<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivitas Truk Penyebab Jalan Petojo Ambrol</title><description>Jalan Petojo VIJ I yang membentang di pinggir Kali Siantar, Jakarta  Pusat, sejak Senin dini hari ambrol sekira 30 meter. Diduga aktivitas truk di lokasi tersebut penyebab ambrolnya jalan itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/15/338/403559/aktivitas-truk-penyebab-jalan-petojo-ambrol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/12/15/338/403559/aktivitas-truk-penyebab-jalan-petojo-ambrol"/><item><title>Aktivitas Truk Penyebab Jalan Petojo Ambrol</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/15/338/403559/aktivitas-truk-penyebab-jalan-petojo-ambrol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/12/15/338/403559/aktivitas-truk-penyebab-jalan-petojo-ambrol</guid><pubDate>Rabu 15 Desember 2010 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/12/15/338/403559/tWLyzX2VKZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan amblas di RE Martadinata (Foto: Andika Pradipta/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/12/15/338/403559/tWLyzX2VKZ.jpg</image><title>Jalan amblas di RE Martadinata (Foto: Andika Pradipta/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Jalan Petojo VIJ I yang membentang di pinggir Kali Siantar, Jakarta Pusat, sejak Senin dini hari ambrol sekira 30 meter. Diduga tingginya aktivitas truk di lokasi tersebut salah satu penyebab ambrolnya jalan itu.&amp;ldquo;Truk yang mengangkut tanah di Kali Siantar diduga sebagai penyebabnya. Selain itu tanah yang labil juga ikut sebagai pemicu,&amp;rdquo; kata Dimas, salah seorang koordinator pekerja kepada okezone di lokasi jalan ambrol, Jakarta, Rabu (15/12/2010).Apalagi, tambah Dimas, hujan yang mengguyur sejak sepekan ini membuat tanah di sekitar pengurukan terkikis.&amp;ldquo;Awalnya hanya retak-retak, namun puncaknya pada Senin dini hari dengan ambrol 30 meter dan memakan badan jalan sekira 2,5 meter,&amp;rdquo; tuturnya.Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, amblesnya talut Kali Siantar akibat ketidakseragaman kondisi tanah di lokasi tersebut. Ketika kondisi tanah tidak sama, ada yang keras dan ada yang lembek berpengaruh terhadap penurunan tanah. &amp;ldquo;Saya kira itu penyebabnya.Tapi, masih dalam penelitian. Bagian yang retak diisi dengan tanah yang baik. Setelah itu, diganti. Bisa dengan sheet pile atau ground angker,&amp;rdquo; ungkap Ery di Jakarta, kemarin.Untuk sementara, pihaknya mengembalikan urukan tanah yang tercecer. Setelah itu mengembalikan tanah kerukan untuk menahan. Perbaikan awal dilakukan secara temporer, setelah mendapat izin warga RT 02/06,Kelurahan Cideng.</description><content:encoded>JAKARTA - Jalan Petojo VIJ I yang membentang di pinggir Kali Siantar, Jakarta Pusat, sejak Senin dini hari ambrol sekira 30 meter. Diduga tingginya aktivitas truk di lokasi tersebut salah satu penyebab ambrolnya jalan itu.&amp;ldquo;Truk yang mengangkut tanah di Kali Siantar diduga sebagai penyebabnya. Selain itu tanah yang labil juga ikut sebagai pemicu,&amp;rdquo; kata Dimas, salah seorang koordinator pekerja kepada okezone di lokasi jalan ambrol, Jakarta, Rabu (15/12/2010).Apalagi, tambah Dimas, hujan yang mengguyur sejak sepekan ini membuat tanah di sekitar pengurukan terkikis.&amp;ldquo;Awalnya hanya retak-retak, namun puncaknya pada Senin dini hari dengan ambrol 30 meter dan memakan badan jalan sekira 2,5 meter,&amp;rdquo; tuturnya.Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, amblesnya talut Kali Siantar akibat ketidakseragaman kondisi tanah di lokasi tersebut. Ketika kondisi tanah tidak sama, ada yang keras dan ada yang lembek berpengaruh terhadap penurunan tanah. &amp;ldquo;Saya kira itu penyebabnya.Tapi, masih dalam penelitian. Bagian yang retak diisi dengan tanah yang baik. Setelah itu, diganti. Bisa dengan sheet pile atau ground angker,&amp;rdquo; ungkap Ery di Jakarta, kemarin.Untuk sementara, pihaknya mengembalikan urukan tanah yang tercecer. Setelah itu mengembalikan tanah kerukan untuk menahan. Perbaikan awal dilakukan secara temporer, setelah mendapat izin warga RT 02/06,Kelurahan Cideng.</content:encoded></item></channel></rss>
