<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Orang Ziarah ke Makam Gus Dur</title><description>Momen liburan Tahun Baru 2011 ternyata membuat peziarah makam Gus Dur di  Pondok pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang  semakin membludak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/01/01/340/409328/ribuan-orang-ziarah-ke-makam-gus-dur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/01/01/340/409328/ribuan-orang-ziarah-ke-makam-gus-dur"/><item><title>Ribuan Orang Ziarah ke Makam Gus Dur</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/01/01/340/409328/ribuan-orang-ziarah-ke-makam-gus-dur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/01/01/340/409328/ribuan-orang-ziarah-ke-makam-gus-dur</guid><pubDate>Sabtu 01 Januari 2011 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/01/01/340/409328/B6b0uVhRMu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">unitedindonesia.org</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/01/01/340/409328/B6b0uVhRMu.jpg</image><title>unitedindonesia.org</title></images><description>JOMBANG - Momen liburan Tahun Baru 2011 ternyata membuat peziarah makam Gus Dur di Pondok pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang semakin membludak. Jumlah pengunjung mencapai ribuan, hal itu berdasarkan catatan buku tamu di Pos penjagaan ponpes.
&amp;nbsp;
Nurul Mundir, Petugas Keamanan Ponpes mengungkapkan, sejak Jumat kemarin, jumlah pengunjung mencapai 5.000 orang. Mereka datang ke makam menggunakan bus, tercatat sudah ada 100 bus.
&amp;nbsp;
&quot;Itu yang menggunakan bus, belum yang datang dengan sepeda motor atau mobil pribadi,&quot; kata Nurul, Sabtu (01/01/2011).
&amp;nbsp;
Para peziarah itu banyak yang berasal dari luar Jombang. Ada rombongan yang berasal dari luar pulau seperti Sumatra dan Kalimantan. Tak hanya itu, kalangan non muslim pun banyak yang berziarah ke makam Presiden keempat ini. Seperti umat Kristen, Hidhu, Budha, dan Kong Hu Chu.
&amp;nbsp;
&quot;Rata-rata para peziarah datang, untuk yang muslim berdoa membaca Yasin dan Tahlil kemudian langsung beranjak, sehingga meski yang datang ribuan tidak begitu berjubel karena bergantian,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Senada juga dituturkan, Karlin, penjaga makan Gus Dur. Menurutnya, membludaknya pengunjung penjaga makam harus lebih ekstra untuk mengawasi makam. Sebab, kata Karlin, kadang-kadang ada pengunjung yang masuk ke areal makam untuk mengambil tanah dan bunga. Mereka percaya jika tanah dan bunga di makam Gus Dur ini bertuah.
&amp;nbsp;
&quot;Namun pihak ponpes melarang untuk melakukan itu perbuatan sirik,&quot; kata Karlin yang mengaku menjaga makam ini sejak satu tahun lalu.
&amp;nbsp;
Dia menceritakan, pertama kali dimakamkan di tempat ini, tanah di atas makam Gus Dur menjadi rebutan para peziarah. Bahkan sempat ditambah beberapa karung agar tanah tersebut terlihat tinggi.
&amp;nbsp;
Tanah ini digunakan untuk menjadikan pelaris dagangan, jimat bahkan untuk pengobatan. Oleh karena itu, makam itu dipagari dengan tali dan dicantumkan larangan masuk ke dalam makam.</description><content:encoded>JOMBANG - Momen liburan Tahun Baru 2011 ternyata membuat peziarah makam Gus Dur di Pondok pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang semakin membludak. Jumlah pengunjung mencapai ribuan, hal itu berdasarkan catatan buku tamu di Pos penjagaan ponpes.
&amp;nbsp;
Nurul Mundir, Petugas Keamanan Ponpes mengungkapkan, sejak Jumat kemarin, jumlah pengunjung mencapai 5.000 orang. Mereka datang ke makam menggunakan bus, tercatat sudah ada 100 bus.
&amp;nbsp;
&quot;Itu yang menggunakan bus, belum yang datang dengan sepeda motor atau mobil pribadi,&quot; kata Nurul, Sabtu (01/01/2011).
&amp;nbsp;
Para peziarah itu banyak yang berasal dari luar Jombang. Ada rombongan yang berasal dari luar pulau seperti Sumatra dan Kalimantan. Tak hanya itu, kalangan non muslim pun banyak yang berziarah ke makam Presiden keempat ini. Seperti umat Kristen, Hidhu, Budha, dan Kong Hu Chu.
&amp;nbsp;
&quot;Rata-rata para peziarah datang, untuk yang muslim berdoa membaca Yasin dan Tahlil kemudian langsung beranjak, sehingga meski yang datang ribuan tidak begitu berjubel karena bergantian,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Senada juga dituturkan, Karlin, penjaga makan Gus Dur. Menurutnya, membludaknya pengunjung penjaga makam harus lebih ekstra untuk mengawasi makam. Sebab, kata Karlin, kadang-kadang ada pengunjung yang masuk ke areal makam untuk mengambil tanah dan bunga. Mereka percaya jika tanah dan bunga di makam Gus Dur ini bertuah.
&amp;nbsp;
&quot;Namun pihak ponpes melarang untuk melakukan itu perbuatan sirik,&quot; kata Karlin yang mengaku menjaga makam ini sejak satu tahun lalu.
&amp;nbsp;
Dia menceritakan, pertama kali dimakamkan di tempat ini, tanah di atas makam Gus Dur menjadi rebutan para peziarah. Bahkan sempat ditambah beberapa karung agar tanah tersebut terlihat tinggi.
&amp;nbsp;
Tanah ini digunakan untuk menjadikan pelaris dagangan, jimat bahkan untuk pengobatan. Oleh karena itu, makam itu dipagari dengan tali dan dicantumkan larangan masuk ke dalam makam.</content:encoded></item></channel></rss>
