<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelompok Anti-Pemerintah Kuwait Batalkan Aksi</title><description>Kelompok pemuda Kuwait yang sebelumnya berencana untuk melakukan protes anti-pemerintah hari ini, tiba-tiba saja memutuskan untuk membatalkan aksi mereka. Namun tetap bersikeras akan menurunkan kabinet Kuwait saat ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/08/18/422731/kelompok-anti-pemerintah-kuwait-batalkan-aksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/08/18/422731/kelompok-anti-pemerintah-kuwait-batalkan-aksi"/><item><title>Kelompok Anti-Pemerintah Kuwait Batalkan Aksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/08/18/422731/kelompok-anti-pemerintah-kuwait-batalkan-aksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/08/18/422731/kelompok-anti-pemerintah-kuwait-batalkan-aksi</guid><pubDate>Selasa 08 Februari 2011 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/08/18/422731/YxsSOosWvA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi keamanan di Kuwait (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/08/18/422731/YxsSOosWvA.jpg</image><title>Kondisi keamanan di Kuwait (Foto: AFP)</title></images><description>KUWAIT CITY - Kelompok pemuda Kuwait yang sebelumnya berencana untuk melakukan protes anti-pemerintah hari ini, tiba-tiba saja memutuskan untuk membatalkan aksi mereka. Namun tetap bersikeras akan menurunkan kabinet Kuwait saat ini.
Kelompok Fifth Fence mengeluarkan pernyataan lewat Twitter yang memastikan mereka untuk menunda protes anti-pemerintah yang seharusnya berlangsung hari ini.&amp;nbsp;
&quot;Kami memutuskan untuk menunda protes, sebagai tanda terima pengunduran diri Menteri Dalam Negeri,&quot; pernyataan kelompok itu lewat Twitter seperti dikutip AFP, Selasa (8/2/2011).&amp;nbsp;
&quot;Sebagai kelompok pemuda, kami tetap meyakini pembubaran pemerintahan saat ini adalah satu-satunya cara untuk memenuhi tuntutan kami,&quot; lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya pemimpin negara kaya minyak tersebut menerima permintaan pengunduran Syekh Jaber Khaled al-Sabah dari jabatannya sebagai Menteri Dalam Negeri Kuwait. Syekh Jaber juga termasuk dalam anggota keluarga Kerajaan Kuwait.&amp;nbsp;
Syekh Jaber rencananya akan berbicara dihadapan para anggota parlemen menyangkut kematian seorang warga Kuwait. Namun hal itu ditunda setelah pihak pemerintah dan pendukung syekh di parlemen memutuskan untuk menundanya hingga enam pekan ke depan.
Langkah parlemen ini memicu kemarahan pihak oposisi yang mereka nilai hal tersebut sebagai langkah inkonstitusional.</description><content:encoded>KUWAIT CITY - Kelompok pemuda Kuwait yang sebelumnya berencana untuk melakukan protes anti-pemerintah hari ini, tiba-tiba saja memutuskan untuk membatalkan aksi mereka. Namun tetap bersikeras akan menurunkan kabinet Kuwait saat ini.
Kelompok Fifth Fence mengeluarkan pernyataan lewat Twitter yang memastikan mereka untuk menunda protes anti-pemerintah yang seharusnya berlangsung hari ini.&amp;nbsp;
&quot;Kami memutuskan untuk menunda protes, sebagai tanda terima pengunduran diri Menteri Dalam Negeri,&quot; pernyataan kelompok itu lewat Twitter seperti dikutip AFP, Selasa (8/2/2011).&amp;nbsp;
&quot;Sebagai kelompok pemuda, kami tetap meyakini pembubaran pemerintahan saat ini adalah satu-satunya cara untuk memenuhi tuntutan kami,&quot; lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya pemimpin negara kaya minyak tersebut menerima permintaan pengunduran Syekh Jaber Khaled al-Sabah dari jabatannya sebagai Menteri Dalam Negeri Kuwait. Syekh Jaber juga termasuk dalam anggota keluarga Kerajaan Kuwait.&amp;nbsp;
Syekh Jaber rencananya akan berbicara dihadapan para anggota parlemen menyangkut kematian seorang warga Kuwait. Namun hal itu ditunda setelah pihak pemerintah dan pendukung syekh di parlemen memutuskan untuk menundanya hingga enam pekan ke depan.
Langkah parlemen ini memicu kemarahan pihak oposisi yang mereka nilai hal tersebut sebagai langkah inkonstitusional.</content:encoded></item></channel></rss>
