<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merapi Tak 'Ajak' Gunung Lain Meletus</title><description>Aktivitas Gunung Merapi tidak mempengaruhi 21 gunung lain di Indonesia yang statusnya kini di atas &amp;lsquo;Normal&amp;rsquo;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/11/02/340/389039/merapi-tak-ajak-gunung-lain-meletus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/11/02/340/389039/merapi-tak-ajak-gunung-lain-meletus"/><item><title>Merapi Tak 'Ajak' Gunung Lain Meletus</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/11/02/340/389039/merapi-tak-ajak-gunung-lain-meletus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/11/02/340/389039/merapi-tak-ajak-gunung-lain-meletus</guid><pubDate>Selasa 02 November 2010 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/11/02/340/389039/tSNKcwH4vM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Dok: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/11/02/340/389039/tSNKcwH4vM.jpg</image><title>(Dok: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Aktivitas Gunung Merapi tidak mempengaruhi gunung-gunung lain di Indonesia yang statusnya di atas &amp;lsquo;Normal&amp;rsquo;. Ada 22 gunung di Indonesia yang berstatus &amp;lsquo;Waspada&amp;rsquo; dan &amp;lsquo;Siaga&amp;rsquo;, termasuk Merapi yang masih &amp;lsquo;Awas&amp;rsquo;.Kepala Badan Geologi Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar mengatakan, peningkatan aktivitas gunung tidak berkaitan satu sama lain.&amp;ldquo;(Aktivitas gunung api) tidak ada hubungannya sama sekali. Tidak ada kaitannya. Masing-masing gunung api memiliki sumber energi sendiri,&amp;rdquo; ujar Sukhyar, saat dihubungi okezone, Selasa (2/11/2010).  Sukhyar menjelaskan, sejarah letusan gunung api serta kandungan gas juga mempengaruhi keaktifan masing-masing gunung.&amp;ldquo;Berbeda berdasarkan kandungan materi dan kandungan gasnya. Aktivitas masing-masing gunung sangat dipengaruhi dari kandungkan material,&amp;rdquo; terang Sukhyar.  Hingga Minggu, 31 Oktober lalu tercatat ada 22 gunung berstatus di atas &amp;lsquo;Normal&amp;rsquo;. Semuanya masuk kategori gunung api tipe A yang berarti pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.  Status &amp;lsquo;Waspada&amp;rsquo; berarti ada peningkatan aktivitas vulkanik dengan rekomendasi aktivitas manusia di kawasan rawan bencana (KRB) II dan KRB III wajib dibatasi.  &amp;lsquo;Siaga&amp;rsquo;, berarti prediksi peningkatan aktivitas gunung api hingga letusan dengan rekomendasi tidak ada aktivitas di KRB II dan KRB III. Sedangkan status &amp;lsquo;Awas&amp;rsquo;, berarti evakuasi pengungsi pada KRB II dan KRB III seperti terjadi di Gunung Merapi.  Sejumlah gunung api berstatus &amp;lsquo;Waspada&amp;rsquo; di Sumatera:1. Gunung Seulewah Agam2. Gunung Sinabung3. Gunung Talang4. Gunung Kerinci5. Gunung Kaba6. Gunung Anak KrakatauJawa:1. Gunung Papandayan2. Gunung Slamet3. Gunung Bromo4. Gunung SemeruNusa Tenggara dan Bali:1. Gunung Batur2. Gunung Rinjani3. Gunung Rokatenda4. Gunung Egon5. Gunung Sangeang ApiSulawesi dan Maluku:1. Gunung Lokon2. Gunung Soputan3. Gunung Dukono 4. Gunung GamalamaGunung berstatus &amp;lsquo;Siaga&amp;rsquo; di Halmahera dan Maluku:1. Gunung Ibu2. Gunung KarangetangDitambah gunung berstatus &amp;lsquo;Awas&amp;rsquo;, Merapi.Ada 127 gunung api di Indonesia, terdiri dari 77 tipe A, 30 tipe B, dan 21 tipe C. Gunung api tipe B, berarti sesudah tahun 1600 belum mengalami erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan asap sulfatara.  Gunung api tipe C, berarti erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan sulfatara/fumarola pada tingkat lemah.  Gunung api tipe A, di Sumatera ada 13 buah, Jawa (19), Bali dan Nusa Tenggara (23), Sulawesi (11), dan Maluku (12).Tipe B di Sumatera (11), Jawa (10), Bali dan Nusa Tenggara (3), Sulawesi (3), dan Maluku (2).Sedangkan tipe C di Sumatera (6), Jawa (5), Bali dan Nusa Tenggara (5), Sulawesi (5), sementara di Maluku tidak ada.</description><content:encoded>JAKARTA - Aktivitas Gunung Merapi tidak mempengaruhi gunung-gunung lain di Indonesia yang statusnya di atas &amp;lsquo;Normal&amp;rsquo;. Ada 22 gunung di Indonesia yang berstatus &amp;lsquo;Waspada&amp;rsquo; dan &amp;lsquo;Siaga&amp;rsquo;, termasuk Merapi yang masih &amp;lsquo;Awas&amp;rsquo;.Kepala Badan Geologi Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar mengatakan, peningkatan aktivitas gunung tidak berkaitan satu sama lain.&amp;ldquo;(Aktivitas gunung api) tidak ada hubungannya sama sekali. Tidak ada kaitannya. Masing-masing gunung api memiliki sumber energi sendiri,&amp;rdquo; ujar Sukhyar, saat dihubungi okezone, Selasa (2/11/2010).  Sukhyar menjelaskan, sejarah letusan gunung api serta kandungan gas juga mempengaruhi keaktifan masing-masing gunung.&amp;ldquo;Berbeda berdasarkan kandungan materi dan kandungan gasnya. Aktivitas masing-masing gunung sangat dipengaruhi dari kandungkan material,&amp;rdquo; terang Sukhyar.  Hingga Minggu, 31 Oktober lalu tercatat ada 22 gunung berstatus di atas &amp;lsquo;Normal&amp;rsquo;. Semuanya masuk kategori gunung api tipe A yang berarti pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.  Status &amp;lsquo;Waspada&amp;rsquo; berarti ada peningkatan aktivitas vulkanik dengan rekomendasi aktivitas manusia di kawasan rawan bencana (KRB) II dan KRB III wajib dibatasi.  &amp;lsquo;Siaga&amp;rsquo;, berarti prediksi peningkatan aktivitas gunung api hingga letusan dengan rekomendasi tidak ada aktivitas di KRB II dan KRB III. Sedangkan status &amp;lsquo;Awas&amp;rsquo;, berarti evakuasi pengungsi pada KRB II dan KRB III seperti terjadi di Gunung Merapi.  Sejumlah gunung api berstatus &amp;lsquo;Waspada&amp;rsquo; di Sumatera:1. Gunung Seulewah Agam2. Gunung Sinabung3. Gunung Talang4. Gunung Kerinci5. Gunung Kaba6. Gunung Anak KrakatauJawa:1. Gunung Papandayan2. Gunung Slamet3. Gunung Bromo4. Gunung SemeruNusa Tenggara dan Bali:1. Gunung Batur2. Gunung Rinjani3. Gunung Rokatenda4. Gunung Egon5. Gunung Sangeang ApiSulawesi dan Maluku:1. Gunung Lokon2. Gunung Soputan3. Gunung Dukono 4. Gunung GamalamaGunung berstatus &amp;lsquo;Siaga&amp;rsquo; di Halmahera dan Maluku:1. Gunung Ibu2. Gunung KarangetangDitambah gunung berstatus &amp;lsquo;Awas&amp;rsquo;, Merapi.Ada 127 gunung api di Indonesia, terdiri dari 77 tipe A, 30 tipe B, dan 21 tipe C. Gunung api tipe B, berarti sesudah tahun 1600 belum mengalami erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan asap sulfatara.  Gunung api tipe C, berarti erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan sulfatara/fumarola pada tingkat lemah.  Gunung api tipe A, di Sumatera ada 13 buah, Jawa (19), Bali dan Nusa Tenggara (23), Sulawesi (11), dan Maluku (12).Tipe B di Sumatera (11), Jawa (10), Bali dan Nusa Tenggara (3), Sulawesi (3), dan Maluku (2).Sedangkan tipe C di Sumatera (6), Jawa (5), Bali dan Nusa Tenggara (5), Sulawesi (5), sementara di Maluku tidak ada.</content:encoded></item></channel></rss>
