<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Senapan M16 Brimob Renggut 4 Nyawa Polisi</title><description>Senapan itu merupakan senjata api milik anggota Brimob Bripda Immanuel yang berhasil direbut para pelaku perampokan di Bank CIMB Niaga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/05/340/379360/senapan-m16-brimob-renggut-4-nyawa-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/10/05/340/379360/senapan-m16-brimob-renggut-4-nyawa-polisi"/><item><title>Senapan M16 Brimob Renggut 4 Nyawa Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/05/340/379360/senapan-m16-brimob-renggut-4-nyawa-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/10/05/340/379360/senapan-m16-brimob-renggut-4-nyawa-polisi</guid><pubDate>Selasa 05 Oktober 2010 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/05/340/379360/0boiCZwp8Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/05/340/379360/0boiCZwp8Y.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto Koran SI)</title></images><description>JAKARTA- Hasil tes laboratorium forensik menyimpulkan bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh penjaga Bank CIMB Medan, Briptu Immanuel Simanjuntak dan tiga polisi di Mapolsek Hamparan Perak adalah senapan M16 yang sama.Senapan itu merupakan senjata api milik anggota Brimob Bripda Immanuel yang berhasil direbut para pelaku perampokan di Bank CIMB Niaga.&amp;ldquo;Senpi M16 itu direbut pelaku dari Bripda Immanuel, kemudian digunakan untuk menembaknya (Bripda Immanuel) dan juga untuk menembak petugas Polsek Hamparan Perak. Senpi itu disita dari pelaku, Taufik,&amp;rdquo; ujar Wakadiv Humas Polri, Brigjen I Ketut Untung Yoga Ana kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (5/10/2010).Dari hasil tes labfor terhadap proyektif peluru M16, polisi akhirnya menyimpulkan bahwa perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak memiliki kaitan langsung.&amp;ldquo;Dilakukan penyesuaian dengan peluru-peluru yang bersarang di tubuh korban (penyerangan Mapolsek Hamparan Perak) dan identik dengan peluru yang bersarang di tubuh anggota brimob yang jaga di Bank CIMB Medan,&amp;rdquo; ungkapnya.Petugas berhasil menyita senapan M16 dari tangan Taufik Hidayat, pemimpin perampokan Bank CIMB Medan, setelah melakukan pengejaran kelompok bersenjata api di Dusun Sarang Puah, Desa Dolok Sagala, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Serdagai), Sumatera Utara, pada Sabtu 2 Oktober lalu. Taufik dan tiga rekannya tewas dalam baku tembak dengan polisi di lokasi tersebut.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah orang bersenjata AK47 dan pistol merampok Bank CIMB Niaga pada 18 Agustus lalu. Dalam insiden ini, seorang anggota Brimob bernama Briptu Immanuel dan seorang satpam Muhdiantoro tewas tertembak.Sementara seorang satpam lainnya Muhammad Sazli Fahmi (28) selamat meski menderita luka tembak di bahunya. Para perampok yang diduga berjumlah 16 orang pun berhasil membawa lari uang sebesar Rp370 juta.Usai melakukan perburuan, polisi lantas melakukan penggerebekan di sejumlah tempat di Sumatera Utara dan Lampung pada Minggu 19 September 2010. Belasan orang yang diduga komplotan perampok Bank CIMB Medan ditangkap dan tiga orang tewas ditembak.Aksi para polisi ini lantas mendapatkan balasan. Mapolsek Hamparan Perak di Deli Serdang, Sumatera Utara diserang sekelompok pria bersenjata laras panjang pada Rabu 22 September dini hari. Akibatnya tiga polisi yang bertugas yaitu Bripka Riswandi, Aipda Deto Sutejo, dan Aiptu B Sinulingga, tewas.Polisi bersama TNI lantas melakukan pengembangan dan akhirnya menyimpulkan bahwa perampok Bank CIMB dan Mapolsek Hamparan Perak adalah kelompok yang sama. Salah satunya buktinya adalah senapan M16 yang dibawa Taufik.Pada Sabtu 2 Oktober lalu, polisi terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata di Serdaang Bedagai, Sumatera Utara. Di tempat ini Taufik bersama tiga rekannya tewas tertembak. Sementara beberapa rekannya yang lain berhasil melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi.Beberapa di antaranya kemudian menyerahkan diri ke petugas dan dua orang lagi tewas di sebuah sungai. Dari pengejaran ini, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu pucuk senapan M16, satu pucuk senapan AK-56, pistol, amunisi kaliber 7,62 mm, 5,56 mm, 38 mm, dan 45 mm.&amp;ldquo;Dari peristiwa di sana (Sumatera Utara) terkait yang Aceh. Senjata-senjata ini juga ada sebagian dari Aceh. Tim masih di lokasi (bekerja),&amp;rdquo; tandas I Ketut Untung Yoga Ana.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA- Hasil tes laboratorium forensik menyimpulkan bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh penjaga Bank CIMB Medan, Briptu Immanuel Simanjuntak dan tiga polisi di Mapolsek Hamparan Perak adalah senapan M16 yang sama.Senapan itu merupakan senjata api milik anggota Brimob Bripda Immanuel yang berhasil direbut para pelaku perampokan di Bank CIMB Niaga.&amp;ldquo;Senpi M16 itu direbut pelaku dari Bripda Immanuel, kemudian digunakan untuk menembaknya (Bripda Immanuel) dan juga untuk menembak petugas Polsek Hamparan Perak. Senpi itu disita dari pelaku, Taufik,&amp;rdquo; ujar Wakadiv Humas Polri, Brigjen I Ketut Untung Yoga Ana kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (5/10/2010).Dari hasil tes labfor terhadap proyektif peluru M16, polisi akhirnya menyimpulkan bahwa perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak memiliki kaitan langsung.&amp;ldquo;Dilakukan penyesuaian dengan peluru-peluru yang bersarang di tubuh korban (penyerangan Mapolsek Hamparan Perak) dan identik dengan peluru yang bersarang di tubuh anggota brimob yang jaga di Bank CIMB Medan,&amp;rdquo; ungkapnya.Petugas berhasil menyita senapan M16 dari tangan Taufik Hidayat, pemimpin perampokan Bank CIMB Medan, setelah melakukan pengejaran kelompok bersenjata api di Dusun Sarang Puah, Desa Dolok Sagala, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Serdagai), Sumatera Utara, pada Sabtu 2 Oktober lalu. Taufik dan tiga rekannya tewas dalam baku tembak dengan polisi di lokasi tersebut.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah orang bersenjata AK47 dan pistol merampok Bank CIMB Niaga pada 18 Agustus lalu. Dalam insiden ini, seorang anggota Brimob bernama Briptu Immanuel dan seorang satpam Muhdiantoro tewas tertembak.Sementara seorang satpam lainnya Muhammad Sazli Fahmi (28) selamat meski menderita luka tembak di bahunya. Para perampok yang diduga berjumlah 16 orang pun berhasil membawa lari uang sebesar Rp370 juta.Usai melakukan perburuan, polisi lantas melakukan penggerebekan di sejumlah tempat di Sumatera Utara dan Lampung pada Minggu 19 September 2010. Belasan orang yang diduga komplotan perampok Bank CIMB Medan ditangkap dan tiga orang tewas ditembak.Aksi para polisi ini lantas mendapatkan balasan. Mapolsek Hamparan Perak di Deli Serdang, Sumatera Utara diserang sekelompok pria bersenjata laras panjang pada Rabu 22 September dini hari. Akibatnya tiga polisi yang bertugas yaitu Bripka Riswandi, Aipda Deto Sutejo, dan Aiptu B Sinulingga, tewas.Polisi bersama TNI lantas melakukan pengembangan dan akhirnya menyimpulkan bahwa perampok Bank CIMB dan Mapolsek Hamparan Perak adalah kelompok yang sama. Salah satunya buktinya adalah senapan M16 yang dibawa Taufik.Pada Sabtu 2 Oktober lalu, polisi terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata di Serdaang Bedagai, Sumatera Utara. Di tempat ini Taufik bersama tiga rekannya tewas tertembak. Sementara beberapa rekannya yang lain berhasil melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi.Beberapa di antaranya kemudian menyerahkan diri ke petugas dan dua orang lagi tewas di sebuah sungai. Dari pengejaran ini, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu pucuk senapan M16, satu pucuk senapan AK-56, pistol, amunisi kaliber 7,62 mm, 5,56 mm, 38 mm, dan 45 mm.&amp;ldquo;Dari peristiwa di sana (Sumatera Utara) terkait yang Aceh. Senjata-senjata ini juga ada sebagian dari Aceh. Tim masih di lokasi (bekerja),&amp;rdquo; tandas I Ketut Untung Yoga Ana.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
