<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panganan Illegal Malaysia Bererdar di Indonesia</title><description>BPOM melansir sebanyak 1.481 item makanan  atau 621.361 satuan makanan tidak memuhi ketentuan. Dari  jumlah tersebut, sebanyak 58,8 persen merupakan panganan impor illegal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/08/337/371229/panganan-illegal-malaysia-bererdar-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/08/337/371229/panganan-illegal-malaysia-bererdar-di-indonesia"/><item><title>Panganan Illegal Malaysia Bererdar di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/08/337/371229/panganan-illegal-malaysia-bererdar-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/08/337/371229/panganan-illegal-malaysia-bererdar-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 08 September 2010 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/08/337/371229/Z9TPCzYDor.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produk makanan Malaysia (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/08/337/371229/Z9TPCzYDor.jpg</image><title>Produk makanan Malaysia (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Obat dan Makanan (BPOM) melansir sebanyak 1.481 item makanan atau 621.361 satuan makanan tidak memuhi kriteria makanan sehat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58,8 persen merupakan panganan impor illegal.&amp;ldquo;Sebagain besar tidak memiliki izin edar dan tidak melengkapi label dengan bahasa Indonesia,&amp;rdquo; kata Kepala BPOM Kustantinah saat jumpa pers di Gedung BPOM, Jakarta, Rabu (8/9/2010).Pantauan okezone sebagain besar makanan tersebut merupakan makanan produksi Malaysia. Beberapa produk di antaranya Nescafe, Milo, Quaker Oat Meal, Caffelate, Bijirin Segera Beras Perang, Dumex, Kembang Gula Sapi, dan agar-agar Konnyaku.Sedangkana untuk panganan kedaluwarsa mencapai 36,5 persen dari temuan tersebut.&amp;ldquo;Hasil temuan ini akan ditindaklanjuti seusai dengan peraturan perundang-undangan, bisa berupa pemberian sanksi adminitratif hingga sanksi pidana,&amp;rdquo; tegasnya.Kustantinah menambahkan, data tersebut berasal dari razia yang dilakukan serentak di Indonesia pada H-3 atau 7 September lalu. Razia ini melibatkan Kepolisian, Bea Cukai, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Obat dan Makanan (BPOM) melansir sebanyak 1.481 item makanan atau 621.361 satuan makanan tidak memuhi kriteria makanan sehat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58,8 persen merupakan panganan impor illegal.&amp;ldquo;Sebagain besar tidak memiliki izin edar dan tidak melengkapi label dengan bahasa Indonesia,&amp;rdquo; kata Kepala BPOM Kustantinah saat jumpa pers di Gedung BPOM, Jakarta, Rabu (8/9/2010).Pantauan okezone sebagain besar makanan tersebut merupakan makanan produksi Malaysia. Beberapa produk di antaranya Nescafe, Milo, Quaker Oat Meal, Caffelate, Bijirin Segera Beras Perang, Dumex, Kembang Gula Sapi, dan agar-agar Konnyaku.Sedangkana untuk panganan kedaluwarsa mencapai 36,5 persen dari temuan tersebut.&amp;ldquo;Hasil temuan ini akan ditindaklanjuti seusai dengan peraturan perundang-undangan, bisa berupa pemberian sanksi adminitratif hingga sanksi pidana,&amp;rdquo; tegasnya.Kustantinah menambahkan, data tersebut berasal dari razia yang dilakukan serentak di Indonesia pada H-3 atau 7 September lalu. Razia ini melibatkan Kepolisian, Bea Cukai, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.</content:encoded></item></channel></rss>
