<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awas! Polisi Cari Pengendara Berponsel Lewat CCTV</title><description>Usaha Polda Metro Jaya (PMJ) untuk mengurangi penggunaan telepon selular  yang berakibat pada tingginya angka kecelakaan lalu lintas, semakin  gencar dilakukan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/10/338/402036/awas-polisi-cari-pengendara-berponsel-lewat-cctv</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/12/10/338/402036/awas-polisi-cari-pengendara-berponsel-lewat-cctv"/><item><title>Awas! Polisi Cari Pengendara Berponsel Lewat CCTV</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/10/338/402036/awas-polisi-cari-pengendara-berponsel-lewat-cctv</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/12/10/338/402036/awas-polisi-cari-pengendara-berponsel-lewat-cctv</guid><pubDate>Jum'at 10 Desember 2010 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/12/10/338/402036/XyCOw41IdA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: thetelecomblog.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/12/10/338/402036/XyCOw41IdA.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: thetelecomblog.com)</title></images><description>JAKARTA - Usaha Polda Metro Jaya (PMJ) untuk mengurangi penggunaan telepon selular yang berakibat pada tingginya angka kecelakaan lalu lintas, semakin gencar dilakukan.
&amp;nbsp;
Hal ini ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PMJ dan PT Registrasi dan Identifikasi Nasional (PT RIN).
&amp;nbsp;
PT RIN merupakan perusahaan penyedia kamera CCTV asal norwegia kepada PMJ agar bisa memantau secara lebih detail fisik kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas.
&amp;nbsp;
Dirlantas PMJ Kombes Pol Royke Lumowa usai menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman, mengatakan kecanggihan alat ini bisa mendeteksi pelanggar lalu lintas termasuk pengguna ponsel saat berkendara.
&amp;nbsp;
&quot;Sekarang ini, kepolisian agak sulit menangkap pelaku yang sedang menggunakan handphone saat berkendara, dengan alat ini jadi lebih mudah,&quot; katanya di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (10/12/2010).
&amp;nbsp;
Menurutnya, alat tersebut tidak hanya mampu merekam kendaraan pelanggar lalu lintas seperti yang di miliki Traffic Management Center (TMC) PMJ saat ini, namun mampu memotret kendaraan tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Pada saat terjadi penegakkan hukum tidak perlu distop cuma dengan memantau alat-alat itu,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Jadi, lanjutnya, pelanggar lalu lintas akan diberikan sanksi saat pemilik kendaraan mengurus surat administrasi kendaraan bermotor.
&amp;nbsp;
Bagaimana dengan STNK sekarang banyak yang pindah nama?
&amp;nbsp;
&quot;Nanti kita lihat kalau dia balik nama, karena dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, setiap pindah tangan kedua apalagi ketiga itu harus segera balik nama,&quot; cetusnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut dia menjelaskan, sebagai langkah awal kepolisian akan memasang empat kamera di jalur Blok M mengarah ke Glodok, namun tidak menutup kemungkinan usai dilakukan uji coba alat ini akan menjamur di jalan protokol.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk awal kita akan memasang di empat titik Blok M-Glodok titik-titik ini integral, walaupun empat dia bisa backup semua, nantinya alat ini bisa menjamur,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Sayangnya dia tidak menerangkan secara jelas kapan alat tersebut akan diuji coba karena masih dalam tahap penggodokan dengan pihak penyedia, namun menurutnya alat tersebut diperkirakan akan benar-benar terealisasi pada awal 2012.</description><content:encoded>JAKARTA - Usaha Polda Metro Jaya (PMJ) untuk mengurangi penggunaan telepon selular yang berakibat pada tingginya angka kecelakaan lalu lintas, semakin gencar dilakukan.
&amp;nbsp;
Hal ini ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PMJ dan PT Registrasi dan Identifikasi Nasional (PT RIN).
&amp;nbsp;
PT RIN merupakan perusahaan penyedia kamera CCTV asal norwegia kepada PMJ agar bisa memantau secara lebih detail fisik kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas.
&amp;nbsp;
Dirlantas PMJ Kombes Pol Royke Lumowa usai menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman, mengatakan kecanggihan alat ini bisa mendeteksi pelanggar lalu lintas termasuk pengguna ponsel saat berkendara.
&amp;nbsp;
&quot;Sekarang ini, kepolisian agak sulit menangkap pelaku yang sedang menggunakan handphone saat berkendara, dengan alat ini jadi lebih mudah,&quot; katanya di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (10/12/2010).
&amp;nbsp;
Menurutnya, alat tersebut tidak hanya mampu merekam kendaraan pelanggar lalu lintas seperti yang di miliki Traffic Management Center (TMC) PMJ saat ini, namun mampu memotret kendaraan tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Pada saat terjadi penegakkan hukum tidak perlu distop cuma dengan memantau alat-alat itu,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Jadi, lanjutnya, pelanggar lalu lintas akan diberikan sanksi saat pemilik kendaraan mengurus surat administrasi kendaraan bermotor.
&amp;nbsp;
Bagaimana dengan STNK sekarang banyak yang pindah nama?
&amp;nbsp;
&quot;Nanti kita lihat kalau dia balik nama, karena dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, setiap pindah tangan kedua apalagi ketiga itu harus segera balik nama,&quot; cetusnya.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut dia menjelaskan, sebagai langkah awal kepolisian akan memasang empat kamera di jalur Blok M mengarah ke Glodok, namun tidak menutup kemungkinan usai dilakukan uji coba alat ini akan menjamur di jalan protokol.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk awal kita akan memasang di empat titik Blok M-Glodok titik-titik ini integral, walaupun empat dia bisa backup semua, nantinya alat ini bisa menjamur,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Sayangnya dia tidak menerangkan secara jelas kapan alat tersebut akan diuji coba karena masih dalam tahap penggodokan dengan pihak penyedia, namun menurutnya alat tersebut diperkirakan akan benar-benar terealisasi pada awal 2012.</content:encoded></item></channel></rss>
