<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ironis, Benda Cagar Budaya Disimpan di Gudang</title><description>Benda cagar budaya yang seharusnya diberi ruangan khusus namun tidak  berlaku di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Hal ini mengkhawatirkan  karena tidak adanya penghargaan terhadap benda cagar budaya dari pemkab.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/31/340/409016/ironis-benda-cagar-budaya-disimpan-di-gudang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/12/31/340/409016/ironis-benda-cagar-budaya-disimpan-di-gudang"/><item><title>Ironis, Benda Cagar Budaya Disimpan di Gudang</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/12/31/340/409016/ironis-benda-cagar-budaya-disimpan-di-gudang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/12/31/340/409016/ironis-benda-cagar-budaya-disimpan-di-gudang</guid><pubDate>Jum'at 31 Desember 2010 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>GUNUNGKIDUL- Benda cagar budaya yang seharusnya diberi ruangan khusus namun tidak berlaku di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Hal ini mengkhawatirkan karena tidak adanya penghargaan terhadap benda cagar budaya dari pemkab.Lima tombak dan tiga payung peninggalan masa lalu yang dimiliki Pemkab Gunungkidul, sebagai benda cagar budaya tidak ditaruh di tempat semestinya. Benda-benda tersebut hanya ditaruh di gudang tempat penyimpanan buku, koran bekas, dan benda&amp;ndash;benda yang lain seperti sound system.Menurut salah seorang abdi dalem Kraton Yogyakarta KRT Marto Sugiyarto yang ditemui disela-sela upacara jamasan di Bangsal Sewoko Projo, dirinya tidak tahu maksud benda termasuk peninggalan bersejarah itu ditempatkan di gudang.&amp;nbsp;&amp;ldquo;sejak lima tahun lalu benda ini dipindah dari bangsal ke gudang ini. Saya tidak tahu kenapa,&amp;rdquo; katanya.Menurutnya, penghargaan terhadap benda peninggalan nenek moyang saat ini semakin pudar, sehingga benda cagar budaya pun berkurang. Meski diletakkan di gudang,&amp;nbsp; Jamasan pusaka sebagai salah satu wujud penghargaan terhadap budaya nenek moyang tetap dilaksanakan. Kelima tombak dibersihkan dengan menggunakan air, jeruk nipis, dan minyak khusus.&amp;ldquo;Jamasan ini sebagai wujud penghargaan terhadap peninggalan nenek moyang, tapi tergantung kita mengartikannya,&amp;rdquo; ungkapnya.Dia menambahkan jamasan memiliki dua arti fisik dan nonfisik yaitu membersihkan pusaka dari kotoran dan membersihkan diri agar masyarakat tentram.&amp;ldquo;Acara di sini dilakukan setelah jamasan di Kraton Yogyakarta,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>GUNUNGKIDUL- Benda cagar budaya yang seharusnya diberi ruangan khusus namun tidak berlaku di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Hal ini mengkhawatirkan karena tidak adanya penghargaan terhadap benda cagar budaya dari pemkab.Lima tombak dan tiga payung peninggalan masa lalu yang dimiliki Pemkab Gunungkidul, sebagai benda cagar budaya tidak ditaruh di tempat semestinya. Benda-benda tersebut hanya ditaruh di gudang tempat penyimpanan buku, koran bekas, dan benda&amp;ndash;benda yang lain seperti sound system.Menurut salah seorang abdi dalem Kraton Yogyakarta KRT Marto Sugiyarto yang ditemui disela-sela upacara jamasan di Bangsal Sewoko Projo, dirinya tidak tahu maksud benda termasuk peninggalan bersejarah itu ditempatkan di gudang.&amp;nbsp;&amp;ldquo;sejak lima tahun lalu benda ini dipindah dari bangsal ke gudang ini. Saya tidak tahu kenapa,&amp;rdquo; katanya.Menurutnya, penghargaan terhadap benda peninggalan nenek moyang saat ini semakin pudar, sehingga benda cagar budaya pun berkurang. Meski diletakkan di gudang,&amp;nbsp; Jamasan pusaka sebagai salah satu wujud penghargaan terhadap budaya nenek moyang tetap dilaksanakan. Kelima tombak dibersihkan dengan menggunakan air, jeruk nipis, dan minyak khusus.&amp;ldquo;Jamasan ini sebagai wujud penghargaan terhadap peninggalan nenek moyang, tapi tergantung kita mengartikannya,&amp;rdquo; ungkapnya.Dia menambahkan jamasan memiliki dua arti fisik dan nonfisik yaitu membersihkan pusaka dari kotoran dan membersihkan diri agar masyarakat tentram.&amp;ldquo;Acara di sini dilakukan setelah jamasan di Kraton Yogyakarta,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
