<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Kemajemukan</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah terus berkomitmen menjaga kemajemukan dan sendi-sendi kebebasan beragama. </description><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/27/337/407719/sby-tegaskan-komitmen-pemerintah-jaga-kemajemukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/12/27/337/407719/sby-tegaskan-komitmen-pemerintah-jaga-kemajemukan"/><item><title>SBY Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Kemajemukan</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/27/337/407719/sby-tegaskan-komitmen-pemerintah-jaga-kemajemukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/12/27/337/407719/sby-tegaskan-komitmen-pemerintah-jaga-kemajemukan</guid><pubDate>Senin 27 Desember 2010 21:43 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/12/27/337/407719/j0JlrlL53w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: daylife</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/12/27/337/407719/j0JlrlL53w.jpg</image><title>Foto: daylife</title></images><description>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah terus berkomitmen menjaga kemajemukan dan sendi-sendi kebebasan beragama.&amp;nbsp; Pemerintah juga terus menjaga agar tidak ada pihak lain yang menyakiti saudaranya karena berbeda agama, paham politik, dan identitas sosial lainnya. Hal tersebut dikatakannya saat memberi sambutan dalam Perayaan Natal Nasional Tahun 2010 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senin (27/12/2010).&quot;Kebebasan dan kerukunan beragama bukanlah semata-mata tekstual konstitusi dan peraturan perundang-undangan,&quot; kata Presiden.&amp;nbsp;&quot;Lebih dari itu semua, masyarakat harus menumbuhkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan saling menghormati satu dengan lainnya dalam kehidupan sehari-hari.&amp;nbsp; Inilah hakekat prinsip hidup berdampingan dalam perbedaan, dan prinsip kebebasan beragama dalam bingkai toleransi.&quot;Menurut Presiden, kemajemukan bangsa Indonesia harus menjadi sebuah kekuatan.&amp;nbsp; Kemajemukan tersebut semestinya disikapi dengan penuh rasa syukur, yang diimbangi oleh perbuatan-perbuatan yang positif. &quot;Keragaman yang kita miliki, harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa,&quot; kataya.Lebih lanjut, Presiden menambahkan pemerintah juga terus mendorong terpeliharanya kehidupan antar umat beragama yang harmonis. Pemerintah tidak hanya mendorong antar umat beragama di tanah air, untuk berdialog dan bertatap muka dalam berbagai aktivitas.&amp;nbsp; Akan tetapi dunia internasional sangat mengharapkan peran Indonesia dalam mengembangkan demokrasi dan harmoni antar peradaban. &quot;Di sinilah pentingnya&amp;nbsp; dialog antar peradaban, dialog antar umat beragama, dan dialog antara umat manusia sejagat. Kepercayaan internasional itu, merupakan bukti dan harapan nyata bahwa kita semua harus mengedepankan cinta kasih, serta berperan aktif dalam kerukunan hidup intra dan antar umat beragama di seluruh lapisan masyarakat,&quot; ujarnya.Presiden yakin, dengan makin tumbuhnya kesadaran akan perbedaan, keragaman dan toleransi, Indonesia telah memiliki modal sosial utama dalam menatap masa depan dengan penuh harapan dan optimisme.&amp;nbsp; Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan. &quot;Mari kita hormati konstitusi dan tatanan kehidupan bernegara yang demokratis, melalui perilaku nyata dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah terus berkomitmen menjaga kemajemukan dan sendi-sendi kebebasan beragama.&amp;nbsp; Pemerintah juga terus menjaga agar tidak ada pihak lain yang menyakiti saudaranya karena berbeda agama, paham politik, dan identitas sosial lainnya. Hal tersebut dikatakannya saat memberi sambutan dalam Perayaan Natal Nasional Tahun 2010 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senin (27/12/2010).&quot;Kebebasan dan kerukunan beragama bukanlah semata-mata tekstual konstitusi dan peraturan perundang-undangan,&quot; kata Presiden.&amp;nbsp;&quot;Lebih dari itu semua, masyarakat harus menumbuhkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan saling menghormati satu dengan lainnya dalam kehidupan sehari-hari.&amp;nbsp; Inilah hakekat prinsip hidup berdampingan dalam perbedaan, dan prinsip kebebasan beragama dalam bingkai toleransi.&quot;Menurut Presiden, kemajemukan bangsa Indonesia harus menjadi sebuah kekuatan.&amp;nbsp; Kemajemukan tersebut semestinya disikapi dengan penuh rasa syukur, yang diimbangi oleh perbuatan-perbuatan yang positif. &quot;Keragaman yang kita miliki, harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa,&quot; kataya.Lebih lanjut, Presiden menambahkan pemerintah juga terus mendorong terpeliharanya kehidupan antar umat beragama yang harmonis. Pemerintah tidak hanya mendorong antar umat beragama di tanah air, untuk berdialog dan bertatap muka dalam berbagai aktivitas.&amp;nbsp; Akan tetapi dunia internasional sangat mengharapkan peran Indonesia dalam mengembangkan demokrasi dan harmoni antar peradaban. &quot;Di sinilah pentingnya&amp;nbsp; dialog antar peradaban, dialog antar umat beragama, dan dialog antara umat manusia sejagat. Kepercayaan internasional itu, merupakan bukti dan harapan nyata bahwa kita semua harus mengedepankan cinta kasih, serta berperan aktif dalam kerukunan hidup intra dan antar umat beragama di seluruh lapisan masyarakat,&quot; ujarnya.Presiden yakin, dengan makin tumbuhnya kesadaran akan perbedaan, keragaman dan toleransi, Indonesia telah memiliki modal sosial utama dalam menatap masa depan dengan penuh harapan dan optimisme.&amp;nbsp; Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan. &quot;Mari kita hormati konstitusi dan tatanan kehidupan bernegara yang demokratis, melalui perilaku nyata dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
