<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusuh, 23 Orang Tewas di Perbatasan Sudan</title><description>Sekira 23 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi di perbatasan utara-selatan Sudan hari ini. Bentrokan ini sendiri terjadi antara warga Arab Sudan dan kebetulan berada di sekitar daerah itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/01/10/18/412422/rusuh-23-orang-tewas-di-perbatasan-sudan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/01/10/18/412422/rusuh-23-orang-tewas-di-perbatasan-sudan"/><item><title>Rusuh, 23 Orang Tewas di Perbatasan Sudan</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/01/10/18/412422/rusuh-23-orang-tewas-di-perbatasan-sudan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/01/10/18/412422/rusuh-23-orang-tewas-di-perbatasan-sudan</guid><pubDate>Senin 10 Januari 2011 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/01/10/18/412422/n2wQFiHms7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/01/10/18/412422/n2wQFiHms7.jpg</image><title>Ilustrasi: Ist</title></images><description>KHARTOUM - Sekira 23 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi di perbatasan utara-selatan Sudan hari ini. Bentrokan ini sendiri terjadi antara warga Arab Sudan dan kebetulan berada di sekitar daerah itu.
Kerusuhan ini terjadi di Wilayah Abyei yang saat ini masih diperebutkan oleh Sudan Utara dan Sudan Selatan. Kedua wilayah ini sendiri masih terus melakukan referendum kemerdekaan dari Sudan Selatan.
Pihak selatan sendiri memutuskan untuk lepas dari Sudan Utara yang lebih mayoritasnya warga Muslim. Sudan Selatan sendiri sudah kehilangan Khartoum yang kaya akan cadangan minyak.&amp;nbsp;
Pemimpin suku Dinka Ngok di Abyei yang selama ini dikaitkan dengan Sudan Selatan, menuduh kerusuhan terjadi karena pihak Khartoum telah mempersenjatai milisi Arab Misseriya dalam kerusuhan yang terjadi selama tiga hari sejak Jumat 7 Januari.
&quot;Milisi Misseriya menyerang Desa Maker pada hari Minggu 9 Januari. Serangan yang terjadi merupakan kelanjutan dari aksi serupa di tanggal 7 dan 8. Di hari pertama satu orang meninggal, hari kedua sembilan tewas dan hari ketiga 13 orang meninggal dalam kerusuhan,&quot; ungkap Kepala Pemeritnah Abyei, Charles Abyei seperti dikutip Reuters, Senin (10/1/2011).
Juru bicara pihak militer Sudan Selatan Phillip Aguer mengatakan telah menangkap beberapa pelaku penyerangan setelah aksi kerusuhan. Penangkapan tersebut berlangsung disaat referendum akan berlangsung.</description><content:encoded>KHARTOUM - Sekira 23 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi di perbatasan utara-selatan Sudan hari ini. Bentrokan ini sendiri terjadi antara warga Arab Sudan dan kebetulan berada di sekitar daerah itu.
Kerusuhan ini terjadi di Wilayah Abyei yang saat ini masih diperebutkan oleh Sudan Utara dan Sudan Selatan. Kedua wilayah ini sendiri masih terus melakukan referendum kemerdekaan dari Sudan Selatan.
Pihak selatan sendiri memutuskan untuk lepas dari Sudan Utara yang lebih mayoritasnya warga Muslim. Sudan Selatan sendiri sudah kehilangan Khartoum yang kaya akan cadangan minyak.&amp;nbsp;
Pemimpin suku Dinka Ngok di Abyei yang selama ini dikaitkan dengan Sudan Selatan, menuduh kerusuhan terjadi karena pihak Khartoum telah mempersenjatai milisi Arab Misseriya dalam kerusuhan yang terjadi selama tiga hari sejak Jumat 7 Januari.
&quot;Milisi Misseriya menyerang Desa Maker pada hari Minggu 9 Januari. Serangan yang terjadi merupakan kelanjutan dari aksi serupa di tanggal 7 dan 8. Di hari pertama satu orang meninggal, hari kedua sembilan tewas dan hari ketiga 13 orang meninggal dalam kerusuhan,&quot; ungkap Kepala Pemeritnah Abyei, Charles Abyei seperti dikutip Reuters, Senin (10/1/2011).
Juru bicara pihak militer Sudan Selatan Phillip Aguer mengatakan telah menangkap beberapa pelaku penyerangan setelah aksi kerusuhan. Penangkapan tersebut berlangsung disaat referendum akan berlangsung.</content:encoded></item></channel></rss>
