<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ulama NU: Negara Gagal karena Pemimpin</title><description>Jika tidak segera ditangani, keterpurukan Indonesia bisa mengantarkan bangsa ini menjadi negara gagal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/04/339/421438/ulama-nu-negara-gagal-karena-pemimpin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/04/339/421438/ulama-nu-negara-gagal-karena-pemimpin"/><item><title>Ulama NU: Negara Gagal karena Pemimpin</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/04/339/421438/ulama-nu-negara-gagal-karena-pemimpin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/04/339/421438/ulama-nu-negara-gagal-karena-pemimpin</guid><pubDate>Jum'at 04 Februari 2011 17:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rifa Nadia Nurfuadah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/04/339/421438/fin7QqBQAL.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/04/339/421438/fin7QqBQAL.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Jika tidak segera ditangani, keterpurukan Indonesia bisa mengantarkan bangsa ini menjadi negara gagal. Hal disampaikan ulama Nahdlatul Ulama (NU) Masdar Mas'udi di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jumat (4/2/2011). &quot;Jika sebuah negeri berada di ambang kegagalan, maka persoalan utama pasti pada kepemimpinan, bukan pada rakyatnya,&quot; kata Masdar. Menurutnya, seharusnya tidak ada yang perlu dikeluhkan pemimpin kita. &quot;Biaya sudah kita bayar. Para pemimpin sudah mendapatkan apa yang menjadi keinginan mereka. Tetapi kita sebagai rakyat belum melihat mereka melaksanakan kewajiban mereka,&quot; ujar Masdar.Pernyataan Masdar didukung pemaparan data oleh Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Sofyan Effendi. Dia menyampaikan, saat ini, Indonesia berada di posisi ke-61 dari 177 negara dalam failed state index. &quot;Posisi tersebut lebih rendah dari tahun lalu. Dan akan sangat mungkin mencapai status 'negara gagal' jika pemerintah tidak segera berbenah,&quot; ujarnya. Sofyan memaparkan, indikator Indonesia akan mencapai kondisi negara gagal diantaranya seberapa berat tekanan yang dialami penduduknya? Adanya kesenjangan kemiskinan yang sangat parah antardaerah, dan merosotnya pelayanan publik. &quot;Kesenjangan yang parah bisa menimbulkan ledakan di berbagai daerah karena mereka merasa tidak ada keadilan dari pemerintah. Sementara, tidak ada tanda-tanda pelayanan publik akan meningkat. Saat ini, hanya 25 persen dana anggaran pendidikan dan belanja negara (APBN) yang dialokasikan untuk pelayanan publik meliputi di antaranya pendidikan, rehabilitasi bencana, dan lainnya,&quot; ujar Sofyan memaparkan.Sejumlah tokoh agama mulai keras mengkritik pemerintah. Tudingan pemerintah berbohong&amp;nbsp; disampaikan oleh sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat dan pemuda didukung oleh sejumlah tokoh lintas agama Januari silam.</description><content:encoded>JAKARTA - Jika tidak segera ditangani, keterpurukan Indonesia bisa mengantarkan bangsa ini menjadi negara gagal. Hal disampaikan ulama Nahdlatul Ulama (NU) Masdar Mas'udi di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jumat (4/2/2011). &quot;Jika sebuah negeri berada di ambang kegagalan, maka persoalan utama pasti pada kepemimpinan, bukan pada rakyatnya,&quot; kata Masdar. Menurutnya, seharusnya tidak ada yang perlu dikeluhkan pemimpin kita. &quot;Biaya sudah kita bayar. Para pemimpin sudah mendapatkan apa yang menjadi keinginan mereka. Tetapi kita sebagai rakyat belum melihat mereka melaksanakan kewajiban mereka,&quot; ujar Masdar.Pernyataan Masdar didukung pemaparan data oleh Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Sofyan Effendi. Dia menyampaikan, saat ini, Indonesia berada di posisi ke-61 dari 177 negara dalam failed state index. &quot;Posisi tersebut lebih rendah dari tahun lalu. Dan akan sangat mungkin mencapai status 'negara gagal' jika pemerintah tidak segera berbenah,&quot; ujarnya. Sofyan memaparkan, indikator Indonesia akan mencapai kondisi negara gagal diantaranya seberapa berat tekanan yang dialami penduduknya? Adanya kesenjangan kemiskinan yang sangat parah antardaerah, dan merosotnya pelayanan publik. &quot;Kesenjangan yang parah bisa menimbulkan ledakan di berbagai daerah karena mereka merasa tidak ada keadilan dari pemerintah. Sementara, tidak ada tanda-tanda pelayanan publik akan meningkat. Saat ini, hanya 25 persen dana anggaran pendidikan dan belanja negara (APBN) yang dialokasikan untuk pelayanan publik meliputi di antaranya pendidikan, rehabilitasi bencana, dan lainnya,&quot; ujar Sofyan memaparkan.Sejumlah tokoh agama mulai keras mengkritik pemerintah. Tudingan pemerintah berbohong&amp;nbsp; disampaikan oleh sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat dan pemuda didukung oleh sejumlah tokoh lintas agama Januari silam.</content:encoded></item></channel></rss>
