<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenkes Resmikan Yayasan Bilqis</title><description>Kementerian Kesehatan meresmikan Yayasan Bilqis sebagai wadah untuk  mencari informasi tentang penyakit kelainan pada pertumbuhan empedu atau  Atresia Bilier.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/16/337/372651/kemenkes-resmikan-yayasan-bilqis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/16/337/372651/kemenkes-resmikan-yayasan-bilqis"/><item><title>Kemenkes Resmikan Yayasan Bilqis</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/16/337/372651/kemenkes-resmikan-yayasan-bilqis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/16/337/372651/kemenkes-resmikan-yayasan-bilqis</guid><pubDate>Kamis 16 September 2010 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Ajat M Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/16/337/372651/sGzqJMJRRh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/16/337/372651/sGzqJMJRRh.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kesehatan meresmikan Yayasan Bilqis sebagai wadah untuk mencari informasi tentang penyakit kelainan pada pertumbuhan empedu atau Atresia Bilier.
&amp;nbsp;
&quot;Saya berharap yayasan ini bisa menjadi wadah komunikasi dalam penyakit Atresia Bilier dan menumbuhkan rasa tolong menolong antara sesama orang tua,&quot; ujar Sekertaris Jenderal Kementerian Kesehatan Ratna Rosita dalam sambutannya di Gedung Kementerian Keseharan, Jakarta Selatan, Kamis (16/9/2010).
&amp;nbsp;
Menurutnya, penyakit Atresia Bilier ini memang penyakit yang sangat cukup langka dan sampai saat ini belum ada obatnya. Selain itu, penanganan penyakit ini juga memerlukan teknologi yang canggih dan biaya mahal.
&amp;nbsp;
&quot;Penyakit ini satu banding seribu dari setiap kelahiran bayi, jadi perlu kesadaran dini untuk bisa cepat ditangani,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut menurutnya, penyakit ini juga tidak dapat terdeteksi pada awal-awal kehamilan pada sang ibu, sebab penyakit ini merupakan penyakit kelainan bawaan pada saat bayi lahir.
&amp;nbsp;
&quot;Ibu hamil itu harus hati-hati, harus kontrol, dan melakukan kunjungan minimal empat kali untuk mengkontrol kondisi kandungannya,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Dalam acara tersebut juga tampak hadir orang tua almarhumah Bilqis Anindia Pasha yang merupakan penderita Atresia Bilier. Selain orang tua Bilqis, turut hadir pula orang tua anak-anak yang mengidap penyakit yang sama.
&amp;nbsp;
Dalam peresmian tersebut, Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes Ratna Rosita menandatangani prasasti peresmian yayasan. Selain itu penandatanganan juga disaksikan keluarga Bilqis dan pejabat-pejabat Kemenkes.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kesehatan meresmikan Yayasan Bilqis sebagai wadah untuk mencari informasi tentang penyakit kelainan pada pertumbuhan empedu atau Atresia Bilier.
&amp;nbsp;
&quot;Saya berharap yayasan ini bisa menjadi wadah komunikasi dalam penyakit Atresia Bilier dan menumbuhkan rasa tolong menolong antara sesama orang tua,&quot; ujar Sekertaris Jenderal Kementerian Kesehatan Ratna Rosita dalam sambutannya di Gedung Kementerian Keseharan, Jakarta Selatan, Kamis (16/9/2010).
&amp;nbsp;
Menurutnya, penyakit Atresia Bilier ini memang penyakit yang sangat cukup langka dan sampai saat ini belum ada obatnya. Selain itu, penanganan penyakit ini juga memerlukan teknologi yang canggih dan biaya mahal.
&amp;nbsp;
&quot;Penyakit ini satu banding seribu dari setiap kelahiran bayi, jadi perlu kesadaran dini untuk bisa cepat ditangani,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut menurutnya, penyakit ini juga tidak dapat terdeteksi pada awal-awal kehamilan pada sang ibu, sebab penyakit ini merupakan penyakit kelainan bawaan pada saat bayi lahir.
&amp;nbsp;
&quot;Ibu hamil itu harus hati-hati, harus kontrol, dan melakukan kunjungan minimal empat kali untuk mengkontrol kondisi kandungannya,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Dalam acara tersebut juga tampak hadir orang tua almarhumah Bilqis Anindia Pasha yang merupakan penderita Atresia Bilier. Selain orang tua Bilqis, turut hadir pula orang tua anak-anak yang mengidap penyakit yang sama.
&amp;nbsp;
Dalam peresmian tersebut, Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes Ratna Rosita menandatangani prasasti peresmian yayasan. Selain itu penandatanganan juga disaksikan keluarga Bilqis dan pejabat-pejabat Kemenkes.</content:encoded></item></channel></rss>
