<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Insiden Maut di Istana Tak Diusut?</title><description>Front Tuna Rungu Demokrasi dan Benteng Demokrasi Kerakyatan (Bendera) menyesalkan insiden tewasnya tuna netra, Joni Malela (45) warga yang mengantre dalam silahturahmi di Istana, Jakarta kemarin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/11/337/371661/kenapa-insiden-maut-di-istana-tak-diusut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/11/337/371661/kenapa-insiden-maut-di-istana-tak-diusut"/><item><title>Kenapa Insiden Maut di Istana Tak Diusut?</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/11/337/371661/kenapa-insiden-maut-di-istana-tak-diusut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/11/337/371661/kenapa-insiden-maut-di-istana-tak-diusut</guid><pubDate>Sabtu 11 September 2010 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/11/337/371661/0T7aw2rr4a.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> (Foto: Insaf Albert/okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/11/337/371661/0T7aw2rr4a.jpg</image><title> (Foto: Insaf Albert/okezone) </title></images><description>JAKARTA - Front Tuna Rungu Demokrasi dan Benteng Demokrasi Kerakyatan (Bendera) menyesalkan insiden tewasnya tuna netra, Joni Malela (45) warga yang mengantre dalam silahturahmi di Istana, Jakarta kemarin.Dua kelompok ini juga mempertanyakan proses penanganan perkara yang dihentikan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Gambir, Jakarta Pusat. &quot;Hal ini harus diusut secara hukum. Ini kelalaian pihak Istana dan pemerintah,&quot; kata aktivis Bendera, Mustar Bonaventura dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (11/9/2010).Sementara, aktivis Bendera lainnya Thamrin membandingkan insiden maut di Istana dengan insiden serupa yang pernah terjadi Jawa Timur pada 16 September 2008. Saat itu sebanyak 21 kaum duafa tewas terinjak-injak dalam antrean pembagian zakat.&quot;Kasus di Jawa Timur, penyelenggara yang juga pengusaha ditangkap. Kejadian di Istana jangan karena itu tempatnya pemerintah tidak diproses secara hukum,&quot; tegas Thamrin.Pengurus Front Tuna Rungu Demokrasi, Michael, menambahkan, kelalaian Istana bisa dilihat dari buruknya penanganan antrean warga yang ingin bersilaturahim dengan SBY.&quot;Harusnya panitia membuat pemisahan antrean antara penyandang cacat dan orang normal. Pemerintah lalai akan keselamatan warganya,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Front Tuna Rungu Demokrasi dan Benteng Demokrasi Kerakyatan (Bendera) menyesalkan insiden tewasnya tuna netra, Joni Malela (45) warga yang mengantre dalam silahturahmi di Istana, Jakarta kemarin.Dua kelompok ini juga mempertanyakan proses penanganan perkara yang dihentikan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Gambir, Jakarta Pusat. &quot;Hal ini harus diusut secara hukum. Ini kelalaian pihak Istana dan pemerintah,&quot; kata aktivis Bendera, Mustar Bonaventura dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (11/9/2010).Sementara, aktivis Bendera lainnya Thamrin membandingkan insiden maut di Istana dengan insiden serupa yang pernah terjadi Jawa Timur pada 16 September 2008. Saat itu sebanyak 21 kaum duafa tewas terinjak-injak dalam antrean pembagian zakat.&quot;Kasus di Jawa Timur, penyelenggara yang juga pengusaha ditangkap. Kejadian di Istana jangan karena itu tempatnya pemerintah tidak diproses secara hukum,&quot; tegas Thamrin.Pengurus Front Tuna Rungu Demokrasi, Michael, menambahkan, kelalaian Istana bisa dilihat dari buruknya penanganan antrean warga yang ingin bersilaturahim dengan SBY.&quot;Harusnya panitia membuat pemisahan antrean antara penyandang cacat dan orang normal. Pemerintah lalai akan keselamatan warganya,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
