<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivis Bendera Geruduk Mapolres Depok</title><description>Mereka men untutpolisi segera menangkap pelaku penganiayaan dua aktivisnya, Ferdi dan Mustar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/04/338/421361/aktivis-bendera-geruduk-mapolres-depok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/04/338/421361/aktivis-bendera-geruduk-mapolres-depok"/><item><title>Aktivis Bendera Geruduk Mapolres Depok</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/04/338/421361/aktivis-bendera-geruduk-mapolres-depok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/04/338/421361/aktivis-bendera-geruduk-mapolres-depok</guid><pubDate>Jum'at 04 Februari 2011 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/04/338/421361/6BcXCX076w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/04/338/421361/6BcXCX076w.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>DEPOK - Puluhan orang dari LSM Bendera berunjuk rasa di depan Mapolres Depok. Mereka men untutpolisi segera menangkap pelaku penganiayaan dua aktivisnya, Ferdi dan Mustar.
&amp;nbsp;
Mereka berorasi dan memaki polisi. Menurut mereka, selama ini aktivis selalu jadi korban penganiayaan. Tapi polisi malah mengaku sulit mengungkap kasus itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Justru kami para aktivis Bendera ingin membongkar skandal Century oleh rezim SBY, mengapa justru dizalimi?&amp;rdquo; kata seorang aktivis Dedy Mandra, Jumat (4/2/2011).
&amp;nbsp;
Salah satu aktivis perempuan juga sempat adu mulut dengan salah satu perwira di Polres Depok.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalian polisi seharusnya tidak menjaga kami di sini, justru tangkap pelaku, kami jangan dihalangi,&amp;rdquo; serunya.
&amp;nbsp;
Aksi masih berlanjut, gerbang polres ditutup dan dijaga ketat.
&amp;nbsp;
Dua aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Mustar Bona Ventura Manurung dan Ferdi Simaun dipukuli orang tidak dikenal di daerah Depok.
&amp;nbsp;
Aktivis Bendera, Adian Napitupulu mengatakan keduanya dipukuli sekitar subuh. Belum diketahui secara jelas motif dari pemukulan tersebut.
&amp;nbsp;
Adian menduga pemukulan kedua rekannya itu kemungkinan terkait dengan sidang kasus pencemaran nama baik aliran Bank Century yang diduga mengalir ke sejumlah pejabat negara.</description><content:encoded>DEPOK - Puluhan orang dari LSM Bendera berunjuk rasa di depan Mapolres Depok. Mereka men untutpolisi segera menangkap pelaku penganiayaan dua aktivisnya, Ferdi dan Mustar.
&amp;nbsp;
Mereka berorasi dan memaki polisi. Menurut mereka, selama ini aktivis selalu jadi korban penganiayaan. Tapi polisi malah mengaku sulit mengungkap kasus itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Justru kami para aktivis Bendera ingin membongkar skandal Century oleh rezim SBY, mengapa justru dizalimi?&amp;rdquo; kata seorang aktivis Dedy Mandra, Jumat (4/2/2011).
&amp;nbsp;
Salah satu aktivis perempuan juga sempat adu mulut dengan salah satu perwira di Polres Depok.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalian polisi seharusnya tidak menjaga kami di sini, justru tangkap pelaku, kami jangan dihalangi,&amp;rdquo; serunya.
&amp;nbsp;
Aksi masih berlanjut, gerbang polres ditutup dan dijaga ketat.
&amp;nbsp;
Dua aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Mustar Bona Ventura Manurung dan Ferdi Simaun dipukuli orang tidak dikenal di daerah Depok.
&amp;nbsp;
Aktivis Bendera, Adian Napitupulu mengatakan keduanya dipukuli sekitar subuh. Belum diketahui secara jelas motif dari pemukulan tersebut.
&amp;nbsp;
Adian menduga pemukulan kedua rekannya itu kemungkinan terkait dengan sidang kasus pencemaran nama baik aliran Bank Century yang diduga mengalir ke sejumlah pejabat negara.</content:encoded></item></channel></rss>
