<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RMS Seperti Kerikil dalam Sepatu</title><description>Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengangap Republik Maluku Selatan (RMS) seperti kerikil dalam sepatu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/09/337/380710/rms-seperti-kerikil-dalam-sepatu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/10/09/337/380710/rms-seperti-kerikil-dalam-sepatu"/><item><title>RMS Seperti Kerikil dalam Sepatu</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/09/337/380710/rms-seperti-kerikil-dalam-sepatu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/10/09/337/380710/rms-seperti-kerikil-dalam-sepatu</guid><pubDate>Sabtu 09 Oktober 2010 07:07 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/09/337/380710/4dWlO6r7Qt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/09/337/380710/4dWlO6r7Qt.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengangap Republik Maluku Selatan (RMS) seperti kerikil dalam sepatu. &quot;Belanda tidak boleh memberi ruang gerak kepada RMS di Belanda. Belanda siap ngga diadili di Mahkamah internasional,&quot; ujarnya di Jakarta, Jumat (8/10/2010).Mahfudz juga menyoal alasan mengapa Belanda tidak legowo betul dengan memberikan pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia di Belanda. &quot;Mestinya datang ke Jakarta bukan kita yang ke Belanda,&quot; ujarnya. Hal senada dikemukakan anggota Fraksi Gerinda Ahmad Muzani mengatakan Belanda satu satunya negara Eropa yang belum mengakui kedaulatan RI. &quot;Tidak hanya de facto tapi juga pengakuan de jure juga sangat penting bagi Indonesia,&quot; jelasnya.Menurut Muzani, di parlemen Belanda masalah ini sangat serius dibahas. &quot;Saya tahu dari bincang-bincang dengan para Dubes RI yang pernah berugas di sana bahwa tidak ada upaya yang serius dari Belanda. Desakan justru dari masyarakat Belanda sangat kuat kepada pemerintahannya,&quot; ungkapnya.Sementara itu, Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam mengutarakan veteran Belanda tentunya akan menolak jika dikatakan sebagai pelaku kejahatan perang. &quot;Saya akan mendukung gerakan Batara Hutagalung membuat data pelanggaran HAM yang dilakukan Belanda kepada Indonesia,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengangap Republik Maluku Selatan (RMS) seperti kerikil dalam sepatu. &quot;Belanda tidak boleh memberi ruang gerak kepada RMS di Belanda. Belanda siap ngga diadili di Mahkamah internasional,&quot; ujarnya di Jakarta, Jumat (8/10/2010).Mahfudz juga menyoal alasan mengapa Belanda tidak legowo betul dengan memberikan pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia di Belanda. &quot;Mestinya datang ke Jakarta bukan kita yang ke Belanda,&quot; ujarnya. Hal senada dikemukakan anggota Fraksi Gerinda Ahmad Muzani mengatakan Belanda satu satunya negara Eropa yang belum mengakui kedaulatan RI. &quot;Tidak hanya de facto tapi juga pengakuan de jure juga sangat penting bagi Indonesia,&quot; jelasnya.Menurut Muzani, di parlemen Belanda masalah ini sangat serius dibahas. &quot;Saya tahu dari bincang-bincang dengan para Dubes RI yang pernah berugas di sana bahwa tidak ada upaya yang serius dari Belanda. Desakan justru dari masyarakat Belanda sangat kuat kepada pemerintahannya,&quot; ungkapnya.Sementara itu, Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam mengutarakan veteran Belanda tentunya akan menolak jika dikatakan sebagai pelaku kejahatan perang. &quot;Saya akan mendukung gerakan Batara Hutagalung membuat data pelanggaran HAM yang dilakukan Belanda kepada Indonesia,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
