<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istana: Tafsir SBY Minta Dukungan TNI Menggelikan</title><description>Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga menjelaskan jadwal buka puasa Presiden di Mabes TNI Cilangkap sudah disusun sejak jauh hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/368899/istana-tafsir-sby-minta-dukungan-tni-menggelikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/368899/istana-tafsir-sby-minta-dukungan-tni-menggelikan"/><item><title>Istana: Tafsir SBY Minta Dukungan TNI Menggelikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/368899/istana-tafsir-sby-minta-dukungan-tni-menggelikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/368899/istana-tafsir-sby-minta-dukungan-tni-menggelikan</guid><pubDate>Rabu 01 September 2010 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/01/337/368899/rTEyV7kYaj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/01/337/368899/rTEyV7kYaj.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto Koran SI)</title></images><description>JAKARTA- Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar pidato menyikapi konflik Indonesia-Malaysia di Mabes TNI Cilangkap pada malam nanti memunculkan beragam tafsir.Salah satunya adalah sebagai isyarat bahwa Presiden meminta dukungan militer. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga menjelaskan jadwal buka puasa Presiden di Mabes TNI Cilangkap sudah disusun sejak jauh hari.Sehingga mengatakan Presiden tengah meminta dukungan politik agak menggelikan. &amp;ldquo;Karena TNI itu bukan kekuatan politik. Ia berada langsung dibawah kendali negara, bukan pemerintah,&amp;rdquo; ungkapnya kepada okezone di Jakarta, Rabu (1/9/2010).Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengamat komunikasi politik Tjipta Lesmana secara gamblang mengungkapkan bahwa rencana Presiden pidato menyikapi konflik Indonesia-Malaysia di Mabes TNI dapat dimaknai sebagai bentuk meminta dukungan terhadap kekuatan militer.Daniel mengatakan bahwa tafsir seperti di atas sah-sah saja dilontarkan. Menurut dia, dunia penafsiran bisa sangat tak terbatas seperti halnya jagad raya. &amp;ldquo;Setiap orang bisa menafsirkan apa saja, di mana pun (pidato) digelar, pasti ada penafsiran ini dan itu,&amp;rdquo; ungkapnya.Di penghujung kalimatnya, akademisi Universitas Airlangga Surabaya itu menegaskan bahwa momentum Presiden berbicara ke publik terkait hubungan Indonesia dengan Malaysia sudah tepat.&amp;ldquo;Jauh lebih penting menangkap pesan itu sebagai isyarat politik. Soal tempat itu tidak terlalu penting,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar pidato menyikapi konflik Indonesia-Malaysia di Mabes TNI Cilangkap pada malam nanti memunculkan beragam tafsir.Salah satunya adalah sebagai isyarat bahwa Presiden meminta dukungan militer. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga menjelaskan jadwal buka puasa Presiden di Mabes TNI Cilangkap sudah disusun sejak jauh hari.Sehingga mengatakan Presiden tengah meminta dukungan politik agak menggelikan. &amp;ldquo;Karena TNI itu bukan kekuatan politik. Ia berada langsung dibawah kendali negara, bukan pemerintah,&amp;rdquo; ungkapnya kepada okezone di Jakarta, Rabu (1/9/2010).Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengamat komunikasi politik Tjipta Lesmana secara gamblang mengungkapkan bahwa rencana Presiden pidato menyikapi konflik Indonesia-Malaysia di Mabes TNI dapat dimaknai sebagai bentuk meminta dukungan terhadap kekuatan militer.Daniel mengatakan bahwa tafsir seperti di atas sah-sah saja dilontarkan. Menurut dia, dunia penafsiran bisa sangat tak terbatas seperti halnya jagad raya. &amp;ldquo;Setiap orang bisa menafsirkan apa saja, di mana pun (pidato) digelar, pasti ada penafsiran ini dan itu,&amp;rdquo; ungkapnya.Di penghujung kalimatnya, akademisi Universitas Airlangga Surabaya itu menegaskan bahwa momentum Presiden berbicara ke publik terkait hubungan Indonesia dengan Malaysia sudah tepat.&amp;ldquo;Jauh lebih penting menangkap pesan itu sebagai isyarat politik. Soal tempat itu tidak terlalu penting,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
