<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI: Demo Malaysia Kurangi Pahala Puasa</title><description>Aksi demonstrasi mengecam Malaysia belakangan ini marak terjadi. Bahkan,  aksi kerap diwarnai dengan tindakan emosional seperti membakar bendera  dan melempar (maaf) kotoran manusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/369066/mui-demo-malaysia-kurangi-pahala-puasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/369066/mui-demo-malaysia-kurangi-pahala-puasa"/><item><title>MUI: Demo Malaysia Kurangi Pahala Puasa</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/369066/mui-demo-malaysia-kurangi-pahala-puasa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/01/337/369066/mui-demo-malaysia-kurangi-pahala-puasa</guid><pubDate>Rabu 01 September 2010 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>TB Ardi Januar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/01/337/369066/fWdnQIGNIc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokumentasi Seputar Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/01/337/369066/fWdnQIGNIc.jpg</image><title>Dokumentasi Seputar Indonesia</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Aksi demonstrasi mengecam Malaysia belakangan ini marak terjadi. Bahkan, aksi kerap diwarnai dengan tindakan emosional seperti membakar bendera dan melempar (maaf) kotoran manusia.
&amp;nbsp;
Fenomena tersebut membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara. Aksi mengecam dan menghujat Malaysia yang selama ini dilakukan dinilai MUI berpotensi membatalkan dan mengurangi ibadah puasa.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Aksi tersebut jelas mengurangi pahala puasa. Karena di bulan suci ini mereka yang berpuasa diminta untuk menahan hawa nafsu, termasuk nafsu amarah,&amp;rdquo; ujar Ketua MUI KH Amidhan saat dihubungi okezone, Rabu (1/9/2010).
&amp;nbsp;
Selain itu, aksi tersebut dinilai Amidhan berpotensi membatalkan puasa. Sebab, aksi demonstrasi tersebut cukup menguras tenaga. &amp;ldquo;Bisa saja mereka yang kelelahan langsung minum dan batal puasanya,&amp;rdquo; tandas Amidhan.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, MUI tidak sepenuhnya menyalahkan para demonstran. Menurut dia, aksi yang terjadi di Indonesia saat ini merupakan sebab akibat dari tindakan Malaysia. Dimana, para petinggi Malaysia juga dinilai Amidhan semakin memperkeruh suasana dan mengundang emosi rakyat Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Karena itu, pemerintah kita harus lebih bijak dalam mengeluarkan pernyataan. Jangan sampai pernyataannya berbuntut panjang dan mengganggu aktivitas Ramadan,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Aksi demonstrasi mengecam Malaysia belakangan ini marak terjadi. Bahkan, aksi kerap diwarnai dengan tindakan emosional seperti membakar bendera dan melempar (maaf) kotoran manusia.
&amp;nbsp;
Fenomena tersebut membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara. Aksi mengecam dan menghujat Malaysia yang selama ini dilakukan dinilai MUI berpotensi membatalkan dan mengurangi ibadah puasa.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Aksi tersebut jelas mengurangi pahala puasa. Karena di bulan suci ini mereka yang berpuasa diminta untuk menahan hawa nafsu, termasuk nafsu amarah,&amp;rdquo; ujar Ketua MUI KH Amidhan saat dihubungi okezone, Rabu (1/9/2010).
&amp;nbsp;
Selain itu, aksi tersebut dinilai Amidhan berpotensi membatalkan puasa. Sebab, aksi demonstrasi tersebut cukup menguras tenaga. &amp;ldquo;Bisa saja mereka yang kelelahan langsung minum dan batal puasanya,&amp;rdquo; tandas Amidhan.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, MUI tidak sepenuhnya menyalahkan para demonstran. Menurut dia, aksi yang terjadi di Indonesia saat ini merupakan sebab akibat dari tindakan Malaysia. Dimana, para petinggi Malaysia juga dinilai Amidhan semakin memperkeruh suasana dan mengundang emosi rakyat Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Karena itu, pemerintah kita harus lebih bijak dalam mengeluarkan pernyataan. Jangan sampai pernyataannya berbuntut panjang dan mengganggu aktivitas Ramadan,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
