<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Minta Grand Design Pemindahan Ibukota</title><description>Kalangan DPR mendesak pemerintah segera mematangkan rencana pemindahan ibukota negara dengan membuat time schedule, master plan, dan grand design-nya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/20/338/373655/dpr-minta-grand-design-pemindahan-ibukota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/20/338/373655/dpr-minta-grand-design-pemindahan-ibukota"/><item><title>DPR Minta Grand Design Pemindahan Ibukota</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/20/338/373655/dpr-minta-grand-design-pemindahan-ibukota</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/20/338/373655/dpr-minta-grand-design-pemindahan-ibukota</guid><pubDate>Senin 20 September 2010 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/20/338/373655/VKa6sz5QKN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemacetan di Ibukota (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/20/338/373655/VKa6sz5QKN.jpg</image><title>Kemacetan di Ibukota (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kalangan DPR mendesak pemerintah segera mematangkan rencana pemindahan ibukota negara dengan membuat time schedule, master plan, dan grand design-nya.  &amp;ldquo;Paling tidak, perencanaan, kajian, dan feasibility study bisa dibuat  dalam waktu tiga tahun. Kemudian, pembangunan direalisasikan selama lima  tahun. Dengan demikian, pada tahun 2018, Indonesia sudah memiliki  ibukota yang baru,&amp;rdquo; ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M Said di  Jakarta, Minggu (19/9/2010).  Dia mengatakan, percepatan pertumbuhan penduduk, jumlah kendaraan, dan  pembangunan yang dilakukan secara parsial membuat persoalan ibukota  semakin rumit.  &amp;ldquo;Contoh kemacetan saja, sekarang lalu lintas nyaris tidak bergerak,&amp;rdquo;  tandasnya. Menurut dia, wacana perpindahan ibu kota yang dilontarkan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat buka bersama Kadin  pada 3 September lalu harus segera ditindaklanjuti dengan berbagai  langkah strategis oleh kementerian dan lembaga terkait.  Karena itu, dia juga mendukung rencana Presiden SBY mengajak Kabinet  Indonesia Bersatu (KIB) II untuk membicarakan kerangka perencanaan  secara komprehensif dalam menyusun kebijakan perpindahan ibu kota itu  setelah libur Idul Fitri.  Menurut Muhidin, harus ada konsolidasi intensif antara kementerian dan  lembaga untuk menyatukan rumusan kajian mengenai perpindahan ibukota.  Menurut dia, semua dokumen yang telah diselesaikan seperti assessment  awal, berbagai kajian tata ruang terkait dengan Ibukota Jakarta, serta  kajian terhadap opsi-opsi alternatif ibu kota harus segera dikerucutkan.  &amp;ldquo;Dari berbagai kajian yang telah dilakukan,pemerintah harus merumuskan  dan memetakan sejumlah opsi tentang skenario perpindahan ibu kota,&amp;rdquo;  ujarnya.  Komisi V DPR, ujarnya, juga meminta para pemangku kepentingan seperti  pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan universitas, dan lembaga  swadaya masyarakat untuk memberikan sumbangan pikiran bagi penyempurnaan  kajian-kajian yang dilakukan pemerintah.  Hal senada diungkapkan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari. Menurut  dia, sejak awal, Jakarta memang tidak ideal untuk menjadi ibu kota  negara.  Karena itu, Bung Karno sudah memunculkan wacana pemindahan ibukota ke  Palangkaraya sejak dulu. &amp;ldquo;Kemudian, saat era Orde Baru, muncul usulan  lokasi lain, yakni di Jonggol, Bogor,&amp;rdquo; kata Hajrianto.</description><content:encoded>JAKARTA - Kalangan DPR mendesak pemerintah segera mematangkan rencana pemindahan ibukota negara dengan membuat time schedule, master plan, dan grand design-nya.  &amp;ldquo;Paling tidak, perencanaan, kajian, dan feasibility study bisa dibuat  dalam waktu tiga tahun. Kemudian, pembangunan direalisasikan selama lima  tahun. Dengan demikian, pada tahun 2018, Indonesia sudah memiliki  ibukota yang baru,&amp;rdquo; ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M Said di  Jakarta, Minggu (19/9/2010).  Dia mengatakan, percepatan pertumbuhan penduduk, jumlah kendaraan, dan  pembangunan yang dilakukan secara parsial membuat persoalan ibukota  semakin rumit.  &amp;ldquo;Contoh kemacetan saja, sekarang lalu lintas nyaris tidak bergerak,&amp;rdquo;  tandasnya. Menurut dia, wacana perpindahan ibu kota yang dilontarkan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat buka bersama Kadin  pada 3 September lalu harus segera ditindaklanjuti dengan berbagai  langkah strategis oleh kementerian dan lembaga terkait.  Karena itu, dia juga mendukung rencana Presiden SBY mengajak Kabinet  Indonesia Bersatu (KIB) II untuk membicarakan kerangka perencanaan  secara komprehensif dalam menyusun kebijakan perpindahan ibu kota itu  setelah libur Idul Fitri.  Menurut Muhidin, harus ada konsolidasi intensif antara kementerian dan  lembaga untuk menyatukan rumusan kajian mengenai perpindahan ibukota.  Menurut dia, semua dokumen yang telah diselesaikan seperti assessment  awal, berbagai kajian tata ruang terkait dengan Ibukota Jakarta, serta  kajian terhadap opsi-opsi alternatif ibu kota harus segera dikerucutkan.  &amp;ldquo;Dari berbagai kajian yang telah dilakukan,pemerintah harus merumuskan  dan memetakan sejumlah opsi tentang skenario perpindahan ibu kota,&amp;rdquo;  ujarnya.  Komisi V DPR, ujarnya, juga meminta para pemangku kepentingan seperti  pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan universitas, dan lembaga  swadaya masyarakat untuk memberikan sumbangan pikiran bagi penyempurnaan  kajian-kajian yang dilakukan pemerintah.  Hal senada diungkapkan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari. Menurut  dia, sejak awal, Jakarta memang tidak ideal untuk menjadi ibu kota  negara.  Karena itu, Bung Karno sudah memunculkan wacana pemindahan ibukota ke  Palangkaraya sejak dulu. &amp;ldquo;Kemudian, saat era Orde Baru, muncul usulan  lokasi lain, yakni di Jonggol, Bogor,&amp;rdquo; kata Hajrianto.</content:encoded></item></channel></rss>
