<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Cemaskan Eksplorasi Minyak di Kaliwedi</title><description>Sejumlah warga Blok Rengas, Desa Kaliwedi Wetan, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon mengaku resah dengan kegiatan eksplorasi minyak bumi di&amp;nbsp; yang dilakukan Pertamina di wilayah tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/11/340/381447/warga-cemaskan-eksplorasi-minyak-di-kaliwedi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/10/11/340/381447/warga-cemaskan-eksplorasi-minyak-di-kaliwedi"/><item><title>Warga Cemaskan Eksplorasi Minyak di Kaliwedi</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/11/340/381447/warga-cemaskan-eksplorasi-minyak-di-kaliwedi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/10/11/340/381447/warga-cemaskan-eksplorasi-minyak-di-kaliwedi</guid><pubDate>Senin 11 Oktober 2010 23:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ibnu Saechu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/11/340/381447/qMulPdJlMn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/11/340/381447/qMulPdJlMn.jpg</image><title>Ilustrasi (Ist)</title></images><description>CIREBON - Sejumlah warga Blok Rengas, Desa Kaliwedi Wetan, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon mengaku resah dengan kegiatan eksplorasi minyak bumi di&amp;nbsp; yang dilakukan Pertamina di wilayah tersebut.Warga khawatir, aktivitas di lokasi dekat pemukiman warga tersebut akan seperti kasus Lapindo di Porong, Sidoarjo. &quot;Kami takut kegiatan Pertamina tersebut membahayakan kehidupan kami yang tinggal hanya beberapa ratus meter dari lokasi eksplorasi,&quot; kata Arif, warga Rengas yang rumahnya hanya berjarak sekitar 300 meter dari area proyek.Sejumlah warga lainnya juga mengaku khawatir eksplorasi yang dilakukan Pertamina tersebut akan seperti sumur Lapindo. Mereka was-was kejadian di Porong Sidoarjo tersebut juga menimpa permukiman setempat. Selain mencemaskan dampak lingkungan yang bakal ditimbulkan akibat kegiatan eksplorasi tersebut, warga juga mengeluhkan debu yang ditimbulkan akibat lalu lalang kendaraan ke lokasi proyek. &quot;Terus terang warga di sini banyak yang tidak tahu bakal ada proyek pengeboran minyak di sini. Warga sini juga banyak yang tidak dapat kompensasi padahal kami langsung kena dampaknya seperti terganggu karena debu dan suara bising kendaraan proyek yang lalu lalang siang-malam,&quot; ujar Babeh, warga setempat.Koordinator Jaringan Advokasi Masyarakat Pinggiran, Khasanudin meminta Pertamina untuk memberi jaminan keamanan terkait rencana eksplorasi sumur minyak di Kaliwedi. &quot;Jika tidak ada jaminan, kami siap demo dan memblokir jalan,&quot; kata Khasanudin yang mendampingi warga yang menolak adanya rencana pengeboran tersebut.Khasanudin mengatakan, selama ini warga resah dengan rencana eksplorasi itu. Pertamina juga dinilai tertutup dan kurang melibatkan aspirasi warga di sekitar area proyek dalam pelaksanaan sosialisasi. Khasanudin yang juga ketua KNPI Kecamatan Kaliwedi juga meminta pertamina sebagai perusahaan yang melakukan ekplorasi memperhatikan lingkungan sekitar. &quot;Selain memperhatikan masalah dampak lingkungan, masyarakat setempat juga hendaknya diberikan porsi lebih untuk ikut bekerja dan mendengar aspirasi mereka. Jika tidak dihiraukan, Warga berhak menolak,&quot; tegas Khasanudin.Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Cirebon, H Sono Suprapto mengaku Upaya Pengelolaan lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai salah satu instrument pengelolaan lingkungan yang merupakan salah satu persyaratan perizinan bagi pemakarsa yang akan melaksanakan kegiatan eksplorasi di Kecamatan Kaliwedi masih dalam proses.Terkait sudah adanya aktivitas di lokasi proyek, pihaknya akan memanggil kontraktor dan pihak terkait lainnya untuk mengkonfirmasi hal itu. &quot;Untuk kegiatan eksplorasi di Kaliwedi UKL/UPL-nya masih kami proses,&quot; ujar Sono.Sementara itu, Kepala Bagian Humas PT Pertamina EP Cirebon Dian Hapsari mengaku seluruh proses perizinan terkait eksplorasi minyak di Kaliwedi sudah selesai. &quot;Tidak mungkin kami ada di sana kalau proses perizinannnya belum beres,&quot; ujar Dian saat dihubungi via ponselnya. Dia mengatakan jika proses sosialisasi kepada masyarakat sudah dilakukan dan pihaknya meminta kepada warga jika ada keluhan-keluhan agar menghubungi kepala desa setempat.</description><content:encoded>CIREBON - Sejumlah warga Blok Rengas, Desa Kaliwedi Wetan, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon mengaku resah dengan kegiatan eksplorasi minyak bumi di&amp;nbsp; yang dilakukan Pertamina di wilayah tersebut.Warga khawatir, aktivitas di lokasi dekat pemukiman warga tersebut akan seperti kasus Lapindo di Porong, Sidoarjo. &quot;Kami takut kegiatan Pertamina tersebut membahayakan kehidupan kami yang tinggal hanya beberapa ratus meter dari lokasi eksplorasi,&quot; kata Arif, warga Rengas yang rumahnya hanya berjarak sekitar 300 meter dari area proyek.Sejumlah warga lainnya juga mengaku khawatir eksplorasi yang dilakukan Pertamina tersebut akan seperti sumur Lapindo. Mereka was-was kejadian di Porong Sidoarjo tersebut juga menimpa permukiman setempat. Selain mencemaskan dampak lingkungan yang bakal ditimbulkan akibat kegiatan eksplorasi tersebut, warga juga mengeluhkan debu yang ditimbulkan akibat lalu lalang kendaraan ke lokasi proyek. &quot;Terus terang warga di sini banyak yang tidak tahu bakal ada proyek pengeboran minyak di sini. Warga sini juga banyak yang tidak dapat kompensasi padahal kami langsung kena dampaknya seperti terganggu karena debu dan suara bising kendaraan proyek yang lalu lalang siang-malam,&quot; ujar Babeh, warga setempat.Koordinator Jaringan Advokasi Masyarakat Pinggiran, Khasanudin meminta Pertamina untuk memberi jaminan keamanan terkait rencana eksplorasi sumur minyak di Kaliwedi. &quot;Jika tidak ada jaminan, kami siap demo dan memblokir jalan,&quot; kata Khasanudin yang mendampingi warga yang menolak adanya rencana pengeboran tersebut.Khasanudin mengatakan, selama ini warga resah dengan rencana eksplorasi itu. Pertamina juga dinilai tertutup dan kurang melibatkan aspirasi warga di sekitar area proyek dalam pelaksanaan sosialisasi. Khasanudin yang juga ketua KNPI Kecamatan Kaliwedi juga meminta pertamina sebagai perusahaan yang melakukan ekplorasi memperhatikan lingkungan sekitar. &quot;Selain memperhatikan masalah dampak lingkungan, masyarakat setempat juga hendaknya diberikan porsi lebih untuk ikut bekerja dan mendengar aspirasi mereka. Jika tidak dihiraukan, Warga berhak menolak,&quot; tegas Khasanudin.Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Cirebon, H Sono Suprapto mengaku Upaya Pengelolaan lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai salah satu instrument pengelolaan lingkungan yang merupakan salah satu persyaratan perizinan bagi pemakarsa yang akan melaksanakan kegiatan eksplorasi di Kecamatan Kaliwedi masih dalam proses.Terkait sudah adanya aktivitas di lokasi proyek, pihaknya akan memanggil kontraktor dan pihak terkait lainnya untuk mengkonfirmasi hal itu. &quot;Untuk kegiatan eksplorasi di Kaliwedi UKL/UPL-nya masih kami proses,&quot; ujar Sono.Sementara itu, Kepala Bagian Humas PT Pertamina EP Cirebon Dian Hapsari mengaku seluruh proses perizinan terkait eksplorasi minyak di Kaliwedi sudah selesai. &quot;Tidak mungkin kami ada di sana kalau proses perizinannnya belum beres,&quot; ujar Dian saat dihubungi via ponselnya. Dia mengatakan jika proses sosialisasi kepada masyarakat sudah dilakukan dan pihaknya meminta kepada warga jika ada keluhan-keluhan agar menghubungi kepala desa setempat.</content:encoded></item></channel></rss>
