<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPDN Tutupi Kematian Rinra</title><description>Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) disinyalir sengaja menutupi  penyebab kematian Rinra Sujiwa Syahrul Putra, Senin 31 Januari 2011.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/01/340/420130/ipdn-tutupi-kematian-rinra</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/01/340/420130/ipdn-tutupi-kematian-rinra"/><item><title>IPDN Tutupi Kematian Rinra</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/01/340/420130/ipdn-tutupi-kematian-rinra</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/01/340/420130/ipdn-tutupi-kematian-rinra</guid><pubDate>Selasa 01 Februari 2011 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Shara Qiu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/01/340/420130/QGFp68phUo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rindra Sujiwa Syahrul Putra (Foto: okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/01/340/420130/QGFp68phUo.jpg</image><title>Rindra Sujiwa Syahrul Putra (Foto: okezone) </title></images><description>JAKARTA - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) disinyalir sengaja menutupi penyebab kematian Rinra Sujiwa Syahrul Putra, Senin 31 Januari kemarin.Menurut mantan dosen IPDN, Inu Kencana, kematian Rindra karena penyakit maag akut perlu dipertanyakan. &quot;Kematiaan Rinra bukan karena penyakit maag akut tetapi overdosis,&quot; kata Inu saat dihubungi okezone, Selasa (1/2/2011).Inu menambahkan, apabila Rinra meninggal karena penyakit maag akut seharusnya dia tidak bisa masuk IPDN karena syarat masuk IPDN harus berbadan sehat. &quot;Kematian Rinra karena overdosis ditutupi oleh pihak IPDN itu sendiri,&quot; kata Inu.Sebenarnya, lanjut Inu, di IPDN banyak kasus narkoba tetapi kasus tersebut ditutupi oleh pihak IPDN itu sendiri. &quot;Mereka mengakali penutupan kasus tersebut dengan memperoleh sejumlah uang dari para siswa IPDN yang ketahuan menggunakan narkoba,&quot; katanya.Seperti diberitakan sebelumnya, Rinra yang merupakan putra&amp;nbsp; Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, tewas akibat sakit di bagian perut. Pada Kamis 27 Januari lalu Rindra mengaku sakit di Jatinangor, Sumedang. Dia kemudian minta izin pulang ke Makassar hingga Jumat 28 Januari untuk mendapat perawatan di rumah sakit. Kemudian Sabtu 29 Januari Rinra kembali ke Jatinangor dengan diantar salah seorang ajudan Syahrul. Rinra langsung dibawa ke barak Sulsel.Pada Senin dini hari sekira pukul 02.00 WIB, Rinra mengalami muntah-muntah sampai pukul 04.45 WIB. Sekira pukul 05.10 WIB praja lain melihat Rinra sudah tidak bergerak di dalam kamar. (ugo)</description><content:encoded>JAKARTA - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) disinyalir sengaja menutupi penyebab kematian Rinra Sujiwa Syahrul Putra, Senin 31 Januari kemarin.Menurut mantan dosen IPDN, Inu Kencana, kematian Rindra karena penyakit maag akut perlu dipertanyakan. &quot;Kematiaan Rinra bukan karena penyakit maag akut tetapi overdosis,&quot; kata Inu saat dihubungi okezone, Selasa (1/2/2011).Inu menambahkan, apabila Rinra meninggal karena penyakit maag akut seharusnya dia tidak bisa masuk IPDN karena syarat masuk IPDN harus berbadan sehat. &quot;Kematian Rinra karena overdosis ditutupi oleh pihak IPDN itu sendiri,&quot; kata Inu.Sebenarnya, lanjut Inu, di IPDN banyak kasus narkoba tetapi kasus tersebut ditutupi oleh pihak IPDN itu sendiri. &quot;Mereka mengakali penutupan kasus tersebut dengan memperoleh sejumlah uang dari para siswa IPDN yang ketahuan menggunakan narkoba,&quot; katanya.Seperti diberitakan sebelumnya, Rinra yang merupakan putra&amp;nbsp; Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, tewas akibat sakit di bagian perut. Pada Kamis 27 Januari lalu Rindra mengaku sakit di Jatinangor, Sumedang. Dia kemudian minta izin pulang ke Makassar hingga Jumat 28 Januari untuk mendapat perawatan di rumah sakit. Kemudian Sabtu 29 Januari Rinra kembali ke Jatinangor dengan diantar salah seorang ajudan Syahrul. Rinra langsung dibawa ke barak Sulsel.Pada Senin dini hari sekira pukul 02.00 WIB, Rinra mengalami muntah-muntah sampai pukul 04.45 WIB. Sekira pukul 05.10 WIB praja lain melihat Rinra sudah tidak bergerak di dalam kamar. (ugo)</content:encoded></item></channel></rss>
