompok-kelompok umat beragama di Bekasi dan di tempat lainnya agar bermusyawarah. &quot;Membicarakan dengan sebaik-baiknya, apa permasalahan yang dihadapi sehingga tidak perlu nanti ada pendekatan main hakim sendiri,&quot; terang dia. Dia menambahkan, pemerintah harus bertanggung jawab dalam menyikapi masalah ini, sehingga masyarakat tidak melakukan kekerasan dan main hakim sendiri. &quot;Tapi pemerintah dan aparat hukum seperti membiarkan dan pengabaian. Saya terus terang mencurigai adanya pembiaran dan pengabaian ini atau berangkat dari tujuan-tujuan tertentu,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku prihatin dengan insiden kekerasan antaragama yang terjadi belakangan ini.&quot;Saya terus terang sedih dan prihatin dengan kejadian terhadap umat Kristiani di Bekasi yang akan melakukan kebaktian, kemudian mendapat halangan. Ini menunjukkan rendahnya derajat toleransi di antara kita,&quot; katanya di Jakarta, Selasa (10/8/2010). Apapun alasannya, kata dia, umat beragama memiliki kebebasan untuk menunaikan ajaran agamanya masing-masing. &quot;Itu dijamin oleh konstitusi kita, oleh hak asasi manusia, termasuk juga oleh ajaran Islam,&quot; papar Din. Sambungnya, &quot;Kalau sampai mereka terhalangi sungguh saya sedih dan prihatin. Kalau ada masalah seperti menyangkut pendirian rumah ibadah kan sudah ada ketentuannya, maka itu diindahkan saja. Kalau ada hal-hal perbedaan pendapat maka selesaikanlah secara musyawarah. Jangan dengan kekerasan, jangan dengan main hakim sendiri. Tapi, serahkan lah kepada aparat hukum dan kepada pemerintah.&quot; Din juga mengusulkan agar kelompok-kelompok umat beragama di Bekasi dan di tempat lainnya agar bermusyawarah. &quot;Membicarakan dengan sebaik-baiknya, apa permasalahan yang dihadapi sehingga tidak perlu nanti ada pendekatan main hakim sendiri,&quot; terang dia. Dia menambahkan, pemerintah harus bertanggung jawab dalam menyikapi masalah ini, sehingga masyarakat tidak melakukan kekerasan dan main hakim sendiri. &quot;Tapi pemerintah dan aparat hukum seperti membiarkan dan pengabaian. Saya terus terang mencurigai adanya pembiaran dan pengabaian ini atau berangkat dari tujuan-tujuan tertentu,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
