<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramai-Ramai Tiup Kondom di Pinggir Jalan</title><description>Bentuk protes aktivis HIV/AIDS di Purwokerto, Kabupaten Banyumas,  Jawa Tengah tergolong unik. Mereka meniup kondom yang sebelumnya telah  dibagikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/01/340/398882/ramai-ramai-tiup-kondom-di-pinggir-jalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/12/01/340/398882/ramai-ramai-tiup-kondom-di-pinggir-jalan"/><item><title>Ramai-Ramai Tiup Kondom di Pinggir Jalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/01/340/398882/ramai-ramai-tiup-kondom-di-pinggir-jalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/12/01/340/398882/ramai-ramai-tiup-kondom-di-pinggir-jalan</guid><pubDate>Rabu 01 Desember 2010 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Saladin Ayyubi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/12/01/340/398882/IlgM9n9WLV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Saladin Ayubi (Global TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/12/01/340/398882/IlgM9n9WLV.jpg</image><title>Foto: Saladin Ayubi (Global TV)</title></images><description>BANYUMAS -  Bentuk protes aktivis HIV/AIDS di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tergolong unik. Mereka meniup kondom yang sebelumnya telah dibagikan.Setelah balon kondom ditiup dan membesar, barulah mereka memecahkan balon kondom tersebut.Menurut Arno (45), salah seorang aktivis mengatakan, hal ini dilakukan sebagai bentuk protes mereka, karena selama ini kondom justru tidak digunakan sebagai bentuk pengamanan dari bahaya HIV/AIDS.&amp;ldquo;Kami protes dengan cara kami sendiri karena kondom yang justru sebagai pelindung dari bahaya Aids dan HIV cenderung tidak digunakan. Makanya kami tiup dan kami pecahkan beramai-ramai,&amp;rdquo; ujar Arno, Rabu (1/12/2010).Selain itu, peringatan hari HIV/AIDS sedunia juga dimeriahkan dengan long march ratusan pelajar dan mahasiswa peduli HIV/AIDS. Dengan berbagai kostum, para mahasiswa juga membagi-bagikan bunga serta stiker yang berisi ajakan peduli terhadap bahaya penyakit tersebut. Stiker dan bunga ini mereka bagikan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Purwokerto kepada sopir dan para warga sekitar.Sementara  dari data di Kabupaten Banyumas, pada 2010 sudah tercatat sebanyak 97 menderita HIV dan 65 mennderita AIDS. Sedangkan untuk yang meninggal dunia pada tahun yang sama tercatat sudah lima warga.</description><content:encoded>BANYUMAS -  Bentuk protes aktivis HIV/AIDS di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tergolong unik. Mereka meniup kondom yang sebelumnya telah dibagikan.Setelah balon kondom ditiup dan membesar, barulah mereka memecahkan balon kondom tersebut.Menurut Arno (45), salah seorang aktivis mengatakan, hal ini dilakukan sebagai bentuk protes mereka, karena selama ini kondom justru tidak digunakan sebagai bentuk pengamanan dari bahaya HIV/AIDS.&amp;ldquo;Kami protes dengan cara kami sendiri karena kondom yang justru sebagai pelindung dari bahaya Aids dan HIV cenderung tidak digunakan. Makanya kami tiup dan kami pecahkan beramai-ramai,&amp;rdquo; ujar Arno, Rabu (1/12/2010).Selain itu, peringatan hari HIV/AIDS sedunia juga dimeriahkan dengan long march ratusan pelajar dan mahasiswa peduli HIV/AIDS. Dengan berbagai kostum, para mahasiswa juga membagi-bagikan bunga serta stiker yang berisi ajakan peduli terhadap bahaya penyakit tersebut. Stiker dan bunga ini mereka bagikan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Purwokerto kepada sopir dan para warga sekitar.Sementara  dari data di Kabupaten Banyumas, pada 2010 sudah tercatat sebanyak 97 menderita HIV dan 65 mennderita AIDS. Sedangkan untuk yang meninggal dunia pada tahun yang sama tercatat sudah lima warga.</content:encoded></item></channel></rss>
