<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengakuan WNI di Malaysia Soal Konflik 2 Negara</title><description>Pidato pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait hubungan Indonesia-Malaysia ditanggapi beragam. </description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/02/337/369431/pengakuan-wni-di-malaysia-soal-konflik-2-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/02/337/369431/pengakuan-wni-di-malaysia-soal-konflik-2-negara"/><item><title>Pengakuan WNI di Malaysia Soal Konflik 2 Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/02/337/369431/pengakuan-wni-di-malaysia-soal-konflik-2-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/02/337/369431/pengakuan-wni-di-malaysia-soal-konflik-2-negara</guid><pubDate>Kamis 02 September 2010 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/02/337/369431/qDA2Gouud6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nur Tjahjadi (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/02/337/369431/qDA2Gouud6.jpg</image><title>Nur Tjahjadi (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Pidato pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait hubungan Indonesia-Malaysia ditanggapi beragam. Ada yang menilai pidato SBY tidak tegas. Namun ada juga yang menganggap sikap Presiden menghindari konflik bersenjata dengan Malaysia, sebagai langkah bijak. Salah satu warga negara Indonesia di Malaysia, Nur Tjahjadi, condong pada sikap kedua. Menurut Nur, apa yang disampaikan Presiden SBY pasti telah melalui berbagai pertimbangan.&amp;ldquo;Tindakan Presiden sangat tepat. Sikap SBY menunjukkan bahwa dia memikirkan banyak pihak dalam kisruh politik ini. Pasti beliau sudah melihat apa yang akan terjadi pada rakyat Indonesia jika kita memilih berperang,&amp;rdquo; ungkap Nur melalui sambungan internasional kepada okezone, Kamis (2/9/2010). Nur yang bekerja sebagai dosen dan peneliti di Universitas Pendidikan Sultan Idris ini menambahkan, meski belakangan ini hubungan dua negara diwarnai ketegangan, namun kehidupan sehari-hari di Malaysia berjalan normal. Pemberitaan media massa di Malaysia mengenai ketegangan politik negara serumpun ini pun cenderung tidak bombastis. &amp;ldquo;Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena Pemerintah Malaysia memiliki kekuatan untuk mengarahkan media,&amp;rdquo; imbuhnya. Sementara aksi-aksi anti-Indonesia jarang terdengar di Malaysia. Beberapa waktu lalu, lanjut Nur, sempat ada aksi yang akan membakar bendera Indonesia di depan Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur. Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan aparat Malaysia. &amp;ldquo;Pemerintah Malaysia juga tegas dalam melarang berbagai bentuk demo,&amp;rdquo; tambahnya.Meski saat ini berdomisili di Malaysia, sebagai warga negara Indonesia, Nur mengaku optimistis hubungan kedua negara akan membaik.</description><content:encoded>JAKARTA - Pidato pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait hubungan Indonesia-Malaysia ditanggapi beragam. Ada yang menilai pidato SBY tidak tegas. Namun ada juga yang menganggap sikap Presiden menghindari konflik bersenjata dengan Malaysia, sebagai langkah bijak. Salah satu warga negara Indonesia di Malaysia, Nur Tjahjadi, condong pada sikap kedua. Menurut Nur, apa yang disampaikan Presiden SBY pasti telah melalui berbagai pertimbangan.&amp;ldquo;Tindakan Presiden sangat tepat. Sikap SBY menunjukkan bahwa dia memikirkan banyak pihak dalam kisruh politik ini. Pasti beliau sudah melihat apa yang akan terjadi pada rakyat Indonesia jika kita memilih berperang,&amp;rdquo; ungkap Nur melalui sambungan internasional kepada okezone, Kamis (2/9/2010). Nur yang bekerja sebagai dosen dan peneliti di Universitas Pendidikan Sultan Idris ini menambahkan, meski belakangan ini hubungan dua negara diwarnai ketegangan, namun kehidupan sehari-hari di Malaysia berjalan normal. Pemberitaan media massa di Malaysia mengenai ketegangan politik negara serumpun ini pun cenderung tidak bombastis. &amp;ldquo;Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena Pemerintah Malaysia memiliki kekuatan untuk mengarahkan media,&amp;rdquo; imbuhnya. Sementara aksi-aksi anti-Indonesia jarang terdengar di Malaysia. Beberapa waktu lalu, lanjut Nur, sempat ada aksi yang akan membakar bendera Indonesia di depan Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur. Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan aparat Malaysia. &amp;ldquo;Pemerintah Malaysia juga tegas dalam melarang berbagai bentuk demo,&amp;rdquo; tambahnya.Meski saat ini berdomisili di Malaysia, sebagai warga negara Indonesia, Nur mengaku optimistis hubungan kedua negara akan membaik.</content:encoded></item></channel></rss>
