<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Peran&quot; Pria &amp; Wanita dalam Bisnis Seks</title><description>Menjamurnya bisnis layanan seks perempuan untuk memenuhi kebutuhan kaum lelaki, khususnya di Jakarta sejak tahun 2000 terus mengalami peningkatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/06/338/400431/peran-pria-wanita-dalam-bisnis-seks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/12/06/338/400431/peran-pria-wanita-dalam-bisnis-seks"/><item><title>&quot;Peran&quot; Pria &amp; Wanita dalam Bisnis Seks</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/06/338/400431/peran-pria-wanita-dalam-bisnis-seks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/12/06/338/400431/peran-pria-wanita-dalam-bisnis-seks</guid><pubDate>Senin 06 Desember 2010 08:19 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/12/06/338/400431/26F0RRScEx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/12/06/338/400431/26F0RRScEx.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Menjamurnya bisnis layanan seks perempuan untuk memenuhi kebutuhan kaum lelaki, khususnya di Jakarta sejak tahun 2000 terus mengalami peningkatan.Menurut Nori Andriyani, penulis buku &amp;ldquo;JAKARTA UNCOVERED: Membongkar Kemaksiatan, Membangun Kesadaran Baru&amp;rdquo;, masyarakat saat ini justru sedang terlelap dengan kesadaran palsu.&amp;ldquo;Kita harus membangunkan masyarakat dari tidur panjangnya, dan memberi penyadaran baru terkait jejaring bisnis seks tersebut,&amp;rdquo; ungkap Nori dalam diskusi tersebut di kantor Women Research Institute di Jalan Kalibata Utara, Jakarta Selatan, belum lama ini.Berangkat dari keprihatinan terhadap maraknya bisnis seks tersebut, Nori melakukan penelitian. Menurut penelitian, dalam konteks Indonesia, para lelaki tidak pernah masuk dalam kategori yang diwacanakan sebagai pembeli dalam bisnis tersebut.&amp;ldquo;Aspek kaum lelaki sebagai pembeli selama ini sangat kurang dan bahkan bisa dikatakan tidak muncul dalam wacana. Sebaliknya, yang selalu disorot dan dipersalahkan adalah perempuan yang sebenarnya terjebak dalam bisnis itu dan justru harus dilihat sebagai korban,&amp;rdquo; ujarnya.Menurut dia, bahwa jika permintaan (demand) kaum lelaki untuk seks perempuan bayaran dipotong, maka penawaran (supply) layanan seks perempuan akan berkurang dan akhirnya hilang.Selain dari faktor lelaki pembeli, layanan seks perempuan yang hilang dari wacana, yang juga cenderung hilang dari fokus perhatian adalah peran mucikari dan keseluruhan pihak dalam jaringan bisnis layanan seks.Dikatakan Nori, jangan pernah berpikir bahwa masalah tersebut tidak ada kaitannya dengan kita. Sebab suatu saat persoalaan tersebut juga bisa menjadi bagian kita semua.&amp;ldquo;Jangan pernah terlena karena suatu saat menjadi bagian dari problem Anda. Meski bukan Anda secara langsung, tapi mungkin saudara Anda, keponakan, paman atau siapa saja,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca berita terkait isu seks bebas lainnya:
1. BKKBN: Separuh Remaja Jabodetabek Tak Perawan
2. Survei BKKBN Bisa Memancing Remaja Jabodetabek
3. Survei BKKBN Soal Perawan Bikin Panik Orangtua
4. 1.660 Mahasiswi di Yogyakarta Tak Perawan
5. Penasaran, Awal Remaja Terjerumus Seks Bebas
6. Keperawanan Tak Berkaitan dengan Moralitas Remaja
7. Kasus Seks Bebas Lebih Banyak di Pedesaan
8. BKKBN: ABG Tahu Proses Reproduksi Sebatas Seks
</description><content:encoded>JAKARTA - Menjamurnya bisnis layanan seks perempuan untuk memenuhi kebutuhan kaum lelaki, khususnya di Jakarta sejak tahun 2000 terus mengalami peningkatan.Menurut Nori Andriyani, penulis buku &amp;ldquo;JAKARTA UNCOVERED: Membongkar Kemaksiatan, Membangun Kesadaran Baru&amp;rdquo;, masyarakat saat ini justru sedang terlelap dengan kesadaran palsu.&amp;ldquo;Kita harus membangunkan masyarakat dari tidur panjangnya, dan memberi penyadaran baru terkait jejaring bisnis seks tersebut,&amp;rdquo; ungkap Nori dalam diskusi tersebut di kantor Women Research Institute di Jalan Kalibata Utara, Jakarta Selatan, belum lama ini.Berangkat dari keprihatinan terhadap maraknya bisnis seks tersebut, Nori melakukan penelitian. Menurut penelitian, dalam konteks Indonesia, para lelaki tidak pernah masuk dalam kategori yang diwacanakan sebagai pembeli dalam bisnis tersebut.&amp;ldquo;Aspek kaum lelaki sebagai pembeli selama ini sangat kurang dan bahkan bisa dikatakan tidak muncul dalam wacana. Sebaliknya, yang selalu disorot dan dipersalahkan adalah perempuan yang sebenarnya terjebak dalam bisnis itu dan justru harus dilihat sebagai korban,&amp;rdquo; ujarnya.Menurut dia, bahwa jika permintaan (demand) kaum lelaki untuk seks perempuan bayaran dipotong, maka penawaran (supply) layanan seks perempuan akan berkurang dan akhirnya hilang.Selain dari faktor lelaki pembeli, layanan seks perempuan yang hilang dari wacana, yang juga cenderung hilang dari fokus perhatian adalah peran mucikari dan keseluruhan pihak dalam jaringan bisnis layanan seks.Dikatakan Nori, jangan pernah berpikir bahwa masalah tersebut tidak ada kaitannya dengan kita. Sebab suatu saat persoalaan tersebut juga bisa menjadi bagian kita semua.&amp;ldquo;Jangan pernah terlena karena suatu saat menjadi bagian dari problem Anda. Meski bukan Anda secara langsung, tapi mungkin saudara Anda, keponakan, paman atau siapa saja,&amp;rdquo; pungkasnya.
Baca berita terkait isu seks bebas lainnya:
1. BKKBN: Separuh Remaja Jabodetabek Tak Perawan
2. Survei BKKBN Bisa Memancing Remaja Jabodetabek
3. Survei BKKBN Soal Perawan Bikin Panik Orangtua
4. 1.660 Mahasiswi di Yogyakarta Tak Perawan
5. Penasaran, Awal Remaja Terjerumus Seks Bebas
6. Keperawanan Tak Berkaitan dengan Moralitas Remaja
7. Kasus Seks Bebas Lebih Banyak di Pedesaan
8. BKKBN: ABG Tahu Proses Reproduksi Sebatas Seks
</content:encoded></item></channel></rss>
