<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Akui Jakarta Tak Ideal Jadi Ibukota Lagi</title><description>Sentralisasi aktivitas bisnis dan pemerintahan memunculkan beragam persoalan yang membuat daya dukung Jakarta sebagai ibukota semakin lemah. Wacana pemindahan ibukota pun mencuat seiring semakin padatnya Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/09/338/371422/presiden-akui-jakarta-tak-ideal-jadi-ibukota-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/09/338/371422/presiden-akui-jakarta-tak-ideal-jadi-ibukota-lagi"/><item><title>Presiden Akui Jakarta Tak Ideal Jadi Ibukota Lagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/09/338/371422/presiden-akui-jakarta-tak-ideal-jadi-ibukota-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/09/338/371422/presiden-akui-jakarta-tak-ideal-jadi-ibukota-lagi</guid><pubDate>Kamis 09 September 2010 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/08/338/371422/4zFUn7K0Br.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/08/338/371422/4zFUn7K0Br.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Sentralisasi aktivitas bisnis dan pemerintahan memunculkan beragam persoalan yang membuat daya dukung Jakarta sebagai ibukota semakin lemah. Wacana pemindahan ibukota pun mencuat seiring semakin padatnya Jakarta.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Istana Negara, Rabu (8/9/2010) mengakui Jakarta sudah tidak layak dijadikan ibukota lagi. Sehingga perlu dipikirkan sejumlah opsi.&amp;ldquo;Kalau kita jujur, objektif, jernih berpikir, memang Jakarta sebagai ibukota negara, sekaligus pusat perdagangan, tidak lagi ideal,&amp;rdquo; ujarnya.Pasalnya, rasio antara jumlah penduduk dengan lingkungan sudah tidak memadai. Idealnya area seluas satu hektare dihuni 100 orang. Namun faktanya, Jakarta sudah terlalu padat.Pun dengan persoalan pelik kemacetan yang diakibatkan tidak sebandingnya luas jalan dengan pertumbuhan kendaraan bermotor. &amp;ldquo;Prasarana jalan di Jakarta rasionya dengan jumlah kendaraan juga sungguh tidak memadai,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sentralisasi aktivitas bisnis dan pemerintahan memunculkan beragam persoalan yang membuat daya dukung Jakarta sebagai ibukota semakin lemah. Wacana pemindahan ibukota pun mencuat seiring semakin padatnya Jakarta.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Istana Negara, Rabu (8/9/2010) mengakui Jakarta sudah tidak layak dijadikan ibukota lagi. Sehingga perlu dipikirkan sejumlah opsi.&amp;ldquo;Kalau kita jujur, objektif, jernih berpikir, memang Jakarta sebagai ibukota negara, sekaligus pusat perdagangan, tidak lagi ideal,&amp;rdquo; ujarnya.Pasalnya, rasio antara jumlah penduduk dengan lingkungan sudah tidak memadai. Idealnya area seluas satu hektare dihuni 100 orang. Namun faktanya, Jakarta sudah terlalu padat.Pun dengan persoalan pelik kemacetan yang diakibatkan tidak sebandingnya luas jalan dengan pertumbuhan kendaraan bermotor. &amp;ldquo;Prasarana jalan di Jakarta rasionya dengan jumlah kendaraan juga sungguh tidak memadai,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
