<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Said Agil: Jangan Sebut &quot;Kebohongan&quot;</title><description>Ketua Umum PBNU Said Agil Siraj menyatakan tidak setuju atas penggunaan istilah &amp;ldquo;kebohongan publik&amp;rdquo; oleh tokoh lintas agama terhadap pemerintahan SBY.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/01/24/337/416554/said-agil-jangan-sebut-kebohongan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/01/24/337/416554/said-agil-jangan-sebut-kebohongan"/><item><title>Said Agil: Jangan Sebut &quot;Kebohongan&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/01/24/337/416554/said-agil-jangan-sebut-kebohongan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/01/24/337/416554/said-agil-jangan-sebut-kebohongan</guid><pubDate>Senin 24 Januari 2011 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/01/21/337/416554/iReOhfQZYE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/01/21/337/416554/iReOhfQZYE.jpg</image><title>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Agil Siraj menyatakan, tidak setuju atas penggunaan istilah &amp;ldquo;kebohongan publik&amp;rdquo; oleh tokoh lintas agama dalam kritik mereka atas pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Secara substansial, saya setuju atas kritikan terhadap pemerintah. Namun, saya tidak sependapat dengan istilah &amp;lsquo;kebohongan publik&amp;rsquo; yang digunakan,&amp;rdquo; ujar Said di kantornya, Rabu (19/1/2010).
&amp;nbsp;
Said Agil menambahkan, para tokoh agama tersebut seharusnya tidak menggunakan kata-kata kasar ketika memberikan kritik. Menurutnya, jika seorang ulama menggunakan bahasa kasar, itu berarti mengajari umatnya untuk lebih kasar. Padahal, Islam mengajarkan untuk menyampaikan kritik dengan cara yang santun
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami dari NU sangat menghindari ucapan yang tidak didasari hikmah. Dan saya menjaga betul hal itu, sebab di belakang saya ada umat yang besar,&amp;rdquo; ujar Said menegaskan.
&amp;nbsp;
Said menilai, tepat jika dikatakan kinerja pemerintah gagal atau belum berhasil. &amp;ldquo;Pemerintah mungkin berhasil dalam pembangunan, tetapi tidak dalam pemerataan hasil pembangunan,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Agil Siraj menyatakan, tidak setuju atas penggunaan istilah &amp;ldquo;kebohongan publik&amp;rdquo; oleh tokoh lintas agama dalam kritik mereka atas pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Secara substansial, saya setuju atas kritikan terhadap pemerintah. Namun, saya tidak sependapat dengan istilah &amp;lsquo;kebohongan publik&amp;rsquo; yang digunakan,&amp;rdquo; ujar Said di kantornya, Rabu (19/1/2010).
&amp;nbsp;
Said Agil menambahkan, para tokoh agama tersebut seharusnya tidak menggunakan kata-kata kasar ketika memberikan kritik. Menurutnya, jika seorang ulama menggunakan bahasa kasar, itu berarti mengajari umatnya untuk lebih kasar. Padahal, Islam mengajarkan untuk menyampaikan kritik dengan cara yang santun
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami dari NU sangat menghindari ucapan yang tidak didasari hikmah. Dan saya menjaga betul hal itu, sebab di belakang saya ada umat yang besar,&amp;rdquo; ujar Said menegaskan.
&amp;nbsp;
Said menilai, tepat jika dikatakan kinerja pemerintah gagal atau belum berhasil. &amp;ldquo;Pemerintah mungkin berhasil dalam pembangunan, tetapi tidak dalam pemerataan hasil pembangunan,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
