<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Bush Saja Deklarasikan Perang Irak di Rumah Istirahat&quot;</title><description>Aktivis menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak seharusnya memberikan komentar terkait ketegangan dengan Malaysia di Mabes TNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/368814/bush-saja-deklarasikan-perang-irak-di-rumah-istirahat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/368814/bush-saja-deklarasikan-perang-irak-di-rumah-istirahat"/><item><title>&quot;Bush Saja Deklarasikan Perang Irak di Rumah Istirahat&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/368814/bush-saja-deklarasikan-perang-irak-di-rumah-istirahat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/368814/bush-saja-deklarasikan-perang-irak-di-rumah-istirahat</guid><pubDate>Rabu 01 September 2010 08:39 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/01/337/368814/7O43ZyBsL6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">George W Bush (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/01/337/368814/7O43ZyBsL6.jpg</image><title>George W Bush (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Aktivis menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak seharusnya memberikan komentar terkait ketegangan dengan Malaysia di Mabes TNI.Aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menuturkan Presiden SBY seharusnya menyampaikan hal tersebut di tempat resmi kepresidenan atau di tempat lain yang lebih santai.Adhie mencontohkan, mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush mendeklarasikan perang dengan Irak pada 2003 lalu, di rumah peristirahatan. Menurut Adhie, ini lebih menunjukkan kewibawaan seorang kepala negara.&amp;ldquo;Presiden Bush waktu perang dengan Irak justru dari tempat yang biasa-biasa saja, sehingga menggambarkan, dari tempat biasa bisa melakukan serangan ke luar negeri,&amp;rdquo; ungkap mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini.Meski tidak akan mengajak perang Malaysia, Adhie menilai, Presiden seperti menunjukkan sikap yang kurang percaya diri jika mengeluarkan komentar di markas militer.&amp;ldquo;SBY akan lebih berwibawa jika disampaikan di tempat biasa saja,&amp;rdquo; tegas Adhie. Adhie melanjutkan, masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia juga mengharapkan Presidennya lebih berwibawa.&amp;ldquo;Faktanya rakyat Indonesia di Malaysia kelas pembantu, staf, pekerja, sehingga menjadi cemoohan orang. Ini akan meruntuhkan moral mereka,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Aktivis menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak seharusnya memberikan komentar terkait ketegangan dengan Malaysia di Mabes TNI.Aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menuturkan Presiden SBY seharusnya menyampaikan hal tersebut di tempat resmi kepresidenan atau di tempat lain yang lebih santai.Adhie mencontohkan, mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush mendeklarasikan perang dengan Irak pada 2003 lalu, di rumah peristirahatan. Menurut Adhie, ini lebih menunjukkan kewibawaan seorang kepala negara.&amp;ldquo;Presiden Bush waktu perang dengan Irak justru dari tempat yang biasa-biasa saja, sehingga menggambarkan, dari tempat biasa bisa melakukan serangan ke luar negeri,&amp;rdquo; ungkap mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini.Meski tidak akan mengajak perang Malaysia, Adhie menilai, Presiden seperti menunjukkan sikap yang kurang percaya diri jika mengeluarkan komentar di markas militer.&amp;ldquo;SBY akan lebih berwibawa jika disampaikan di tempat biasa saja,&amp;rdquo; tegas Adhie. Adhie melanjutkan, masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia juga mengharapkan Presidennya lebih berwibawa.&amp;ldquo;Faktanya rakyat Indonesia di Malaysia kelas pembantu, staf, pekerja, sehingga menjadi cemoohan orang. Ini akan meruntuhkan moral mereka,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
