<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Jadwal Penerbangan Garuda Kacau Bukan karena Saham&quot;</title><description>Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar membantah kacaunya jadwal penerbangan pesawat Garuda Indonesia dikaitkan dengan penjualan saham.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/11/25/337/397018/jadwal-penerbangan-garuda-kacau-bukan-karena-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/11/25/337/397018/jadwal-penerbangan-garuda-kacau-bukan-karena-saham"/><item><title>&quot;Jadwal Penerbangan Garuda Kacau Bukan karena Saham&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/11/25/337/397018/jadwal-penerbangan-garuda-kacau-bukan-karena-saham</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/11/25/337/397018/jadwal-penerbangan-garuda-kacau-bukan-karena-saham</guid><pubDate>Kamis 25 November 2010 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/11/25/337/397018/nAhyyHElB7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Dok: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/11/25/337/397018/nAhyyHElB7.jpg</image><title>(Dok: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar membantah bahwa penundaan dan pembatalan penerbangan pesawat Garuda Indonesia selama 4 hari dikaitkan dengan penjualan saham.Dia mengatakan, keterlambatan penerbangan murni karena adanya pergantian sistem integrasi pergerakan pesawat, kru, serta sistem penjadwalan.&amp;ldquo;Tidak ada kaitannya dengan penjualan saham. Ini murni karena pergantian sistem,&amp;rdquo; ucap Emir mengomentari pertanyaan seorang anggota Komisi V saat rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2010).Dia menjelaskan, sistem yang menghabiskan biaya 757 ribu euro atau Rp6,7 miliar lebih hanya untuk membeli software saja ini, digunakan karena semakin besarnya jumlah armada pesawat Garuda Indonesia.&amp;ldquo;Sistem ini sudah dipakai di beberapa airlines, seperti Turki Airlines dan Singapore Airlines,&amp;rdquo; sambungnya.Integrated Operational Crew System (IOCS) sudah digunakan Garuda sejak tahun lalu, namun baru tersambung dengan penjadwalan kru sejak 3 bulan terakhir. Diakuinya, ada kesulitan dalam menyatukan tiga sistem (pergerakan pesawat, kru, sistem penjadwalan) karena pergerakan pesawat sangat tinggi. Karena itu pihaknya membutuhkan waktu hingga 4 hari hingga tidak ada lagi pembatalan penerbangan.&amp;ldquo;Atas kejadian ini kami sudah meminta maaf kepada penumpang dan ini benar-benar tidak ada kesengajaan dari manajemen kami. Kami sudah lakukan investigasi melibatkan akademisi, apa yang menjadi penyebab,&amp;rdquo; imbuhnya.Terkait ketidakpercayaan anggota DPR dengan alasan kabel putus, Emir mengungkapkan saat itu terjadi kekacauan di jaringan komunikasi. &amp;ldquo;Antara komunikasi kontrol di dalam dan ke luar kacau. Saat dilakukan perbaikan kembali normal. Alasan itu yang hanya kami berikan waktu pertama kali,&amp;rdquo; jelasnya seraya menjamin mulai hari ini jadwal kembali normal.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar membantah bahwa penundaan dan pembatalan penerbangan pesawat Garuda Indonesia selama 4 hari dikaitkan dengan penjualan saham.Dia mengatakan, keterlambatan penerbangan murni karena adanya pergantian sistem integrasi pergerakan pesawat, kru, serta sistem penjadwalan.&amp;ldquo;Tidak ada kaitannya dengan penjualan saham. Ini murni karena pergantian sistem,&amp;rdquo; ucap Emir mengomentari pertanyaan seorang anggota Komisi V saat rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2010).Dia menjelaskan, sistem yang menghabiskan biaya 757 ribu euro atau Rp6,7 miliar lebih hanya untuk membeli software saja ini, digunakan karena semakin besarnya jumlah armada pesawat Garuda Indonesia.&amp;ldquo;Sistem ini sudah dipakai di beberapa airlines, seperti Turki Airlines dan Singapore Airlines,&amp;rdquo; sambungnya.Integrated Operational Crew System (IOCS) sudah digunakan Garuda sejak tahun lalu, namun baru tersambung dengan penjadwalan kru sejak 3 bulan terakhir. Diakuinya, ada kesulitan dalam menyatukan tiga sistem (pergerakan pesawat, kru, sistem penjadwalan) karena pergerakan pesawat sangat tinggi. Karena itu pihaknya membutuhkan waktu hingga 4 hari hingga tidak ada lagi pembatalan penerbangan.&amp;ldquo;Atas kejadian ini kami sudah meminta maaf kepada penumpang dan ini benar-benar tidak ada kesengajaan dari manajemen kami. Kami sudah lakukan investigasi melibatkan akademisi, apa yang menjadi penyebab,&amp;rdquo; imbuhnya.Terkait ketidakpercayaan anggota DPR dengan alasan kabel putus, Emir mengungkapkan saat itu terjadi kekacauan di jaringan komunikasi. &amp;ldquo;Antara komunikasi kontrol di dalam dan ke luar kacau. Saat dilakukan perbaikan kembali normal. Alasan itu yang hanya kami berikan waktu pertama kali,&amp;rdquo; jelasnya seraya menjamin mulai hari ini jadwal kembali normal.</content:encoded></item></channel></rss>
