<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terlalu Prematur Menduga 3 Teknisi Sukhoi Tewas Dibunuh</title><description>Pengamat intelijen Dynno Cressbon menyatakan tidak tertutup kemungkinan tiga perakit pesawat Sukhoi Su-27 SKM yang tengah berada di Makassar, tewas dibunuh oleh para kompetitornya di industri militer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/16/337/372532/terlalu-prematur-menduga-3-teknisi-sukhoi-tewas-dibunuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/16/337/372532/terlalu-prematur-menduga-3-teknisi-sukhoi-tewas-dibunuh"/><item><title>Terlalu Prematur Menduga 3 Teknisi Sukhoi Tewas Dibunuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/16/337/372532/terlalu-prematur-menduga-3-teknisi-sukhoi-tewas-dibunuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/16/337/372532/terlalu-prematur-menduga-3-teknisi-sukhoi-tewas-dibunuh</guid><pubDate>Kamis 16 September 2010 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/16/337/372532/HOStT6XLHc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tim Dokter Rusia (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/16/337/372532/HOStT6XLHc.jpg</image><title>Tim Dokter Rusia (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA- Pengamat intelijen Dynno Cressbon menyatakan tidak tertutup kemungkinan tiga perakit pesawat Sukhoi Su-27 SKM yang tengah berada di Makassar, tewas dibunuh oleh para kompetitornya di industri militer.Sayangnya Dynno tidak memaparkan bukti-bukti yang menguatkan pendapatnya. Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Luhulima tidak sependapat dengan analisis Dynno.Menurut dia dugaan tersebut terlalu prematur. &amp;ldquo;Itu sangat spekulatif. Kita mesti tunggu hasil autopsinya,&amp;rdquo; ujarnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (16/9/2010).Dari aspek diplomatik, kata Luhulima, pemerintah telah memenuhi prosedur baku. Yaitu melaporkan kasus tersebut ke perwakilan diplomatik Rusia di Indonesia. Selanjutnya, pemerintah juga memberikan akses kepada dokter yang dikirim pemerintah Rusia untuk melakukan pemeriksaan medis.Sebagaimana diberitakan sebelumnya warga negara Rusia, Alexander Poltorak, Sergei Voronin, dan Victor Safonov, tewas saat berada di Makassar. Sementara Andrey Zayestev dan Andre Shavalov berhasil selamat setelah dirawat di RS dr Wahidin Sudirohusodo, Makasar. Dugaan sementara penyebab kematian tiga teknisi Sukhoi di atas lantaran mengonsumsi minuman keras.</description><content:encoded>JAKARTA- Pengamat intelijen Dynno Cressbon menyatakan tidak tertutup kemungkinan tiga perakit pesawat Sukhoi Su-27 SKM yang tengah berada di Makassar, tewas dibunuh oleh para kompetitornya di industri militer.Sayangnya Dynno tidak memaparkan bukti-bukti yang menguatkan pendapatnya. Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Luhulima tidak sependapat dengan analisis Dynno.Menurut dia dugaan tersebut terlalu prematur. &amp;ldquo;Itu sangat spekulatif. Kita mesti tunggu hasil autopsinya,&amp;rdquo; ujarnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (16/9/2010).Dari aspek diplomatik, kata Luhulima, pemerintah telah memenuhi prosedur baku. Yaitu melaporkan kasus tersebut ke perwakilan diplomatik Rusia di Indonesia. Selanjutnya, pemerintah juga memberikan akses kepada dokter yang dikirim pemerintah Rusia untuk melakukan pemeriksaan medis.Sebagaimana diberitakan sebelumnya warga negara Rusia, Alexander Poltorak, Sergei Voronin, dan Victor Safonov, tewas saat berada di Makassar. Sementara Andrey Zayestev dan Andre Shavalov berhasil selamat setelah dirawat di RS dr Wahidin Sudirohusodo, Makasar. Dugaan sementara penyebab kematian tiga teknisi Sukhoi di atas lantaran mengonsumsi minuman keras.</content:encoded></item></channel></rss>
