<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Ahmadiyah Harus Keluar dari Islam&quot;</title><description>Konflik antara Ahmadiyah dengan umat Islam lainnya diperkirakan akan  terus terjadi di masa mendatang. Solusi untuk keluar dari konflik  tersebut adalah Ahmadiyah harus keluar dari Islam. </description><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/08/337/422399/ahmadiyah-harus-keluar-dari-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/02/08/337/422399/ahmadiyah-harus-keluar-dari-islam"/><item><title>&quot;Ahmadiyah Harus Keluar dari Islam&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/02/08/337/422399/ahmadiyah-harus-keluar-dari-islam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/02/08/337/422399/ahmadiyah-harus-keluar-dari-islam</guid><pubDate>Selasa 08 Februari 2011 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Stefanus Yugo Hindarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/02/08/337/422399/NQlwiaAtGZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto:okz) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/02/08/337/422399/NQlwiaAtGZ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto:okz) </title></images><description>JAKARTA - Konflik antara Ahmadiyah dengan umat Islam lainnya diperkirakan akan terus terjadi di masa mendatang. Solusi untuk keluar dari konflik tersebut adalah Ahmadiyah harus keluar dari Islam. &quot;Ini adalah masalah lama yang tidak tuntas perlu ada satu langkah lain agar segera dituntaskan ini terkait akidah artinya kalau Ahmadiyah keluar dari Islam masalahnya akan lain, selama ini mereka masih mengaku Islam,&quot; kata pengamat intelijen, Wawan Purwanto kepada okezone, Senin (7/2/2011) malam. Wawan menilai, Ahmadiyah telah memiliki kitab sendiri, dan menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. &quot;Mereka menganggap ada nabi baru, sehingga sebenarnya ini akan terus menerus,&quot; kata Wawan.Pengamat intelijen tersebut juga menilai, tak ada 'pihak' lain yang menggerakan penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di desa Cikeusik Minggu lalu. &quot;Ini masalah lama yang sudah berkali-kali,&quot; kata Wawan.SKB tiga menteri yang diharapkan mampu menghentikan konflik tersebut ternyata belum berhasil membendung aksi kekerasan terhadap massa Ahmadiyah. Meskipun pemerintah baik pusat maupun daerah sudah berupaya menyosialisasikannya. &quot;Akan sangat sulit, yang jelas kenyataannya saat ini Ahmadiyah harus keluar dari Islam, mereka kan punya kitab sendiri, itu bisa selesai,&quot; kata Wawan.Untuk diketahui, SKB tiga menteri yang berlaku sejak 9 Juni 2008 diantaranya berisi tentang&amp;nbsp; peringatan dan perintah agar semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 1965 tentang pencegahan penodaan agama.Selain itu SKB juga, memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.SKB juga telah memberikan peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenani saksi sesuai peraturan perundangan.</description><content:encoded>JAKARTA - Konflik antara Ahmadiyah dengan umat Islam lainnya diperkirakan akan terus terjadi di masa mendatang. Solusi untuk keluar dari konflik tersebut adalah Ahmadiyah harus keluar dari Islam. &quot;Ini adalah masalah lama yang tidak tuntas perlu ada satu langkah lain agar segera dituntaskan ini terkait akidah artinya kalau Ahmadiyah keluar dari Islam masalahnya akan lain, selama ini mereka masih mengaku Islam,&quot; kata pengamat intelijen, Wawan Purwanto kepada okezone, Senin (7/2/2011) malam. Wawan menilai, Ahmadiyah telah memiliki kitab sendiri, dan menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. &quot;Mereka menganggap ada nabi baru, sehingga sebenarnya ini akan terus menerus,&quot; kata Wawan.Pengamat intelijen tersebut juga menilai, tak ada 'pihak' lain yang menggerakan penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di desa Cikeusik Minggu lalu. &quot;Ini masalah lama yang sudah berkali-kali,&quot; kata Wawan.SKB tiga menteri yang diharapkan mampu menghentikan konflik tersebut ternyata belum berhasil membendung aksi kekerasan terhadap massa Ahmadiyah. Meskipun pemerintah baik pusat maupun daerah sudah berupaya menyosialisasikannya. &quot;Akan sangat sulit, yang jelas kenyataannya saat ini Ahmadiyah harus keluar dari Islam, mereka kan punya kitab sendiri, itu bisa selesai,&quot; kata Wawan.Untuk diketahui, SKB tiga menteri yang berlaku sejak 9 Juni 2008 diantaranya berisi tentang&amp;nbsp; peringatan dan perintah agar semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 1965 tentang pencegahan penodaan agama.Selain itu SKB juga, memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran Agama Islam pada umumnya. Seperti pengakuaan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.SKB juga telah memberikan peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenani saksi sesuai peraturan perundangan.</content:encoded></item></channel></rss>
