<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasutri Babak Belur Dihajar Massa, Satu Tewas</title><description>Pasangan suami istri Herianto (37) dan Sukawati (27) babak belur dihajar  massa, Selasa (19/10/2010) malam. Keduanya menjadi bulan-bulanan massa  karena dituduh menggandakan uang dan melakukan praktik aborsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/20/340/384244/pasutri-babak-belur-dihajar-massa-satu-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/10/20/340/384244/pasutri-babak-belur-dihajar-massa-satu-tewas"/><item><title>Pasutri Babak Belur Dihajar Massa, Satu Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/20/340/384244/pasutri-babak-belur-dihajar-massa-satu-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/10/20/340/384244/pasutri-babak-belur-dihajar-massa-satu-tewas</guid><pubDate>Rabu 20 Oktober 2010 00:13 WIB</pubDate><dc:creator>Gin Gin Tigin Ginulur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/20/340/384244/NT2ZYu1nbt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/20/340/384244/NT2ZYu1nbt.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>CIAMIS - Pasangan suami istri Herianto (37) dan Sukawati (27) babak belur dihajar massa, Selasa (19/10/2010) malam. Keduanya menjadi bulan-bulanan massa karena dituduh menggandakan uang dan melakukan praktik aborsi.Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, aksi main hakim sendiri itu terjadi sekira pukul 19.00 WIB.  Dalam waktu singkat, massa berkumpul di rumah korban dan menyeret keduanya keluar. Mereka memukuli pasutri Warga Desa Ratawangi Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis itu dengan tangan kosong dan sejumlah alat.Massa marah dengan perilaku pasutri karena dikabarkan kerap menggandakan uang. Warga semakin kesal karena keduanya ternyata telah bersekongkol melakukan aborsi, dan membuang janin berusia empat bulan ke Sungai Kawasen.Beruntung aksi massa berhasil diredam aparat dari Polsek Banjarsari. Pasutri tersebut kemudian diamankan dan dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka yang serius.Namun, akibat luka yang dideritanya, Herianto tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit Banjar. Sementara istrinya, Sukawati, mendapat perawatan intensif di rumah sakit.Kasus ini kemudian ditangani oleh aparat Polsek Banjarsari. Untuk mengantisipasi aksi massa lanjutan, polisi berjaga-jaga di sekitar perkampungan warga.Wakapolsek Banjarsari AKP Asep mengatakan, saat ini situasi di lapangan sudah kondusif. &quot;Sekarang situasinya sudah kondusif. Massa sudah tidak lagi berkumpul,&quot; kata Asep saat dihubungi okezone.</description><content:encoded>CIAMIS - Pasangan suami istri Herianto (37) dan Sukawati (27) babak belur dihajar massa, Selasa (19/10/2010) malam. Keduanya menjadi bulan-bulanan massa karena dituduh menggandakan uang dan melakukan praktik aborsi.Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, aksi main hakim sendiri itu terjadi sekira pukul 19.00 WIB.  Dalam waktu singkat, massa berkumpul di rumah korban dan menyeret keduanya keluar. Mereka memukuli pasutri Warga Desa Ratawangi Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis itu dengan tangan kosong dan sejumlah alat.Massa marah dengan perilaku pasutri karena dikabarkan kerap menggandakan uang. Warga semakin kesal karena keduanya ternyata telah bersekongkol melakukan aborsi, dan membuang janin berusia empat bulan ke Sungai Kawasen.Beruntung aksi massa berhasil diredam aparat dari Polsek Banjarsari. Pasutri tersebut kemudian diamankan dan dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka yang serius.Namun, akibat luka yang dideritanya, Herianto tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit Banjar. Sementara istrinya, Sukawati, mendapat perawatan intensif di rumah sakit.Kasus ini kemudian ditangani oleh aparat Polsek Banjarsari. Untuk mengantisipasi aksi massa lanjutan, polisi berjaga-jaga di sekitar perkampungan warga.Wakapolsek Banjarsari AKP Asep mengatakan, saat ini situasi di lapangan sudah kondusif. &quot;Sekarang situasinya sudah kondusif. Massa sudah tidak lagi berkumpul,&quot; kata Asep saat dihubungi okezone.</content:encoded></item></channel></rss>
