<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Romo Franz: Terlalu Bebas Orang Menghasut di Indonesia</title><description>Kekerasan yang mengatasnamakan agama kerap terjadi di Indonesia. Romo  Franz Magnis Suseno menyayangkan tindakan tersebut terjadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/08/18/337/364003/romo-franz-terlalu-bebas-orang-menghasut-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/08/18/337/364003/romo-franz-terlalu-bebas-orang-menghasut-di-indonesia"/><item><title>Romo Franz: Terlalu Bebas Orang Menghasut di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/08/18/337/364003/romo-franz-terlalu-bebas-orang-menghasut-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/08/18/337/364003/romo-franz-terlalu-bebas-orang-menghasut-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 18 Agustus 2010 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/08/18/337/364003/mrmX2vfkGn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Franz Magnis Suseno (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/08/18/337/364003/mrmX2vfkGn.jpg</image><title>Franz Magnis Suseno (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Kekerasan yang mengatasnamakan agama kerap terjadi di Indonesia. Romo Franz Magnis Suseno menyayangkan tindakan tersebut terjadi dan menilai kelompok tersebut sengaja menghina agama.&amp;ldquo;Kita tidak bisa menghindari, bahwa ada orang membuat yang macam-macam, dan ada orang yang dengan sengaja menghina agama, harus kita hindari seperti apa itu,&amp;rdquo; kata Franz kepada okezone di Jakarta, belum lama ini.Franz mengakui, munculnya kelompok fanatik dan garis keras di Indonesia memang tidak bisa dihindari.&amp;ldquo;(Perbuatan) itu harus dikutuk sebagai komunitas yang paling kampungan yang bisa saya bayangkan,&amp;rdquo; tegasnya.Menurut saya, tambah Franz, kebanyakan orang di Indonesia tidak akan bertindak ekstrik.&amp;ldquo;Yang ekstrim sebenarnya itu suatu kelompok kecil, tetapi yang saya lihat terlalu bebas orang menghasut dan bisa mengangkat kekhawatiran di masyarakat terhadap sesuatu yang berbeda,&amp;rdquo; tuturnya.&amp;ldquo;Padahal secara tradisional, manusia di Indonesia bisa hidup dalam perbedaan dan bisa menghormati yang berbeda. Tetapi kalau ada yang memanasi, akhirnya menjadi ketakutan dan itu atas dasar latar belakang sosial yang tidak ada hubunganya dengan agama. Itu ciri situasi sosial sekarang,&amp;rdquo; lanjutnya.&amp;ldquo;Situasi seperti ini, selalu akan ada yang memanfaatkan. Memancing di air keruh, sebetulnya kita perlu belajar lebih dewasa dan tidak begitu saja mempercayai orang-orang seperti itu. Kita hidup saja dengan tradisi kita, Pancasila,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kekerasan yang mengatasnamakan agama kerap terjadi di Indonesia. Romo Franz Magnis Suseno menyayangkan tindakan tersebut terjadi dan menilai kelompok tersebut sengaja menghina agama.&amp;ldquo;Kita tidak bisa menghindari, bahwa ada orang membuat yang macam-macam, dan ada orang yang dengan sengaja menghina agama, harus kita hindari seperti apa itu,&amp;rdquo; kata Franz kepada okezone di Jakarta, belum lama ini.Franz mengakui, munculnya kelompok fanatik dan garis keras di Indonesia memang tidak bisa dihindari.&amp;ldquo;(Perbuatan) itu harus dikutuk sebagai komunitas yang paling kampungan yang bisa saya bayangkan,&amp;rdquo; tegasnya.Menurut saya, tambah Franz, kebanyakan orang di Indonesia tidak akan bertindak ekstrik.&amp;ldquo;Yang ekstrim sebenarnya itu suatu kelompok kecil, tetapi yang saya lihat terlalu bebas orang menghasut dan bisa mengangkat kekhawatiran di masyarakat terhadap sesuatu yang berbeda,&amp;rdquo; tuturnya.&amp;ldquo;Padahal secara tradisional, manusia di Indonesia bisa hidup dalam perbedaan dan bisa menghormati yang berbeda. Tetapi kalau ada yang memanasi, akhirnya menjadi ketakutan dan itu atas dasar latar belakang sosial yang tidak ada hubunganya dengan agama. Itu ciri situasi sosial sekarang,&amp;rdquo; lanjutnya.&amp;ldquo;Situasi seperti ini, selalu akan ada yang memanfaatkan. Memancing di air keruh, sebetulnya kita perlu belajar lebih dewasa dan tidak begitu saja mempercayai orang-orang seperti itu. Kita hidup saja dengan tradisi kita, Pancasila,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
