<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Angkat Bicara Soal Kemacetan di Jakarta</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara soal problem kemacetan di Jakarta. Presiden juga menjawab anggapan orang bahwa iring-iring kendaraannya kerap menjadi biang kerok kemacetan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/04/338/370003/presiden-angkat-bicara-soal-kemacetan-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/04/338/370003/presiden-angkat-bicara-soal-kemacetan-di-jakarta"/><item><title>Presiden Angkat Bicara Soal Kemacetan di Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/04/338/370003/presiden-angkat-bicara-soal-kemacetan-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/04/338/370003/presiden-angkat-bicara-soal-kemacetan-di-jakarta</guid><pubDate>Sabtu 04 September 2010 01:12 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/03/338/370003/uW3JPZ9c4b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/03/338/370003/uW3JPZ9c4b.jpg</image><title>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara soal problem kemacetan di Jakarta. Presiden juga menjawab anggapan orang bahwa iring-iring kendaraannya kerap menjadi biang kerok kemacetan.&quot;Bicara kemacetan, ini saya juga sering menjadi korban, saya bekerja di kantor selama tiga hari tiga malam tidak keluar, mungkin ada kemacetan, langsung ada telepon. Pak SBY apa baru lewat tempat ini? Lewat dimana? Saya di kantor ini. Jadi Kalau macet pasti presiden lewat ini,&quot; katanya dalam acara berbuka puasa bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat (3/9/2010).Presiden menceritakan, selama menghadiri undangan buka puasa dari DPR, DPD, BRI, TNI, POLRI dirinya juga mengalami kemacetan.&quot;Saudara  tahu biasanya dari kantor saya di Istana sampai tempat itu seperempat jam, saya dua kali lipatkan setengah jam. Jadi hampir seperempat jam saya sama dengan yang lain, menunggu. Tadi dari Cikeas biasanya setengah jam saya gunakan waktu satu jam.  Saya juga sama menunggu, jadi tolong Jangan terlalu cepat kalau macet pasti Presiden lewat,&quot; ujarnya.Menurut Presiden, persoalan kemacetan adalah hal yang penting untuk dipecahkan karena juga menyangkut kepentingan bisnis. Adapun menyangkut kemacetan di Jakarta, kata dia, disebabkan oleh pertumbuhan motor dan mobil  yang mencapai 10-15 persen setahun. Sementara pertambahan panjang jalan per tahun hanya 0,01 persen.&quot;Setahun, dua tahun, 5 tahun, 10 tahun hampir pasti akan terjadi kemacetan luar biasa. Ini bicara Jakarta, Belum kepadatan penduduk,&quot; katanya.&quot;Saya kira Jakarta satu hektar dihuni lebih dari 250 yang ideal kurang dari 100 orang. Belum rasio antara gedung dan lingkungan. Kooefisiean daerah lingkungan dan sebagainya,&quot; paparnya lagi.Karena itu, kata Kepala Negara, ada persoalan yang fundamental di Jakarta yang tidak untuk ditangisi tapi dicari solusinya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara soal problem kemacetan di Jakarta. Presiden juga menjawab anggapan orang bahwa iring-iring kendaraannya kerap menjadi biang kerok kemacetan.&quot;Bicara kemacetan, ini saya juga sering menjadi korban, saya bekerja di kantor selama tiga hari tiga malam tidak keluar, mungkin ada kemacetan, langsung ada telepon. Pak SBY apa baru lewat tempat ini? Lewat dimana? Saya di kantor ini. Jadi Kalau macet pasti presiden lewat ini,&quot; katanya dalam acara berbuka puasa bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat (3/9/2010).Presiden menceritakan, selama menghadiri undangan buka puasa dari DPR, DPD, BRI, TNI, POLRI dirinya juga mengalami kemacetan.&quot;Saudara  tahu biasanya dari kantor saya di Istana sampai tempat itu seperempat jam, saya dua kali lipatkan setengah jam. Jadi hampir seperempat jam saya sama dengan yang lain, menunggu. Tadi dari Cikeas biasanya setengah jam saya gunakan waktu satu jam.  Saya juga sama menunggu, jadi tolong Jangan terlalu cepat kalau macet pasti Presiden lewat,&quot; ujarnya.Menurut Presiden, persoalan kemacetan adalah hal yang penting untuk dipecahkan karena juga menyangkut kepentingan bisnis. Adapun menyangkut kemacetan di Jakarta, kata dia, disebabkan oleh pertumbuhan motor dan mobil  yang mencapai 10-15 persen setahun. Sementara pertambahan panjang jalan per tahun hanya 0,01 persen.&quot;Setahun, dua tahun, 5 tahun, 10 tahun hampir pasti akan terjadi kemacetan luar biasa. Ini bicara Jakarta, Belum kepadatan penduduk,&quot; katanya.&quot;Saya kira Jakarta satu hektar dihuni lebih dari 250 yang ideal kurang dari 100 orang. Belum rasio antara gedung dan lingkungan. Kooefisiean daerah lingkungan dan sebagainya,&quot; paparnya lagi.Karena itu, kata Kepala Negara, ada persoalan yang fundamental di Jakarta yang tidak untuk ditangisi tapi dicari solusinya.</content:encoded></item></channel></rss>
