<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pimpinan DPRD Jabar Diduga Terlibat Suap</title><description>Setelah sebelumnya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan akan diadukan ke  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini giliran pimpinan DPRD Jabar  yang dilaporkan ke lembaga tersebut oleh West Java Parliament Watch  (WJPW).</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/08/13/340/362739/pimpinan-dprd-jabar-diduga-terlibat-suap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/08/13/340/362739/pimpinan-dprd-jabar-diduga-terlibat-suap"/><item><title>Pimpinan DPRD Jabar Diduga Terlibat Suap</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/08/13/340/362739/pimpinan-dprd-jabar-diduga-terlibat-suap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/08/13/340/362739/pimpinan-dprd-jabar-diduga-terlibat-suap</guid><pubDate>Jum'at 13 Agustus 2010 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Gin Gin Tigin Ginulur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/08/13/340/362739/FnXHxtwoil.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/08/13/340/362739/FnXHxtwoil.jpg</image><title></title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Setelah sebelumnya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan akan diadukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini giliran pimpinan DPRD Jabar yang dilaporkan ke lembaga tersebut oleh West Java Parliament Watch (WJPW).
&amp;nbsp;
West Java Parliament Watch (WJPW) menduga para pimpinan DPRD Jabar melakukan praktik suap terhadap pemerintah kota/kabupaten di Jabar sebagai daya tawar terhadap besaran bantuan keuangan kota/kabupaten dari APBD Jabar 2009 dan 2010.
&amp;nbsp;
Ketua WJPW Asep Hadian Permana mengatakan, pihaknya sudah melakukan investigasi terhadap praktik suap tersebut dan mendapatkan bukti-bukti transfer uang ke Pimpinan DPRD Jabar.
&amp;nbsp;
Menurut Asep, dua pemerintahan yakni Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor sudah mau bersaksi dalam kasus ini karena kegelisahan mereka mendapat 'tekanan' dari kalangan DPRD Jabar.
&amp;nbsp;
&quot;Kami sudah mengadukan kasus ini ke KPK 9 Agustus 2010 lalu, didampingi Indonesia Corruption Watch (ICW). Ini praktik akal-akalan yang harusnya tak ada di era reformasi seperti ini,&quot; ujar Asep, Jumat (13/8/2010).
&amp;nbsp;
WJPW pun mendesak auditor resmi pemerintah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ikut mengungkap dugaan suap tersebut dengan mengaudit rekening pimpinan DPRD Jabar yang berjumlah lima orang.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, pimpinan DPRD Jabar terdiri atas ketua dari Partai Demokrat dan empat wakil ketua dari Fraksi PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan.</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Setelah sebelumnya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan akan diadukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini giliran pimpinan DPRD Jabar yang dilaporkan ke lembaga tersebut oleh West Java Parliament Watch (WJPW).
&amp;nbsp;
West Java Parliament Watch (WJPW) menduga para pimpinan DPRD Jabar melakukan praktik suap terhadap pemerintah kota/kabupaten di Jabar sebagai daya tawar terhadap besaran bantuan keuangan kota/kabupaten dari APBD Jabar 2009 dan 2010.
&amp;nbsp;
Ketua WJPW Asep Hadian Permana mengatakan, pihaknya sudah melakukan investigasi terhadap praktik suap tersebut dan mendapatkan bukti-bukti transfer uang ke Pimpinan DPRD Jabar.
&amp;nbsp;
Menurut Asep, dua pemerintahan yakni Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor sudah mau bersaksi dalam kasus ini karena kegelisahan mereka mendapat 'tekanan' dari kalangan DPRD Jabar.
&amp;nbsp;
&quot;Kami sudah mengadukan kasus ini ke KPK 9 Agustus 2010 lalu, didampingi Indonesia Corruption Watch (ICW). Ini praktik akal-akalan yang harusnya tak ada di era reformasi seperti ini,&quot; ujar Asep, Jumat (13/8/2010).
&amp;nbsp;
WJPW pun mendesak auditor resmi pemerintah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ikut mengungkap dugaan suap tersebut dengan mengaudit rekening pimpinan DPRD Jabar yang berjumlah lima orang.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, pimpinan DPRD Jabar terdiri atas ketua dari Partai Demokrat dan empat wakil ketua dari Fraksi PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan.</content:encoded></item></channel></rss>
