<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Studi Banding Biar DPR Tak Kuper</title><description>Ketua Komisi III DPR Benny K Harman menegaskan studi banding anggota dewan ke luar negeri penting. Bila tidak, para legislator terbatas menjalankan tugas legislasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/20/339/373960/studi-banding-biar-dpr-tak-kuper</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/09/20/339/373960/studi-banding-biar-dpr-tak-kuper"/><item><title>Studi Banding Biar DPR Tak Kuper</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/09/20/339/373960/studi-banding-biar-dpr-tak-kuper</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/09/20/339/373960/studi-banding-biar-dpr-tak-kuper</guid><pubDate>Senin 20 September 2010 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/09/20/339/373960/vJTgDUw9Zc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Benny K Harman (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/09/20/339/373960/vJTgDUw9Zc.jpg</image><title>Benny K Harman (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Benny K Harman menegaskan studi banding anggota dewan ke luar negeri penting dilakukan. Bila tidak, dia mengkhawatirkan wawasan para legislator nantinya pas-pasan dalam menjalankan tugas legislasi.&amp;ldquo;Kunjungan keluar negeri penting supaya anggota dewan tidak seperti katak dalam tempurung,&amp;rdquo; kata Benny kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin, (20/9/2010).Komisi III mengagendakan studi banding ke Inggris dan Kanada terkait Rancangan Undang-Undang Keimigrasian. Negara Inggris dipilih karena dianggap memiliki model imigrasi yang cukup baik untuk diterapkan di Indonesia. &amp;ldquo;Bagaimana sistem hukum di Inggris, bagaimana kantor keimgirasiannya melaksanakan tugas. Termasuk masalah mobilitas penduduk, khususnya terhadap WNA yang kawin campur dengan warga negara asli,&amp;rdquo; jelas politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini.Sebanyak 10 anggota panja RUU Keimigrasian akan berangkat ke Inggris dipimpin Wakil Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin. Sementara tim lain akan ke Kanada pada 1 Oktober mendatang. Sebelumnya, anggota komisi III Nasir Jamil mengungkapkan kemungkinan adanya usulan penundaan studi banding ke Kanada. Menanggapi hal itu, Benny menuturkan, &amp;ldquo;Soal tunda itu kan enggak penting, tapi esensinya kunjungan kerja itu sudah dijadwalkan,&quot; pungkasnya.Sebagai wakil rakyat, Benny meminta publik mengawasi kinerja DPR termasuk menyoroti hasil studi banding yang akan dibawa ke Panja untuk penyempurnaan RUU. &amp;ldquo;Kami meminta masyarakat melakukan pengawasan, hasilnya akan dibuka kepada publik sebagai transparansi,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Benny K Harman menegaskan studi banding anggota dewan ke luar negeri penting dilakukan. Bila tidak, dia mengkhawatirkan wawasan para legislator nantinya pas-pasan dalam menjalankan tugas legislasi.&amp;ldquo;Kunjungan keluar negeri penting supaya anggota dewan tidak seperti katak dalam tempurung,&amp;rdquo; kata Benny kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin, (20/9/2010).Komisi III mengagendakan studi banding ke Inggris dan Kanada terkait Rancangan Undang-Undang Keimigrasian. Negara Inggris dipilih karena dianggap memiliki model imigrasi yang cukup baik untuk diterapkan di Indonesia. &amp;ldquo;Bagaimana sistem hukum di Inggris, bagaimana kantor keimgirasiannya melaksanakan tugas. Termasuk masalah mobilitas penduduk, khususnya terhadap WNA yang kawin campur dengan warga negara asli,&amp;rdquo; jelas politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini.Sebanyak 10 anggota panja RUU Keimigrasian akan berangkat ke Inggris dipimpin Wakil Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin. Sementara tim lain akan ke Kanada pada 1 Oktober mendatang. Sebelumnya, anggota komisi III Nasir Jamil mengungkapkan kemungkinan adanya usulan penundaan studi banding ke Kanada. Menanggapi hal itu, Benny menuturkan, &amp;ldquo;Soal tunda itu kan enggak penting, tapi esensinya kunjungan kerja itu sudah dijadwalkan,&quot; pungkasnya.Sebagai wakil rakyat, Benny meminta publik mengawasi kinerja DPR termasuk menyoroti hasil studi banding yang akan dibawa ke Panja untuk penyempurnaan RUU. &amp;ldquo;Kami meminta masyarakat melakukan pengawasan, hasilnya akan dibuka kepada publik sebagai transparansi,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
