<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa Haiti, Terdahsyat Sepanjang 2010</title><description>Gempa&amp;nbsp;bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu. Setidaknya 300 ribu orang tewas akibat tertimbun reruntuhan gedung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/27/18/407681/gempa-haiti-terdahsyat-sepanjang-2010</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/12/27/18/407681/gempa-haiti-terdahsyat-sepanjang-2010"/><item><title>Gempa Haiti, Terdahsyat Sepanjang 2010</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/27/18/407681/gempa-haiti-terdahsyat-sepanjang-2010</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/12/27/18/407681/gempa-haiti-terdahsyat-sepanjang-2010</guid><pubDate>Senin 27 Desember 2010 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/12/27/18/407681/jcoCH1eWPm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Istana Presiden Haiti yang hancur karena gempa (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/12/27/18/407681/jcoCH1eWPm.jpg</image><title>Istana Presiden Haiti yang hancur karena gempa (Foto: Getty Images)</title></images><description>GEMPA bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu.  Setidaknya 300 ribu orang tewas akibat tertimbun reruntuhan  gedung.Gempa Haiti ini membuka catatan  bencana alam yang terjadi di dunia sepanjang 2010. United  States Geological Survey (USGS) menyatakan bencana itu merupakan gempa bumi  terbesar di Haiti dalam 200 tahun  lebih.Titik gempa diketahui berpusat di  18,45 derajat Lintang Utara dan 72,44 Bujur Barat atau berjarak 16 kilometer  barat daya ibu kota Port-au-Prince. Kota ini didiami sekira 1 juta orang.  Berdasarkan catatan USGS, gempa terjadi pukul 16.53 waktu setempat, 12 Januari  2010 atau pukul 04.53 WIB, Rabu 13 Januari 2010. Kedalaman gempa yang hanya  sekira 10 kilometer. Tak heran jika dampak gempa dirasakan sangat  dahsyat.Skala kehancuran yang terjadi di  Haiti ternyata lebih parah dibandingkan dengan tragedi tsunami yang menghantam  Aceh dan negara-negara Asia pada akhir 2004. Diperkirakan kerugian akibat  bencana Haiti mencapai USD14 miliar.Gempa tidak hanya menimbulkan korban  tewas dari masyarakat biasa, beberapa staf PBB yang bertugas di Negara Kepulauan  Karibia tersebut juga menjadi korban. PBB memastikan 14 staf termasuk dalam  korban tewas. Sementara 56 lainnya menderita  luka-luka.Lima warga negara Indonesia juga  turut terkena dampak bencana dahsyat ini. Beruntung kelima WNI selamat dari  gempa tersebut. Menteri Luar Negeri Marty memastikan lima WNI dalam keadaan  selamat. Dua orang WNI yang menjadi sukarelawan Misi Stabilisasi PBB di Haiti  (MINUSTAH), Endang dan Yogi, berhasil menyelamatkan diri dari gedung markas  MINUSTAH yang runtuh diguncang gempa.Sementara tiga lainnya, yang  sebelumnya tidak diketahui nasibnya, pada akhirnya juga dipastikan selamat.  Ketiga WNI tersebut, Ni Luh Made Juini, Ni Ketut Yastri Astiti, dan I Gusti Ayu  Putu Sukerti, selamat setelah Hotel Caribee di Port au Prince, tetap kokoh  berdiri dalam guncangan gempa tersebut.
Pascagempa besar yang melanda,  kondisi di Haiti makin tidak menentu. Hukum rimba sepertinya berlaku di negara  paling miskin di benua Amerika tersebut. Hukum di sebagian besar wilayah Port au  Prince pun harus diselesaikan dengan aturannya  sendiri.Aksi penjarahan dan penyiksaan marak  terjadi di beberapa sudut Port Au Prince. Seringkali warga melakukan tindakan  pengeroyokan terhadap pelaku penjarahan.Bantuan pun langsung berdatangan  untuk Haiti. PBB sendiri dana sebesar USD562 juta atau sekira Rp5triliun  (Rp9.204 per dolar), yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga Haiti selama  6 bulan pasca-gempa.Direktur Urusan Bantuan Kemanusiaan  PBB (OCHA), John Holmes menyatakan, sekira USD20 juta dari dana tersebut  digunakan untuk penyedian bantuan . Sementara sekira USD50 juta akan dipakai  untuk menyediakan bantuan kesehatan, air bersih dan sanitasi, tempat  penampungan, serta bantuan lainnya.

Bantuan-bantuan dari negara lain  juga terus berdatangan ke Haiti, termasuk regu penyelamat dan bantuan  kemanusiaan dari Inggris, China, Uni Eropa, Kanada, Rusia, dan negara-negara  Amerika Latin.Pemerintah Indonesia tidak ketinggalan  memberikan bantuan. Pemerintah lebih banyak memberikan bantuan jenis obat-obatan  karena saat itu sangat dibutuhkan.Hingga kini proses rekonstruksi  Haiti masih berlanjut. Namun masalah  baru justru dihadapi masyarakat saat berjuang keluar dar bayang-bayang gempa.  Kini, warga Haiti khususnya di Port Au Prince  dihadapkan pada wabah kolera.Wabah mematikan itu telah menewaskan  sekira 2.500 warga Haiti. Hingga kini Kementerian  Kesehatan Haiti menyebutkan 2.535 warga  dilaporkan tewas sejak wabah ini melanda pada pertengahan Oktober lalu. Hampir  57 ribu dari 114.497 orang yang terinfeksi penyakit ini, telah dirawat di rumah  sakit.&amp;nbsp;</description><content:encoded>GEMPA bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu.  Setidaknya 300 ribu orang tewas akibat tertimbun reruntuhan  gedung.Gempa Haiti ini membuka catatan  bencana alam yang terjadi di dunia sepanjang 2010. United  States Geological Survey (USGS) menyatakan bencana itu merupakan gempa bumi  terbesar di Haiti dalam 200 tahun  lebih.Titik gempa diketahui berpusat di  18,45 derajat Lintang Utara dan 72,44 Bujur Barat atau berjarak 16 kilometer  barat daya ibu kota Port-au-Prince. Kota ini didiami sekira 1 juta orang.  Berdasarkan catatan USGS, gempa terjadi pukul 16.53 waktu setempat, 12 Januari  2010 atau pukul 04.53 WIB, Rabu 13 Januari 2010. Kedalaman gempa yang hanya  sekira 10 kilometer. Tak heran jika dampak gempa dirasakan sangat  dahsyat.Skala kehancuran yang terjadi di  Haiti ternyata lebih parah dibandingkan dengan tragedi tsunami yang menghantam  Aceh dan negara-negara Asia pada akhir 2004. Diperkirakan kerugian akibat  bencana Haiti mencapai USD14 miliar.Gempa tidak hanya menimbulkan korban  tewas dari masyarakat biasa, beberapa staf PBB yang bertugas di Negara Kepulauan  Karibia tersebut juga menjadi korban. PBB memastikan 14 staf termasuk dalam  korban tewas. Sementara 56 lainnya menderita  luka-luka.Lima warga negara Indonesia juga  turut terkena dampak bencana dahsyat ini. Beruntung kelima WNI selamat dari  gempa tersebut. Menteri Luar Negeri Marty memastikan lima WNI dalam keadaan  selamat. Dua orang WNI yang menjadi sukarelawan Misi Stabilisasi PBB di Haiti  (MINUSTAH), Endang dan Yogi, berhasil menyelamatkan diri dari gedung markas  MINUSTAH yang runtuh diguncang gempa.Sementara tiga lainnya, yang  sebelumnya tidak diketahui nasibnya, pada akhirnya juga dipastikan selamat.  Ketiga WNI tersebut, Ni Luh Made Juini, Ni Ketut Yastri Astiti, dan I Gusti Ayu  Putu Sukerti, selamat setelah Hotel Caribee di Port au Prince, tetap kokoh  berdiri dalam guncangan gempa tersebut.
Pascagempa besar yang melanda,  kondisi di Haiti makin tidak menentu. Hukum rimba sepertinya berlaku di negara  paling miskin di benua Amerika tersebut. Hukum di sebagian besar wilayah Port au  Prince pun harus diselesaikan dengan aturannya  sendiri.Aksi penjarahan dan penyiksaan marak  terjadi di beberapa sudut Port Au Prince. Seringkali warga melakukan tindakan  pengeroyokan terhadap pelaku penjarahan.Bantuan pun langsung berdatangan  untuk Haiti. PBB sendiri dana sebesar USD562 juta atau sekira Rp5triliun  (Rp9.204 per dolar), yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga Haiti selama  6 bulan pasca-gempa.Direktur Urusan Bantuan Kemanusiaan  PBB (OCHA), John Holmes menyatakan, sekira USD20 juta dari dana tersebut  digunakan untuk penyedian bantuan . Sementara sekira USD50 juta akan dipakai  untuk menyediakan bantuan kesehatan, air bersih dan sanitasi, tempat  penampungan, serta bantuan lainnya.

Bantuan-bantuan dari negara lain  juga terus berdatangan ke Haiti, termasuk regu penyelamat dan bantuan  kemanusiaan dari Inggris, China, Uni Eropa, Kanada, Rusia, dan negara-negara  Amerika Latin.Pemerintah Indonesia tidak ketinggalan  memberikan bantuan. Pemerintah lebih banyak memberikan bantuan jenis obat-obatan  karena saat itu sangat dibutuhkan.Hingga kini proses rekonstruksi  Haiti masih berlanjut. Namun masalah  baru justru dihadapi masyarakat saat berjuang keluar dar bayang-bayang gempa.  Kini, warga Haiti khususnya di Port Au Prince  dihadapkan pada wabah kolera.Wabah mematikan itu telah menewaskan  sekira 2.500 warga Haiti. Hingga kini Kementerian  Kesehatan Haiti menyebutkan 2.535 warga  dilaporkan tewas sejak wabah ini melanda pada pertengahan Oktober lalu. Hampir  57 ribu dari 114.497 orang yang terinfeksi penyakit ini, telah dirawat di rumah  sakit.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
