<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ironi.. Warga Perbatasan Lebih Pilih Produk Malaysia</title><description>Warga perbatasan Indonesia-Malaysia nampaknya lebih mengenal dan memilih barang-barang produk Malaysia, menyusul lambannya pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia di daerah tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; </description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/04/340/370178/ironi-warga-perbatasan-lebih-pilih-produk-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/04/340/370178/ironi-warga-perbatasan-lebih-pilih-produk-malaysia"/><item><title>Ironi.. Warga Perbatasan Lebih Pilih Produk Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/04/340/370178/ironi-warga-perbatasan-lebih-pilih-produk-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/04/340/370178/ironi-warga-perbatasan-lebih-pilih-produk-malaysia</guid><pubDate>Sabtu 04 September 2010 20:20 WIB</pubDate><dc:creator>Aceng Mukaram</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/04/340/370178/0Dxnk2s3TS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/04/340/370178/0Dxnk2s3TS.jpg</image><title>ilustrasi (foto: ist)</title></images><description>PONTIANAK - Warga perbatasan Indonesia-Malaysia nampaknya lebih mengenal dan memilih barang-barang produk Malaysia, menyusul lambannya pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia di daerah tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Salah satu daerah tersebut di antaranya adalah Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Daerah ini pembangunan dirasa masih sangat jauh terutama sarana infrastruktur.&quot;Jarak dengan Malaysia cukup dekat dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan jalan kaki, tapi jalan di sini masih rusak,&quot; kata Yanuarius (25) warga Desa Jasa, Kecamatan Ketungau Hulu kepada okezone, Sabtu, (4/9/2010).&amp;nbsp;Yanuarius juga tidak menampik jika produk Malaysia jauh lebih dikenal oleh masyarakat di daerah tersebut.&quot;Kami membeli barang-barang dari Malaysia, karena barang Malaysia lebih banyak dijual di sini dan kami mudah mendapatkannya. Begitupula sebaliknya, masyarakat di daerah itu juga menjual barang-barang seperti rempah-rempah ke Malaysia,&quot; ujarnya.Kondisi ini menurutnya wajar saja, karena selama ini pembangunan di daerahnya tidak berjalan dengan baik. &quot;Kalau daerah perbatasan lain cukup lumayan untuk pembangunan tapi tetap saja, warga di sana lebih memilih bahan kebutuhan pokok sampai prodak asal Malaysia,&quot;pungkasnya. </description><content:encoded>PONTIANAK - Warga perbatasan Indonesia-Malaysia nampaknya lebih mengenal dan memilih barang-barang produk Malaysia, menyusul lambannya pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia di daerah tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Salah satu daerah tersebut di antaranya adalah Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Daerah ini pembangunan dirasa masih sangat jauh terutama sarana infrastruktur.&quot;Jarak dengan Malaysia cukup dekat dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan jalan kaki, tapi jalan di sini masih rusak,&quot; kata Yanuarius (25) warga Desa Jasa, Kecamatan Ketungau Hulu kepada okezone, Sabtu, (4/9/2010).&amp;nbsp;Yanuarius juga tidak menampik jika produk Malaysia jauh lebih dikenal oleh masyarakat di daerah tersebut.&quot;Kami membeli barang-barang dari Malaysia, karena barang Malaysia lebih banyak dijual di sini dan kami mudah mendapatkannya. Begitupula sebaliknya, masyarakat di daerah itu juga menjual barang-barang seperti rempah-rempah ke Malaysia,&quot; ujarnya.Kondisi ini menurutnya wajar saja, karena selama ini pembangunan di daerahnya tidak berjalan dengan baik. &quot;Kalau daerah perbatasan lain cukup lumayan untuk pembangunan tapi tetap saja, warga di sana lebih memilih bahan kebutuhan pokok sampai prodak asal Malaysia,&quot;pungkasnya. </content:encoded></item></channel></rss>
