<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sapi Pak Wali Kota Ngamuk Saat Hendak Dipotong</title><description>&amp;ldquo;Sejak kemarin sapi ini agak bertingkah aneh, sulit sekali makan meski  rumputnya banyak dan ia sendiri belum makan sejak dikandangkan,&amp;rdquo; kata  salah seorang panitia kurban. </description><link>https://news.okezone.com/read/2010/11/17/340/394223/sapi-pak-wali-kota-ngamuk-saat-hendak-dipotong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/11/17/340/394223/sapi-pak-wali-kota-ngamuk-saat-hendak-dipotong"/><item><title>Sapi Pak Wali Kota Ngamuk Saat Hendak Dipotong</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/11/17/340/394223/sapi-pak-wali-kota-ngamuk-saat-hendak-dipotong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/11/17/340/394223/sapi-pak-wali-kota-ngamuk-saat-hendak-dipotong</guid><pubDate>Rabu 17 November 2010 22:04 WIB</pubDate><dc:creator>Arpan Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/11/17/340/394223/hOOZimqgFa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">kampoengternak.or.id (ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/11/17/340/394223/hOOZimqgFa.jpg</image><title>kampoengternak.or.id (ilustrasi)</title></images><description>PALEMBANG &amp;ndash; &amp;ldquo;Sejak kemarin sapi ini agak bertingkah aneh, sulit sekali makan meski rumputnya banyak dan ia sendiri belum makan sejak dikandangkan,&amp;rdquo; kata salah seorang panitia kurban yang mengelak menyebutkan namanya, kepada okezone di lapangan Mesjid Agung, Palembang, Rabu (17/11/2010).
&amp;nbsp;
Saat penyembelihan hewan kurban terjadi sedikit keriuhan. Seekor sapi gemuk, diketahui merupakan sumbangan yang berasal dari Walikota Palembang Haji Eddy Santana Putra dan keluarga, segera berontak mengelak ketika dia hendak digiring panitia ke arena penyembelihan.
&amp;nbsp;
Sapi kurban itu sempat melawan saat dihela talinya ke tempat pemotongan. Mulanya si sapi tak bergerak, saat talinya dihela panitia. Meski beberapa orang petugas menarik tali, tapi sapi itu tetap sulit beranjak dari habitat penampungan sementara.
&amp;nbsp;
Sekira 30 menit, panitia berusaha keras memaksa sapi itu ke juru potong yang sudah sedia menjagal dengan pisau di tangan. Alhasil, panitia kurban Masjid Agung Palembang menyerah dengan kehendak si sapi. Ritual pemotongan akhirnya dieksekusi di depan tangga mesjid terbesar di Kota Pempek.
&amp;nbsp;
Ulah sapi itu mewarnai Hari Raya Idul Adha 1431 H di Palembang. Sapi yang mulanya ngambek dipotong itu, sepertinya tak mau jadi korban. Beruntung, akhirnya, dia mau juga. Kalau tidak, bisa-bisa Pak Wali yang turun tangan sendiri.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>PALEMBANG &amp;ndash; &amp;ldquo;Sejak kemarin sapi ini agak bertingkah aneh, sulit sekali makan meski rumputnya banyak dan ia sendiri belum makan sejak dikandangkan,&amp;rdquo; kata salah seorang panitia kurban yang mengelak menyebutkan namanya, kepada okezone di lapangan Mesjid Agung, Palembang, Rabu (17/11/2010).
&amp;nbsp;
Saat penyembelihan hewan kurban terjadi sedikit keriuhan. Seekor sapi gemuk, diketahui merupakan sumbangan yang berasal dari Walikota Palembang Haji Eddy Santana Putra dan keluarga, segera berontak mengelak ketika dia hendak digiring panitia ke arena penyembelihan.
&amp;nbsp;
Sapi kurban itu sempat melawan saat dihela talinya ke tempat pemotongan. Mulanya si sapi tak bergerak, saat talinya dihela panitia. Meski beberapa orang petugas menarik tali, tapi sapi itu tetap sulit beranjak dari habitat penampungan sementara.
&amp;nbsp;
Sekira 30 menit, panitia berusaha keras memaksa sapi itu ke juru potong yang sudah sedia menjagal dengan pisau di tangan. Alhasil, panitia kurban Masjid Agung Palembang menyerah dengan kehendak si sapi. Ritual pemotongan akhirnya dieksekusi di depan tangga mesjid terbesar di Kota Pempek.
&amp;nbsp;
Ulah sapi itu mewarnai Hari Raya Idul Adha 1431 H di Palembang. Sapi yang mulanya ngambek dipotong itu, sepertinya tak mau jadi korban. Beruntung, akhirnya, dia mau juga. Kalau tidak, bisa-bisa Pak Wali yang turun tangan sendiri.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
