<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awas! Gempa 8,8 SR Ancam Mentawai</title><description>Mentawai diguncang gempa besar berkekuatan 7,7 Skala Richter Senin  lalu. Gempa ini bisa disebut sebagai gempa susulan dari gempa besar 8.4  SR yang terjadi pada tanggal 12 September 2007.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/27/340/386820/awas-gempa-8-8-sr-ancam-mentawai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/10/27/340/386820/awas-gempa-8-8-sr-ancam-mentawai"/><item><title>Awas! Gempa 8,8 SR Ancam Mentawai</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/27/340/386820/awas-gempa-8-8-sr-ancam-mentawai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/10/27/340/386820/awas-gempa-8-8-sr-ancam-mentawai</guid><pubDate>Rabu 27 Oktober 2010 06:58 WIB</pubDate><dc:creator>TB Ardi Januar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/27/340/386820/rZOGfLiC37.jpg" expression="full" type="image/jpeg">azaxs.net</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/27/340/386820/rZOGfLiC37.jpg</image><title>azaxs.net</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mentawai diguncang gempa besar berkekuatan 7,7 Skala Richter Senin lalu. Gempa ini bisa disebut sebagai gempa susulan dari gempa besar 8.4 SR yang terjadi pada tanggal 12 September 2007.
&amp;nbsp;
Dari hasil analisa US Geological Survey dan juga BMKG yang dikirimkan kepada okezone, Rabu (27/10/2010), gempa ini disebabkan oleh pergerakan patahan pada Sunda megathrust, yaitu pada bidang batas tumbukan Lempeng Hindia-Australia terhadap Lempeng Sunda.
&amp;nbsp;
Episenter gempa 7,7 SR ini terletak di sebelah barat dari bagian utara sumber gempa September 2007, dan sekaligus juga di ujung utara dari sumber gempa bawah laut&amp;ndash;megathrust yang menurut prediksi para ahli masih berpotensi untuk mengeluarkan gempa besar sampai 8.8 SR dalam waktu mendatang.
&amp;nbsp;
Menurut ahli geologi gempa dari Laboratory for Earth Hazard LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, gempa 7,7 SR kemarin jelas merupakan bagian dari healing process setelah terjadi gempa 8.4 SR tahun 2007.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang masih kurang jelas adalah apakah gempa ini merupakan bagian dari proses yang menuju akan pecahnya sumber gempa 8,8 SR atau bukan,&amp;rdquo; ujar Danny.
&amp;nbsp;
Di wilayah ini, kata Danny, terdapat jaringan statsiun GPS kontinyu SuGAR (Sumatran GPS Array) yang dioperasikan bersama oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Earth Observatory of Singapore (EOS)&amp;ndash;Nanyang Technological University.  Sejak tahun 2002, SuGAR secara kontinyu memonitor pergerakan tektonik disepanjang pantai barat Sumatra dan Kepulauan Mentawai.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dalam beberapa bulan ke depan, tim EOS-LIPI akan menganalisis data dari jejaring alat GPS ini untuk lebih mengerti tentang mekanisme gempa kemarin,&amp;rdquo; kata Direktur EOS Kerry Sieh.
&amp;nbsp;
Beberapa segmen dari Sunda Megathrust sudah pecah secara beruntun selama 10 tahun terakhir ini menghasilkan rentetan gempa-gempa besar di sepanjang pantai barat Sumatra.
&amp;nbsp;
Berdasarkan pola siklus gempa besar selama 700 tahun terakhir di Mentawai, para ahli percaya bahwa rentetan gempa-gempa besar ini sedang menuju klimaks, yaitu terjadinya gempa yang jauh lebih besar, mendekati kekuatan gempa yang menyebabkan tsunami Aceh-Andaman tahun 2004.
&amp;nbsp;
Namun, kapan persisnya hal itu akan terjadi tetap masih merupakan misteri alam. &amp;ldquo;Gempa besar dari megathrust di bawah Pulau Siberut-Sipora-Pagai Utara tersebut bisa terjadi dalam 30 menit lagi atau 30 tahun lagi,&amp;rdquo; lanjut Kerry.
&amp;nbsp;
Yang jelas, gempa kemarin sama sekali tidak mengurangi potensi gempa besar Mentawai yang diprediksi mempunyai akumulasi tekanan bumi sampai 8,8 SR tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mentawai diguncang gempa besar berkekuatan 7,7 Skala Richter Senin lalu. Gempa ini bisa disebut sebagai gempa susulan dari gempa besar 8.4 SR yang terjadi pada tanggal 12 September 2007.
&amp;nbsp;
Dari hasil analisa US Geological Survey dan juga BMKG yang dikirimkan kepada okezone, Rabu (27/10/2010), gempa ini disebabkan oleh pergerakan patahan pada Sunda megathrust, yaitu pada bidang batas tumbukan Lempeng Hindia-Australia terhadap Lempeng Sunda.
&amp;nbsp;
Episenter gempa 7,7 SR ini terletak di sebelah barat dari bagian utara sumber gempa September 2007, dan sekaligus juga di ujung utara dari sumber gempa bawah laut&amp;ndash;megathrust yang menurut prediksi para ahli masih berpotensi untuk mengeluarkan gempa besar sampai 8.8 SR dalam waktu mendatang.
&amp;nbsp;
Menurut ahli geologi gempa dari Laboratory for Earth Hazard LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, gempa 7,7 SR kemarin jelas merupakan bagian dari healing process setelah terjadi gempa 8.4 SR tahun 2007.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Yang masih kurang jelas adalah apakah gempa ini merupakan bagian dari proses yang menuju akan pecahnya sumber gempa 8,8 SR atau bukan,&amp;rdquo; ujar Danny.
&amp;nbsp;
Di wilayah ini, kata Danny, terdapat jaringan statsiun GPS kontinyu SuGAR (Sumatran GPS Array) yang dioperasikan bersama oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Earth Observatory of Singapore (EOS)&amp;ndash;Nanyang Technological University.  Sejak tahun 2002, SuGAR secara kontinyu memonitor pergerakan tektonik disepanjang pantai barat Sumatra dan Kepulauan Mentawai.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dalam beberapa bulan ke depan, tim EOS-LIPI akan menganalisis data dari jejaring alat GPS ini untuk lebih mengerti tentang mekanisme gempa kemarin,&amp;rdquo; kata Direktur EOS Kerry Sieh.
&amp;nbsp;
Beberapa segmen dari Sunda Megathrust sudah pecah secara beruntun selama 10 tahun terakhir ini menghasilkan rentetan gempa-gempa besar di sepanjang pantai barat Sumatra.
&amp;nbsp;
Berdasarkan pola siklus gempa besar selama 700 tahun terakhir di Mentawai, para ahli percaya bahwa rentetan gempa-gempa besar ini sedang menuju klimaks, yaitu terjadinya gempa yang jauh lebih besar, mendekati kekuatan gempa yang menyebabkan tsunami Aceh-Andaman tahun 2004.
&amp;nbsp;
Namun, kapan persisnya hal itu akan terjadi tetap masih merupakan misteri alam. &amp;ldquo;Gempa besar dari megathrust di bawah Pulau Siberut-Sipora-Pagai Utara tersebut bisa terjadi dalam 30 menit lagi atau 30 tahun lagi,&amp;rdquo; lanjut Kerry.
&amp;nbsp;
Yang jelas, gempa kemarin sama sekali tidak mengurangi potensi gempa besar Mentawai yang diprediksi mempunyai akumulasi tekanan bumi sampai 8,8 SR tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
