<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turunkan Penumpang Tunanetra, Garuda Indonesia Didemo</title><description>Kantor maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Jalan Slamet Riyadi,  Kota Makassar, didatangi puluhan penyandang cacat tunanetra, Rabu (15/  9/2010).
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/15/340/372241/turunkan-penumpang-tunanetra-garuda-indonesia-didemo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/15/340/372241/turunkan-penumpang-tunanetra-garuda-indonesia-didemo"/><item><title>Turunkan Penumpang Tunanetra, Garuda Indonesia Didemo</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/15/340/372241/turunkan-penumpang-tunanetra-garuda-indonesia-didemo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/15/340/372241/turunkan-penumpang-tunanetra-garuda-indonesia-didemo</guid><pubDate>Rabu 15 September 2010 11:07 WIB</pubDate><dc:creator>Andi Aisyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/15/340/372241/HmVd5CJXgy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">wordpress (ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/15/340/372241/HmVd5CJXgy.jpg</image><title>wordpress (ilustrasi)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kantor maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Jalan Slamet Riyadi, Kota Makassar, didatangi puluhan penyandang cacat tunanetra, Rabu (15/ 9/2010).
&amp;nbsp;
Aksi para tunanetra ini dilakukan buntut dari perlakuan maskapai milik pemerintah yang menurunkan seorang penumpang tunanetra bernama Irwan Subena pada Selasa 14 September pukul 12.15 Wita kemarin saat hendak terbang dari Makassar ke Denpasar.
&amp;nbsp;
Berdasarkan penuturan koordinator aksi, Abdurrahman, kala itu Irwan dipaksa turun oleh seorang pilot Garuda dengan nomor GA 607771 bernama Sumanto. Menurut Sumanto, orang tunanetra dilarang menaiki pesawat Garuda Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pihak Garuda telah bersikap diskriminatif terhadap penyandang cacat dan tidak memahami Undang-Undang Penerbangan tahun 2009. Kami menuntut agar pilot Sumanto dipecat,&amp;rdquo; tegas Abdurrahman dalam orasinya.
&amp;nbsp;
Aksi puluhan orang yang tak bisa melihat dengan normal ini akhirnya mendapat tanggapan dari pihak Garuda. Melalui Kepala Cabang Makassar, Rismon,  Garuda Indonesia meminta maaf.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Atas kejadian ini kami memohon maaf. Kejadian tersebut disebabkan awak kabin kami yang keliru. Sekali lagi kami mohon maaf,&amp;rdquo; tandas Rismon.
&amp;nbsp;
Setelah mendengarkan pernyataan Rismon tersebut, para pendemo akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Rencananya, mereka akan menyeret kasus ini ke lembaga hukum.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kantor maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Jalan Slamet Riyadi, Kota Makassar, didatangi puluhan penyandang cacat tunanetra, Rabu (15/ 9/2010).
&amp;nbsp;
Aksi para tunanetra ini dilakukan buntut dari perlakuan maskapai milik pemerintah yang menurunkan seorang penumpang tunanetra bernama Irwan Subena pada Selasa 14 September pukul 12.15 Wita kemarin saat hendak terbang dari Makassar ke Denpasar.
&amp;nbsp;
Berdasarkan penuturan koordinator aksi, Abdurrahman, kala itu Irwan dipaksa turun oleh seorang pilot Garuda dengan nomor GA 607771 bernama Sumanto. Menurut Sumanto, orang tunanetra dilarang menaiki pesawat Garuda Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pihak Garuda telah bersikap diskriminatif terhadap penyandang cacat dan tidak memahami Undang-Undang Penerbangan tahun 2009. Kami menuntut agar pilot Sumanto dipecat,&amp;rdquo; tegas Abdurrahman dalam orasinya.
&amp;nbsp;
Aksi puluhan orang yang tak bisa melihat dengan normal ini akhirnya mendapat tanggapan dari pihak Garuda. Melalui Kepala Cabang Makassar, Rismon,  Garuda Indonesia meminta maaf.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Atas kejadian ini kami memohon maaf. Kejadian tersebut disebabkan awak kabin kami yang keliru. Sekali lagi kami mohon maaf,&amp;rdquo; tandas Rismon.
&amp;nbsp;
Setelah mendengarkan pernyataan Rismon tersebut, para pendemo akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Rencananya, mereka akan menyeret kasus ini ke lembaga hukum.</content:encoded></item></channel></rss>
