<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBNU: Mbah Maridjan Bukan Penganut Kejawen</title><description>Mbah Maridjan semasa hidupnya acapkali memimpin ritual pelarungan sesajen ke Gunung Merapi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/28/340/387488/pbnu-mbah-maridjan-bukan-penganut-kejawen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/10/28/340/387488/pbnu-mbah-maridjan-bukan-penganut-kejawen"/><item><title>PBNU: Mbah Maridjan Bukan Penganut Kejawen</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/28/340/387488/pbnu-mbah-maridjan-bukan-penganut-kejawen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/10/28/340/387488/pbnu-mbah-maridjan-bukan-penganut-kejawen</guid><pubDate>Kamis 28 Oktober 2010 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/28/340/387488/QW7FFTVzCF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Dok: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/28/340/387488/QW7FFTVzCF.jpg</image><title>(Dok: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Mbah Maridjan semasa hidupnya acapkali memimpin ritual pelarungan sesajen ke Gunung Merapi. Pemandangan ini seolah-olah memposisikan pria abdi dalam keraton Yogyakarya itu sebagai penganut Islam kejawen.Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menampik anggapan pemilik gelar Raden Ngabehi Soeraksohargo itu adalah penganut Islam kejawen.&amp;ldquo;Mbah Maridjan cara pengamalan agamanya secara NU, bukan kejawen,&amp;rdquo; terang Ketua LTM PBNU KH Abdul Ghoni kepada okezone di Jakarta, Kamis (28/10/2010).Di PBNU, Mbah Maridjan merupakan syuriyah (penasihat) ranting NU Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.Juru kunci Gunung Merapi itu meningal dunia setelah terkena dampak letusan Merapi pada Selasa 26 Oktober. Jenazahnya ditemukan dalam posisi bersujud di rumahnya keesokan harinya. Siang tadi jenazah Mbah Maridjan telah dimakamkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Mbah Maridjan semasa hidupnya acapkali memimpin ritual pelarungan sesajen ke Gunung Merapi. Pemandangan ini seolah-olah memposisikan pria abdi dalam keraton Yogyakarya itu sebagai penganut Islam kejawen.Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menampik anggapan pemilik gelar Raden Ngabehi Soeraksohargo itu adalah penganut Islam kejawen.&amp;ldquo;Mbah Maridjan cara pengamalan agamanya secara NU, bukan kejawen,&amp;rdquo; terang Ketua LTM PBNU KH Abdul Ghoni kepada okezone di Jakarta, Kamis (28/10/2010).Di PBNU, Mbah Maridjan merupakan syuriyah (penasihat) ranting NU Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.Juru kunci Gunung Merapi itu meningal dunia setelah terkena dampak letusan Merapi pada Selasa 26 Oktober. Jenazahnya ditemukan dalam posisi bersujud di rumahnya keesokan harinya. Siang tadi jenazah Mbah Maridjan telah dimakamkan.</content:encoded></item></channel></rss>
