<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mari Pelajari Tingkat Isyarat Gunung Berapi</title><description>Hampir semua provinsi di Indonesia memiki gunung berapi. Pulau Jawa menempati urutan teratas paling banyak memiliki gunung berapi yakni 21 gunung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/29/340/387863/mari-pelajari-tingkat-isyarat-gunung-berapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/10/29/340/387863/mari-pelajari-tingkat-isyarat-gunung-berapi"/><item><title>Mari Pelajari Tingkat Isyarat Gunung Berapi</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/10/29/340/387863/mari-pelajari-tingkat-isyarat-gunung-berapi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/10/29/340/387863/mari-pelajari-tingkat-isyarat-gunung-berapi</guid><pubDate>Jum'at 29 Oktober 2010 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Fetra Hariandja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/10/29/340/387863/5TqMXEyP0R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Gunung Merapi (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/10/29/340/387863/5TqMXEyP0R.jpg</image><title>Foto: Gunung Merapi (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Hampir semua provinsi di Indonesia memiki gunung berapi. Pulau Jawa menempati urutan teratas paling banyak memiliki gunung berapi yakni 21 gunung. Kemudian Sumatera dengan 13 gunung berapi.Secara histori, Indonesia sebenarnya sudah memiliki pengalaman menghindari berbagai kemungkinan saat gunung akan meletus. Salah satunya meminta warga yang bermukim di lereng gunung mengungsi ke tempat yang dinyatakan aman.Nyatanya, ketika gunung berapi meletus masih ada saja korban yang bergelimpangan. Sebagian besar korban tewas karena tidak mengindahkan peringatan yang disampaikan Pusat Vulkanologi &amp;amp; Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia memiliki empat level.Mari kita pelajari apa saja tingkat isyarat dan bagaimana tindakan masyarakat menyikapinya.1. NormalMakna: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Level aktivitas dasarTindakan:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Pengamatan rutin&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Survei dan penyelidikan2. WaspadaMakna: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Ada aktivitas apa pun bentuknya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermalTindakan: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Penyuluhan/sosialisasi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Penilaian bahaya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Pengecekan sarana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Pelaksanaan piket terbatas3. SiagaMakna:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peningkatan intensif kegiatan seismik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Semua data menunjukkan aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 mingguTindakan:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Sosialisasi di wilayah terancam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Penyiapan sarana darurat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Koordinasi harian&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Piket penuh4. AwasMakna:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jamTindakan:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Koordinasi dilakukan secara harian&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Piket penuh&amp;nbsp;Biasanya, semua aktivitas di gunung dihentikan sementara waktu saat isyarat pada status Siaga dan Awas. Para pendaki gunung juga dilarang mendaki ketika statusnya Waspada dan Awas. (sumber PVBMG)</description><content:encoded>JAKARTA - Hampir semua provinsi di Indonesia memiki gunung berapi. Pulau Jawa menempati urutan teratas paling banyak memiliki gunung berapi yakni 21 gunung. Kemudian Sumatera dengan 13 gunung berapi.Secara histori, Indonesia sebenarnya sudah memiliki pengalaman menghindari berbagai kemungkinan saat gunung akan meletus. Salah satunya meminta warga yang bermukim di lereng gunung mengungsi ke tempat yang dinyatakan aman.Nyatanya, ketika gunung berapi meletus masih ada saja korban yang bergelimpangan. Sebagian besar korban tewas karena tidak mengindahkan peringatan yang disampaikan Pusat Vulkanologi &amp;amp; Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia memiliki empat level.Mari kita pelajari apa saja tingkat isyarat dan bagaimana tindakan masyarakat menyikapinya.1. NormalMakna: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Level aktivitas dasarTindakan:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Pengamatan rutin&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Survei dan penyelidikan2. WaspadaMakna: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Ada aktivitas apa pun bentuknya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermalTindakan: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Penyuluhan/sosialisasi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Penilaian bahaya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Pengecekan sarana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Pelaksanaan piket terbatas3. SiagaMakna:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peningkatan intensif kegiatan seismik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Semua data menunjukkan aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 mingguTindakan:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Sosialisasi di wilayah terancam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Penyiapan sarana darurat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Koordinasi harian&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Piket penuh4. AwasMakna:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jamTindakan:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Koordinasi dilakukan secara harian&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Piket penuh&amp;nbsp;Biasanya, semua aktivitas di gunung dihentikan sementara waktu saat isyarat pada status Siaga dan Awas. Para pendaki gunung juga dilarang mendaki ketika statusnya Waspada dan Awas. (sumber PVBMG)</content:encoded></item></channel></rss>
