<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Formappi Nilai Gedung Baru Hanya Ruang Kebugaran</title><description>Pembangunan gedung baru DPR yang dilengkapi spa dan kolam renang terus  menuai kritik. Formappi menilai pembangunan tersebut bukan untuk  menunjang kerja anggota dewan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/04/339/370058/formappi-nilai-gedung-baru-hanya-ruang-kebugaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/04/339/370058/formappi-nilai-gedung-baru-hanya-ruang-kebugaran"/><item><title>Formappi Nilai Gedung Baru Hanya Ruang Kebugaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/04/339/370058/formappi-nilai-gedung-baru-hanya-ruang-kebugaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/04/339/370058/formappi-nilai-gedung-baru-hanya-ruang-kebugaran</guid><pubDate>Sabtu 04 September 2010 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Siti Ruqoyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/04/339/370058/CQgcMZy95w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung DPR (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/04/339/370058/CQgcMZy95w.jpg</image><title>Gedung DPR (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan gedung baru DPR yang dilengkapi spa dan kolam renang terus menuai kritik. Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, menilai pembangunan tersebut bukan untuk menunjang kerja anggota dewan.&amp;ldquo;Arsitek kan bilang kalau gedung itu punya fungsi sendiri, jadi (kalau dilengkapi spa) apakah fungsinya? Apakah untuk belajar, mendidik atau untuk kebugaran. Saya melihat hanya sebagai ruang kebugaran,&amp;rdquo; kata Sebastian.Ini dikatakan Sebastian Salang saat diskusi di Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/9/2010).Sebastian juga mengkritik tingginya gedung baru DPR. Dia melihat jika hanya ingin membagi beban staf yang digunakan anggota dewan tidak harus sampai lantai 36. &amp;ldquo;Lantai 5 saja sudah cukup, buat apa dibangun hingga 36 lantai,&amp;rdquo; tandasnya.Namun jika gedung tersebut jadi dibangun, maka harus diikuti dengan kinerja anggota dewan.&quot;Harusnya anggota DPR nanti lebih sering ada di ruang komisi, bukan di ruanganya karena sudah ada fasilitas,&quot; tegasnya.Sebelumnya, anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR dari Fraksi PPP Arwani Thomafi mengklaim usulan pembangunan gedung baru DPR senilai Rp1,6 triliun disetujui seluruh fraksi.Dia menjelaskan gedung baru adalah kebutuhan anggota dewan mengingat gedung yang ditempati sekarang over kapasitas. Arwani juga menegaskan, gedung yang mulai dibangun Oktober mendatang tidaklah menyuguhkan kemewahan seperti yang selama ini diperbincangkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan gedung baru DPR yang dilengkapi spa dan kolam renang terus menuai kritik. Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, menilai pembangunan tersebut bukan untuk menunjang kerja anggota dewan.&amp;ldquo;Arsitek kan bilang kalau gedung itu punya fungsi sendiri, jadi (kalau dilengkapi spa) apakah fungsinya? Apakah untuk belajar, mendidik atau untuk kebugaran. Saya melihat hanya sebagai ruang kebugaran,&amp;rdquo; kata Sebastian.Ini dikatakan Sebastian Salang saat diskusi di Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/9/2010).Sebastian juga mengkritik tingginya gedung baru DPR. Dia melihat jika hanya ingin membagi beban staf yang digunakan anggota dewan tidak harus sampai lantai 36. &amp;ldquo;Lantai 5 saja sudah cukup, buat apa dibangun hingga 36 lantai,&amp;rdquo; tandasnya.Namun jika gedung tersebut jadi dibangun, maka harus diikuti dengan kinerja anggota dewan.&quot;Harusnya anggota DPR nanti lebih sering ada di ruang komisi, bukan di ruanganya karena sudah ada fasilitas,&quot; tegasnya.Sebelumnya, anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR dari Fraksi PPP Arwani Thomafi mengklaim usulan pembangunan gedung baru DPR senilai Rp1,6 triliun disetujui seluruh fraksi.Dia menjelaskan gedung baru adalah kebutuhan anggota dewan mengingat gedung yang ditempati sekarang over kapasitas. Arwani juga menegaskan, gedung yang mulai dibangun Oktober mendatang tidaklah menyuguhkan kemewahan seperti yang selama ini diperbincangkan.</content:encoded></item></channel></rss>
