<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golkar Urung Ajukan Interpelasi Soal Malaysia</title><description>Keputusan ini diambil setelah Priyo berdiskusi panjang lebar dengan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto serta para petinggi partai lain</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/02/339/369598/golkar-urung-ajukan-interpelasi-soal-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/02/339/369598/golkar-urung-ajukan-interpelasi-soal-malaysia"/><item><title>Golkar Urung Ajukan Interpelasi Soal Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/02/339/369598/golkar-urung-ajukan-interpelasi-soal-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/02/339/369598/golkar-urung-ajukan-interpelasi-soal-malaysia</guid><pubDate>Kamis 02 September 2010 21:07 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/02/339/369598/WLFnJeOkYy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Priyo Budi  Santoso (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/02/339/369598/WLFnJeOkYy.jpg</image><title>Priyo Budi  Santoso (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA- Fraksi Partai Golkar yang semula getol mendorong hak interpelasi insiden penangkapan tiga petugas DKP oleh marine police Malaysia mulai melunak setelah mendengarkan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin malam.Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta, Kamis (2/9/2010), menyatakan pihaknya akan mengkaji ulang rencana tersebut.Keputusan ini diambil setelah Priyo berdiskusi panjang lebar dengan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto serta para petinggi partai lain. &amp;ldquo;Sementara kami urungkan karena kami menghormati dan mau mengapresiasi sikap presiden dalam pidato semalam,&amp;rdquo; ujar Priyo.Dalam kaitan ini, partai Golkar akan lebih mengedepankan dan menunggu respons positif dari pemerintah Malaysia.Penampilan Presiden dengan mimik muka serius dan gaya bicara yang lugas ketika berbicara mengenai kepentingan nasional menjadi salah satu pertimbangan Fraksi Partai Golkar membatalkan rencana menggulirkan hak interpelasi. &amp;ldquo;Dan yang paling penting adalah ikhtiar dalam waktu yang sesingkat-singkatnya memaksa Malaysia untuk duduk berunding mengenai perbatasan maritim kita,&amp;rdquo; ujarnya.Priyo menegaskan, keputusan ini masih bersifat sementara dan bisa berubah apabila para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II masih lamban menerjemahkan pidato presiden.&amp;ldquo;Semua akan kita lihat tindak lanjut dari menteri kita ketika berunding dengan Malaysia membahas tentang perbatasan negara. Saya tidak mau kita memberikan sejengkal tanah dan laut kita kecuali kemudian mereka kita paksa berunding sesuai dengan tata aturan yang kita akui selama ini,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Fraksi Partai Golkar yang semula getol mendorong hak interpelasi insiden penangkapan tiga petugas DKP oleh marine police Malaysia mulai melunak setelah mendengarkan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin malam.Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso di kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta, Kamis (2/9/2010), menyatakan pihaknya akan mengkaji ulang rencana tersebut.Keputusan ini diambil setelah Priyo berdiskusi panjang lebar dengan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto serta para petinggi partai lain. &amp;ldquo;Sementara kami urungkan karena kami menghormati dan mau mengapresiasi sikap presiden dalam pidato semalam,&amp;rdquo; ujar Priyo.Dalam kaitan ini, partai Golkar akan lebih mengedepankan dan menunggu respons positif dari pemerintah Malaysia.Penampilan Presiden dengan mimik muka serius dan gaya bicara yang lugas ketika berbicara mengenai kepentingan nasional menjadi salah satu pertimbangan Fraksi Partai Golkar membatalkan rencana menggulirkan hak interpelasi. &amp;ldquo;Dan yang paling penting adalah ikhtiar dalam waktu yang sesingkat-singkatnya memaksa Malaysia untuk duduk berunding mengenai perbatasan maritim kita,&amp;rdquo; ujarnya.Priyo menegaskan, keputusan ini masih bersifat sementara dan bisa berubah apabila para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II masih lamban menerjemahkan pidato presiden.&amp;ldquo;Semua akan kita lihat tindak lanjut dari menteri kita ketika berunding dengan Malaysia membahas tentang perbatasan negara. Saya tidak mau kita memberikan sejengkal tanah dan laut kita kecuali kemudian mereka kita paksa berunding sesuai dengan tata aturan yang kita akui selama ini,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
