<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Harus Segera Tunjuk Jaksa Agung</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera menunjuk Jaksa Agung definitif, sebagai pengganti Hendarman Supandji. Sebab, jabatan tersebut vital bagi Kejaksaan Agung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/23/339/385637/presiden-harus-segera-tunjuk-jaksa-agung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/10/23/339/385637/presiden-harus-segera-tunjuk-jaksa-agung"/><item><title>Presiden Harus Segera Tunjuk Jaksa Agung</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/23/339/385637/presiden-harus-segera-tunjuk-jaksa-agung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/10/23/339/385637/presiden-harus-segera-tunjuk-jaksa-agung</guid><pubDate>Sabtu 23 Oktober 2010 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Lusi Catur Mahgriefie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/23/339/385637/GYZoGPCPCT.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/23/339/385637/GYZoGPCPCT.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera menunjuk Jaksa Agung definitif, sebagai pengganti Hendarman Supandji. Sebab, jabatan tersebut vital bagi institusi hukum seperti Kejaksaan Agung.Demikian dikatakan anggota Komisi III DPR Desmon J Mahesa saat dihubungi okezone, Sabtu (23/10/2010).&amp;ldquo;Presiden memang harus secepatnya menetapkan Jaksa Agung definitif. Ini vital bagi institusi kejaksaan, jangan sampai ditangani lama-lama oleh Plt,&amp;rdquo; ujar Desmon.Desmon menambahkan, agak sulit saat ini menilai Presiden dalam menunjuk siapa yang akan menjadi Jaksa Agung. Sebagai contoh, lanjutnya, saat mengajukan Kapolri.&amp;ldquo;Tiba-tiba terdengar Ito (Sumardi), tiba-tiba Timur Pradopo. Jadi kalau ini terjadi lagi maka akan semakin muncul penilaian SBY ini peragu. Ini yang harus kita telisik,&amp;rdquo; tandasnya.Namun, tambah Desmon, lamanya Presiden mengajukan nama untuk dijadikan Jaksa Agung memunculkan dua dugaan yaitu mencari yang terbaik atau mencari Jaksa Agung yang bisa mengamankan kepentingan dirinya.&amp;ldquo;Ini mencari yang terbaik atau mencari JA yang bisa mengamankan kepentingan dia,&amp;rdquo; tuturnya.Mengenai calon Jaksa Agung yang baik menurutnya, Desmon tidak mempermasalahkan apakah dari luar atau dalam tubuh Kejagung.&amp;ldquo;Kalau internal, harapan ini tidak meyakinkan. Ada perubahan apa selama beberapa minggu ini dijabat Darmono sebagai Plt. Kalau dari eksternal, agak susah karena kecenderungan perlawanan dari internal,&amp;rdquo; papar dia.Sebelumnya, sempat santer terdengar beberapa nama yang akan diajukan sebagai Jaksa Agung yakni Basrie Arief (mantan Wakil Jaksa Agung), Todung Mulya Lubis (advokat senior), Darmono (Plt Jaksa Agung), Benny K Harman (Ketua Komisi III), dan Tumpak H Panggabean (mantan Plt Pimpinan KPK).Desmon menanggapi, untuk Basrie Arief, dinilai prestasinya biasa saja. &amp;ldquo;Jadi tidak ada yang luar biasa,&amp;rdquo; ucapnya.Sementara untuk nama lainnya, politisi Partai Gerindra itu berpendapat, siapapun yang menjadi nanti ditunjuk sebagai Jaksa Agung, bukannya masalah.&amp;ldquo;Sebenarnya saya tidak masalah selama mengabdi untuk masyarakat, dan bisa mengembalikan kepercayaan rakyat agar proses pengungkapan kasus bermutu,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera menunjuk Jaksa Agung definitif, sebagai pengganti Hendarman Supandji. Sebab, jabatan tersebut vital bagi institusi hukum seperti Kejaksaan Agung.Demikian dikatakan anggota Komisi III DPR Desmon J Mahesa saat dihubungi okezone, Sabtu (23/10/2010).&amp;ldquo;Presiden memang harus secepatnya menetapkan Jaksa Agung definitif. Ini vital bagi institusi kejaksaan, jangan sampai ditangani lama-lama oleh Plt,&amp;rdquo; ujar Desmon.Desmon menambahkan, agak sulit saat ini menilai Presiden dalam menunjuk siapa yang akan menjadi Jaksa Agung. Sebagai contoh, lanjutnya, saat mengajukan Kapolri.&amp;ldquo;Tiba-tiba terdengar Ito (Sumardi), tiba-tiba Timur Pradopo. Jadi kalau ini terjadi lagi maka akan semakin muncul penilaian SBY ini peragu. Ini yang harus kita telisik,&amp;rdquo; tandasnya.Namun, tambah Desmon, lamanya Presiden mengajukan nama untuk dijadikan Jaksa Agung memunculkan dua dugaan yaitu mencari yang terbaik atau mencari Jaksa Agung yang bisa mengamankan kepentingan dirinya.&amp;ldquo;Ini mencari yang terbaik atau mencari JA yang bisa mengamankan kepentingan dia,&amp;rdquo; tuturnya.Mengenai calon Jaksa Agung yang baik menurutnya, Desmon tidak mempermasalahkan apakah dari luar atau dalam tubuh Kejagung.&amp;ldquo;Kalau internal, harapan ini tidak meyakinkan. Ada perubahan apa selama beberapa minggu ini dijabat Darmono sebagai Plt. Kalau dari eksternal, agak susah karena kecenderungan perlawanan dari internal,&amp;rdquo; papar dia.Sebelumnya, sempat santer terdengar beberapa nama yang akan diajukan sebagai Jaksa Agung yakni Basrie Arief (mantan Wakil Jaksa Agung), Todung Mulya Lubis (advokat senior), Darmono (Plt Jaksa Agung), Benny K Harman (Ketua Komisi III), dan Tumpak H Panggabean (mantan Plt Pimpinan KPK).Desmon menanggapi, untuk Basrie Arief, dinilai prestasinya biasa saja. &amp;ldquo;Jadi tidak ada yang luar biasa,&amp;rdquo; ucapnya.Sementara untuk nama lainnya, politisi Partai Gerindra itu berpendapat, siapapun yang menjadi nanti ditunjuk sebagai Jaksa Agung, bukannya masalah.&amp;ldquo;Sebenarnya saya tidak masalah selama mengabdi untuk masyarakat, dan bisa mengembalikan kepercayaan rakyat agar proses pengungkapan kasus bermutu,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
