<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alih Fungsi Pertanian Jadi Perumahan Marak </title><description>Alih fungsi lahan pertanian jadi perumahan di Provinsi Banten cukup tinggi. Hal itu terlihat dari semakin minimnya pembukaan lahan pertanian di wilayah itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/05/338/379474/alih-fungsi-pertanian-jadi-perumahan-marak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/10/05/338/379474/alih-fungsi-pertanian-jadi-perumahan-marak"/><item><title>Alih Fungsi Pertanian Jadi Perumahan Marak </title><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/05/338/379474/alih-fungsi-pertanian-jadi-perumahan-marak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/10/05/338/379474/alih-fungsi-pertanian-jadi-perumahan-marak</guid><pubDate>Selasa 05 Oktober 2010 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Hasan Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/05/338/379474/uBPhkYIjMT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iluatrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/05/338/379474/uBPhkYIjMT.jpg</image><title>Iluatrasi</title></images><description>TANGERANG - Alih fungsi lahan pertanian jadi perumahan di Provinsi Banten cukup tinggi. Hal itu terlihat dari semakin minimnya pembukaan lahan pertanian di wilayah itu. Demikian dikemukakan Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Made Astawan, saat diskusi ketahanan pangan di BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Selasa (5/10/2010).&amp;nbsp; &quot;Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan di Provinsi Banten cukup tinggi. Hal itu membuat pencetakan sawah-sawah baru tidak memiliki cukup lahan,&quot; ujarnya. Untuk itu, dia melihat sudah saatnya Provinsi Banten yang dikenal memiliki kekayaan pangan lokal cukup tinggi mengembangkan potensi yang dimilikinya, seperti umbi-umbian dan talas. &quot;Sudah saatnya Provinsi Banten mencari sumber-sumber bahan pangan lain sebagai alternatif tanaman padi,&quot; tambahnya. Dijelaskan, secara nasional kebutuhan beras masyarakat Idonesia terhadap beras mencapai 120 kilogram per kapita setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan lahan pertanian padi yang terus mengalami penyempitan karena dibangun kawasan perumahan, masyarakat Indonesia akan mengalami krisis pangan. &quot;Ketergantungan masyarakat terhadap bahan pangan beras harus segera dikurangi. Hal itu mengingat terus kekurangannya kebutuhan beras di Indonesia,&quot; jelas Made Astawan.</description><content:encoded>TANGERANG - Alih fungsi lahan pertanian jadi perumahan di Provinsi Banten cukup tinggi. Hal itu terlihat dari semakin minimnya pembukaan lahan pertanian di wilayah itu. Demikian dikemukakan Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Made Astawan, saat diskusi ketahanan pangan di BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Selasa (5/10/2010).&amp;nbsp; &quot;Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan di Provinsi Banten cukup tinggi. Hal itu membuat pencetakan sawah-sawah baru tidak memiliki cukup lahan,&quot; ujarnya. Untuk itu, dia melihat sudah saatnya Provinsi Banten yang dikenal memiliki kekayaan pangan lokal cukup tinggi mengembangkan potensi yang dimilikinya, seperti umbi-umbian dan talas. &quot;Sudah saatnya Provinsi Banten mencari sumber-sumber bahan pangan lain sebagai alternatif tanaman padi,&quot; tambahnya. Dijelaskan, secara nasional kebutuhan beras masyarakat Idonesia terhadap beras mencapai 120 kilogram per kapita setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan lahan pertanian padi yang terus mengalami penyempitan karena dibangun kawasan perumahan, masyarakat Indonesia akan mengalami krisis pangan. &quot;Ketergantungan masyarakat terhadap bahan pangan beras harus segera dikurangi. Hal itu mengingat terus kekurangannya kebutuhan beras di Indonesia,&quot; jelas Made Astawan.</content:encoded></item></channel></rss>
