<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sengketa RI-Malaysia, Diplomasi Lemah Tanpa Senjata</title><description>Diplomasi menjadi pendekatan yang dikedepankan pemerintah terkait sengketa perbatasan dengan Malaysia. Namun diplomasi juga mengandung kelemahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/05/337/370323/sengketa-ri-malaysia-diplomasi-lemah-tanpa-senjata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/05/337/370323/sengketa-ri-malaysia-diplomasi-lemah-tanpa-senjata"/><item><title>Sengketa RI-Malaysia, Diplomasi Lemah Tanpa Senjata</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/05/337/370323/sengketa-ri-malaysia-diplomasi-lemah-tanpa-senjata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/05/337/370323/sengketa-ri-malaysia-diplomasi-lemah-tanpa-senjata</guid><pubDate>Minggu 05 September 2010 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/05/337/370323/TfxHNcWVem.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yorris Raweyai (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/05/337/370323/TfxHNcWVem.jpg</image><title>Yorris Raweyai (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Diplomasi menjadi pendekatan yang dikedepankan pemerintah terkait sengketa perbatasan dengan Malaysia. Namun diplomasi juga mengandung kelemahan.Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Yorris Raweyai mengakui bahwa senjata bukan satu-satunya solusi dalam menegakkan kedaulatan bangsa. Namun di sisi lain, diplomasi menjadi lemah jika tanpa didukung oleh kekuatan senjata.&amp;ldquo;Dalam konteks ini sungguh tepat ungkapan latin Bila Ingin Damai Maka Bersiaplah untuk Perang,&amp;rdquo; ujar Yorris saat memberikan sambutan pembukaan dialog aktivis muda Indonesia bertajuk Nasionalisme Kedaulatan Negara di Ujung Tanduk: Pembelajaran dari Potensi Konflik Perbatasan Indonesia-Malaysia di Hotel Nikko, Jakarta Pusat, Minggu (5/9/2010).Belajar dari kasus sengketa dengan Malaysia, lanjutnya, mengingatkan kembali kepada doktrin yang diajarkan Panglima Besar Jenderal Soedirman.&amp;ldquo;Kita Cinta Damai Tapi Lebih Cinta Kemerdekaan. Hari ini kita dapat mengatakan kita cinta damai tapi lebih cinta kedaulatan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Diplomasi menjadi pendekatan yang dikedepankan pemerintah terkait sengketa perbatasan dengan Malaysia. Namun diplomasi juga mengandung kelemahan.Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Yorris Raweyai mengakui bahwa senjata bukan satu-satunya solusi dalam menegakkan kedaulatan bangsa. Namun di sisi lain, diplomasi menjadi lemah jika tanpa didukung oleh kekuatan senjata.&amp;ldquo;Dalam konteks ini sungguh tepat ungkapan latin Bila Ingin Damai Maka Bersiaplah untuk Perang,&amp;rdquo; ujar Yorris saat memberikan sambutan pembukaan dialog aktivis muda Indonesia bertajuk Nasionalisme Kedaulatan Negara di Ujung Tanduk: Pembelajaran dari Potensi Konflik Perbatasan Indonesia-Malaysia di Hotel Nikko, Jakarta Pusat, Minggu (5/9/2010).Belajar dari kasus sengketa dengan Malaysia, lanjutnya, mengingatkan kembali kepada doktrin yang diajarkan Panglima Besar Jenderal Soedirman.&amp;ldquo;Kita Cinta Damai Tapi Lebih Cinta Kemerdekaan. Hari ini kita dapat mengatakan kita cinta damai tapi lebih cinta kedaulatan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
